Berapa Berat Badan yang Aman Turun dalam Seminggu? Ahli Ingatkan Jangan Ekstrem
Ilustrasi jalan kaki. Ahli mengingatkan penurunan berat badan yang sehat dalam seminggu biasanya tidak drastis dan sebaiknya dilakukan tanpa diet ekstrem.(Freepik)
15:35
21 Mei 2026

Berapa Berat Badan yang Aman Turun dalam Seminggu? Ahli Ingatkan Jangan Ekstrem

Banyak orang berharap berat badan bisa turun drastis hanya dalam waktu seminggu. Namun, ahli mengingatkan penurunan berat badan yang terlalu cepat justru berisiko bagi kesehatan dan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Melansir Prevention (11/2/2026), Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut penurunan berat badan yang aman berkisar sekitar 1-2 pound atau setara 0,5 hingga 1 kilogram per minggu.

Jumlah tersebut dinilai lebih realistis dan aman dibanding metode ekstrem yang menjanjikan hasil instan.

Pendiri Foodtrainers di New York, Lauren Slayton, mengatakan cara menurunkan berat badan yang terlalu agresif justru bisa membawa seseorang ke pola makan tidak sehat.

“Kami tidak menyarankan olahraga berlebihan, penggunaan pencahar, menghitung kalori secara ekstrem, atau melewatkan makan hingga membuat tubuh merasa buruk,” ujar Slayton.

Baca juga: Cara Menurunkan Berat Badan Secara Alami Menurut Ahli, Mulai dari Jalan Kaki

Penurunan berat badan bergantung pada defisit kalori

Prevention menjelaskan penurunan berat badan pada dasarnya terjadi ketika tubuh membakar lebih banyak kalori dibanding yang dikonsumsi.

Sekitar 3.500 kalori setara dengan kurang lebih 0,45 kilogram lemak tubuh.

Artinya, jika seseorang memiliki defisit 3.500 kalori dalam seminggu, berat badan bisa turun sekitar 0,45 kilogram. Jika defisit mencapai 7.000 kalori, penurunannya bisa mendekati 1 kilogram.

Namun, para ahli menilai proses tersebut sebaiknya dilakukan secara bertahap dan konsisten.

Baca juga: Mandi Air Dingin Disebut Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini Penjelasannya

Berat bisa turun cepat, tapi tidak semuanya lemak

Ilustrasi jalan kaki. Ahli mengingatkan penurunan berat badan yang sehat dalam seminggu biasanya tidak drastis dan sebaiknya dilakukan tanpa diet ekstrem.Freepik Ilustrasi jalan kaki. Ahli mengingatkan penurunan berat badan yang sehat dalam seminggu biasanya tidak drastis dan sebaiknya dilakukan tanpa diet ekstrem.

Slayton mengatakan beberapa program diet singkat memang dapat membuat angka timbangan turun hingga sekitar 2 kilogram dalam seminggu. Namun, sebagian besar penurunan tersebut bukan hanya berasal dari lemak tubuh.

“Yang turun bukan hanya lemak, tetapi juga cairan tubuh,” katanya.

Dalam program tersebut, klien biasanya lebih banyak memasak sendiri di rumah, memperbanyak sayur dan ikan, serta menghentikan konsumsi gula dan alkohol sementara waktu.

Meski begitu, Slayton menegaskan pola makan seperti itu tidak dianjurkan dilakukan terus-menerus.

Baca juga: Bukan Diet Ekstrem, Ini Cara Menurunkan Berat Badan Cepat tapi Aman

Diet terlalu ketat bisa memicu efek balik

Direktur Center for Nutrition and Weight Management di Boston Medical Center, Caroline Apovian, mengatakan diet ekstrem sering memicu efek rebound atau kenaikan berat badan kembali.

“Orang yang mencoba menurunkan berat badan sangat cepat biasanya akan mendapatkannya kembali,” ujar Apovian.

Menurut dia, penurunan berat badan terlalu cepat juga dapat mengurangi massa otot. Padahal, otot membantu tubuh membakar kalori lebih efektif.

Jika massa otot berkurang, metabolisme tubuh ikut melambat sehingga menjaga berat badan ideal menjadi lebih sulit.

Baca juga: Jalan Kaki 8.500 Langkah Sehari Bisa Bantu Jaga Berat Badan Tetap Stabil

Tubuh memang berubah seiring bertambah usia

Dalam artikel tersebut, terapis sekaligus penulis buku Pursuing Perfection: Eating Disorders, Body Myths, and Women at Midlife and Beyond, Margo Maine, juga mengingatkan bahwa tubuh memang akan berubah seiring bertambah usia.

Menurut dia, banyak perempuan sebenarnya memiliki berat badan normal tetapi tetap merasa dirinya terlalu gemuk.

“Tubuh tidak harus tetap sama seperti saat usia 20 atau 30 tahun. Bertambah usia memang membuat distribusi berat badan ikut berubah,” ujar Maine.

Fokus pada pola hidup yang realistis

Prevention menilai cara terbaik menurunkan berat badan adalah dengan pendekatan yang lebih realistis dan dapat dijalani dalam jangka panjang.

Selain menjaga pola makan, beberapa makanan seperti alpukat, asparagus, lemon, parsley, dan teh dandelion disebut dapat membantu mengurangi rasa kembung sementara.

Namun, ahli mengingatkan tujuan utama tetap bukan sekadar mengejar angka timbangan dalam waktu singkat.

Jika memang perlu menurunkan berat badan karena alasan kesehatan, para ahli menyarankan melakukannya perlahan dengan pola hidup yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Tag:  #berapa #berat #badan #yang #aman #turun #dalam #seminggu #ahli #ingatkan #jangan #ekstrem

KOMENTAR