Harga Bahan Baku Melonjak, Harga Kosmetik Diprediksi Naik
Ilustrasi Belanja Kosmetik()
14:05
11 Mei 2026

Harga Bahan Baku Melonjak, Harga Kosmetik Diprediksi Naik

Kenaikan harga bahan baku impor, pelemahan rupiah, sampai lonjakan harga plastik sebagai material kemasan menjadi tantangan tersendiri bagi berbagai industri, tak terkecuali industri kosmetik.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Sancoyo Antarikso mengatakan, industri kosmetik Indonesia saat ini masih banyak menggunakan bahan baku impor dengan kontribusi sekitar 80 persen.

“Jadi, sebetulnya yang sudah bisa disediakan di Indonesia tentu akan terus dipakai. Tapi, kalau yang tadi belum bisa disediakan baik secara teknologi, kualitas, segala macam, terpaksa kita masih harus impor,” ujar Sancoyo pada media dalam acara Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) Expo di JIEXPO Kemayoran yang diselenggarakan oleh Perkosmi pada Rabu (06/05).

CEO Martha Tilaar Group Kilala Tilaar yang juga hadir dalam acara turut menyoroti kenaikan harga bahan baku dan kemasan yang mempengaruhi industri kosmetik.

Baca juga: Bahan Alami Indonesia Berlimpah, Industri Kosmetik Lokal Masih Bergantung pada Impor

Ia menjelaskan, kemasan mengambil porsi besar dalam biaya produksi kosmetik. Karena itu, ketika harga plastik naik drastis, industri mau tidak mau harus melakukan penyesuaian.

“Harga plastik bulan lalu bisa 200 persen naiknya. Jadi kalau struktur harga kosmetik itu 60 persen packaging, 40 persen ingredients. Nah kalau misal faktor pengalinya yang packaging naik, let's say, 150, 200 persen, otomatis harga mau enggak mau harus naik,” ujar Kilala dalam acara yang sama.

Selain plastik yang menjadi tantangan besar bagi industri, menurut Kilala pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga ikut memberi tekanan tersendiri. Kilala menyebutkan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp17.400 per dolar AS pada Rabu (06/05) membuat biaya impor bahan baku semakin mahal.

Baca juga: 11 Kosmetik Berbahaya Temuan BPOM 2026, Mengandung Hidrokuinon hingga Merkuri yang Bisa Merusak Ginjal

“Ini 85 persen bahan baku (kosmetik) impor. Dolar dari Rp16.500 jadi Rp17.400 hari ini. Itu udah naik 4-5 persen, ditambah faktor plastik, ya kira-kira (harga) 8-11 persen naik," katanya.

Kilala menambahkan bahwa kenaikan harga kosmetik ini sudah dan akan terlihat di berbagai perusahaan.

"Ini udah banyak perusahaan-perusahaan, kita udah tanya temen-temen kita juga, (harga) udah banyak naik juga pelan-pelan," lanjutnya.

Baca juga: Waspada! Ini Kandungan Kosmetik Berbahaya yang Dilarang BPOM

Kenaikan harga diprediksi mulai terasa di kuartal ke-3 dan 4

Menurut Kilala, kenaikan harga kosmetik kemungkinan mulai terasa pada kuartal ketiga hingga kuartal keempat tahun ini.

“Mungkin harga akan naik di quarter 3 dan quarter 4,” paparnya.

Ia menambahkan kenaikan harga tersebut belum menghitung biaya energi industri yang ikut melonjak. Banyak pabrik kosmetik masih menggunakan solar industri untuk kebutuhan produksi.

Boiler, pemanasan, itu kan pakai solar. Solar (industri) juga naik dari Rp13.500 jadi Rp24.000,” lanjut Kilala.

Baca juga: Sebelum Beli Kosmetik, Cek Keamanannya dengan Metode KLIK

Industri dorong pemanfaatan bahan baku lokal

Meski begitu, baik Perkosmi maupun pelaku industri menilai kondisi ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat bahan baku lokal.

Indonesia memiliki potensi besar dari kekayaan tanaman herbal, aromatik, dan bahan alami yang selama ini belum dimanfaatkan optimal oleh industri lokal.

“Kita punya 33.000 tanaman obat, aromatik, dan kosmetik. Belum kita manfaatin,” pungkas Kilala.

Kilala memberikan beberapa contoh bahan lokal seperti ekstrak kemangi, kulit manggis, nilam Aceh, sampai dengan meniran yang dinilai punya potensi besar untuk industri kecantikan. Namun, tantangan terbesar industri lokal masih berada di sektor hulu, mulai dari pembinaan petani sampai standardisasi bahan baku yang belum optimal.

“Jadi, potensinya banyak sekali. Tapi, hulunya belum kebentuk. Nah bangsa kita ini unfortunately agak susah main di hulu, hanya sedikit perusahaan yang mau main di hulu. Karena di hulu sulit, mesti ngerintis,” tandas Kilala.

Baca juga: BPOM Siapkan Barcode 3D di Kemasan untuk Identifikasi Kosmetik Palsu

Tag:  #harga #bahan #baku #melonjak #harga #kosmetik #diprediksi #naik

KOMENTAR