Dokter Beberkan Rahasia Vitalitas Pria Tetap Terjaga di Usia Matang
- Pria sering kali menganggap penurunan stamina hanyalah efek samping dari kesibukan kerja yang menumpuk.
Padahal, penurunan kadar hormon testosteron seiring bertambahnya usia, yang kerap disebut man-opause atau andropause, bisa menjadi penyebab utama di baliknya.
Mengabaikan tanda-tanda ini, hanya akan memperburuk kondisi kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, pria perlu memahami langkah yang tepat untuk menjaga vitalitas.
Baca juga: 9 Kebiasaan yang Bantu Dongkrak Stamina di Usia 40 Tahun ke Atas
"Tolong ada resistance training, dengan high protein nutrition. Kemudian juga harus optimal sleep-nya, terus kurangi intake sugar, fat, alcohol, smoking. Terus harus ada exposure sunlight," ujar spesialis urologi dari Dermalogia Kind Clinic dr. Wempy Supit, Sp.U, FACS, dalam talkshow Canisius Health Expo 2026 di Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Pentingnya menjaga keseimbangan hormon pria
Memutus lingkaran setan antara stres dan hormon
Dalam proses penuaan pria, terdapat satu siklus yang sangat merugikan, yakni keterkaitan erat antara tingkat stres dan keseimbangan hormon tubuh.
Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh akan secara otomatis melepaskan hormon kortisol dalam jumlah berlebih.
Peningkatan kortisol yang kronis ini tidak hanya mengganggu suasana hati, tetapi juga secara langsung memengaruhi metabolisme tubuh.
Dampaknya, pria cenderung mengalami kenaikan berat badan meski pola makannya tidak berubah secara drastis, serta massa otot yang semakin terkikis.
"Kalau kita stres itu kortisol keluar, kemudian kita bertambah berat, kemudian berkurang massa ototnya, dan ini akan menjadi satu cycle yang tidak baik," jelas dr. Wempy.
Lingkaran setan ini sering kali terjadi sejak usia muda pada pria modern saat ini.
Oleh karena itu, memutus siklus tersebut memerlukan komitmen tinggi untuk memperbaiki gaya hidup sebelum kerusakan metabolik menjadi lebih parah dan sulit diperbaiki oleh penanganan standar.
Baca juga: 4 Langkah Tingkatkan Stamina agar Tak Gampang Loyo
Kapan waktu ideal melakukan skrining testosteron?
Banyak pria yang bertanya mengenai usia ideal untuk mulai melakukan pengecekan hormon secara medis. Dokter Wempy menegaskan bahwa skrining memiliki protokol yang berbeda tergantung pada usia dan gejala yang muncul pada setiap individu.
Untuk pria yang telah menginjak usia 50 tahun, pemeriksaan hormon merupakan prosedur standar yang sangat dianjurkan untuk memantau kesehatan jangka panjang.
Sementara itu, untuk pria di usia 40-an, pemeriksaan ini biasanya dilakukan jika terdapat keluhan fisik yang spesifik.
"Kalau saya di urologi, yang pastinya di kepala lima saya cek. Kalau di kepala empat, kalau ada symptoms," tegas dr. Wempy.
Gejala yang dimaksud tidak selalu berupa penurunan libido, melainkan juga meliputi kelelahan kronis (fatigue) yang tidak kunjung hilang, kenaikan berat badan yang sulit dikontrol melalui olahraga, hingga munculnya penyakit metabolik lainnya yang kian beragam.
"Kalau di kepala empat, sudah olahraga terus tapi kok rasanya tetap weight gain? Terus kayaknya kok fatigue terus? Terus udah gitu kok mulai timbul diabetes, hyperlipidemia, kemungkinan besar itu metabolic changes. Kita cek testosteronnya," imbuh dia.
Peran inovasi teknologi medis dalam mendukung vitalitas
Dokter Wempy menekankan bahwa perbaikan gaya hidup tidak selalu bisa memberikan hasil instan. Sering kali, pria membutuhkan dukungan ekstra untuk membantu tubuh mereka kembali ke kondisi optimal, terutama ketika mereka sudah mengalami hambatan fisik yang berat.
Dalam dunia medis masa kini, sudah tersedia berbagai alat berbasis energi yang telah mendapatkan persetujuan otoritas kesehatan untuk membantu menstimulasi otot, melancarkan aliran darah, hingga mendukung kesehatan seksual pria.
Dengan kombinasi gaya hidup sehat, deteksi dini melalui skrining, dan bantuan teknologi medis yang tepat, pria diharapkan dapat mempertahankan kualitas hidup dan vitalitas mereka.
Jadi, proses penuaan pun dapat dikelola dengan lebih efektif. Langkah ini akan membantu menjaga fungsi organ agar tetap bekerja dengan baik di masa mendatang.
Baca juga: Bukan Cuma untuk Vitalitas Pria, Ini Peran Penting Hormon Testosteron
Tag: #dokter #beberkan #rahasia #vitalitas #pria #tetap #terjaga #usia #matang