Baru Menikah dan Pindah Rumah? Ini Tips Belanja Perabot Tanpa Boros
- Memiliki hunian baru bagi pasangan yang belum lama menikah tentu menjadi momen yang sangat membahagiakan sekaligus jadi pencapaian besar.
Namun, fase transisi perpindahan ini kerap membawa jebakan finansial tersendiri, terutama ketika hasrat untuk segera mempercantik setiap sudut ruangan mulai muncul ke permukaan.
Rasa antusias yang berlebihan kerap membuat seseorang menjadi kalap dan impulsif dalam memborong berbagai perabot maupun dekorasi rumah.
Perencana keuangan bersertifikat, Mike Rini, menjelaskan bahwa euforia ini sering memanipulasi logika, seolah menciptakan aturan tidak tertulis bahwa setiap ruang kosong harus diisi detik itu juga.
Baca juga: Jaga Kesehatan Mental dengan Zona Bebas Gawai di Rumah
"Berasa butuh karena baru pindah rumah, jadi harus diisi sekarang. Padahal eggak ada yang wajib begitu, kita sendiri yang mewajibkan kan?" tutur dia dalam acara halal bihalal bersama PT Kino Indonesia bertajuk "Reconnect: Building Meaning in Every Family Choice" di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Strategi mengisi hunian tanpa kalap
Dorongan untuk segera melengkapi seluruh perabot rumah sering kali bermula dari emosi sesaat, dan ilusi bahwa seluruh ruangan wajib sudah terisi agar hunian terasa lebih homey.
Padahal, memaksakan diri untuk membeli segala hal sekaligus demi memuaskan standar estetika visual, justru berisiko tinggi mengacaukan pos pengeluaran lainnya yang lebih penting bagi operasional keluarga sehari-hari.
"Jadi, supaya pembelanjaan kita itu tidak mengikuti emosi kita, berarti harus direncanakan," ucap Mike.
Baca juga: 10 Red Flag Keuangan yang Bisa Merusak Pernikahan, Jangan Abaikan
Ilustrasi lemari dapur, ilustrasi dapur.
Buat daftar belanja
Langkah paling bijak yang harus diambil adalah membuat daftar belanja yang terukur.
Rencana pengeluaran yang hanya dibayangkan dalam pikiran sangat rawan goyah ketika seseorang dihadapkan pada godaan diskon, penawaran live sale di media sosial, atau promo cuci gudang di toko furnitur.
"Kalau direncanakan, itu kan setidaknya harus ada di atas kertas. Kalau cuma adanya di dalam otak, itu bisa lupa lho," tutur Mike.
Konsumen harus selalu menyadari bahwa penawaran menarik untuk perabot rumah tangga tidak akan pernah berhenti atau habis.
Menurut Mike, mengerem hasrat belanja secara impulsif saat baru pindah rumah adalah langkah penting untuk menyelamatkan anggaran jangka panjang keluarga.
Baca juga: Awas Keuangan Bocor Halus Gara-gara Belanja Barang Grosir
Perencana keuangan bersertifkat, Mike Rini, dalam acara halal bihalal bersama PT Kino Indonesia bertajuk Reconnect: Building Meaning in Every Family Choice di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Prioritaskan belanja berdasarkan fungsi ruangan
Agar pengeluaran tidak melenceng jauh dari tujuan awal, pemilik rumah perlu membuat pemetaan interior yang matang sebelum mulai membelanjakan uangnya.
Mike menjelaskan, penataan anggaran ini harus didasarkan pada kebutuhan esensial para penghuni untuk bisa menjalankan rutinitas hariannya dengan nyaman.
Sebagai contoh, memastikan adanya kasur untuk beristirahat atau meja makan untuk berkumpul keluarga tentu jauh lebih penting daripada terburu-buru memikirkan pajangan dinding, tanaman hias, atau lampu estetis.
Pengadaan barang-barang yang sifatnya hanya sebagai pelengkap gaya hidup atau pemanis ruangan harus dengan sadar ditunda pada fase awal kepindahan.
Baca juga: Tidur di Kamar Sejuk Bikin Istirahat Lebih Berkualitas
Lakukan pembelian secara bertahap
Setelah memetakan dan menentukan fungsi dasar dari setiap area di dalam hunian, proses pembelian perabotan sama sekali tidak perlu dilakukan secara serentak dalam satu waktu.
Mike menegaskan, jangan pernah merasa bahwa seluruh perabot rumah tangga harus dibeli pada hari, minggu, atau bulan pertama kamu pindah rumah.
Ada area yang kosong pun tidak apa-apa, selama perabot penunjang operasional sehari-hari sudah ada.
Oleh karena itu, pendekatan yang paling aman dan rasional demi menjaga stabilitas arus kas keluarga adalah dengan menyicil pemenuhan kelengkapan rumah tersebut sedikit demi sedikit.
Baca juga: Jangan Jadikan Kamar Tidur Anak sebagai Gudang, Ini Penjelasan Psikolog
"Tidak harus dilaksanakan sekarang. Atau yang kedua, tidak harus semuanya dilengkapi sekarang, tetapi secara bertahap saja sesuai dengan kebutuhan," kata dia.
Pendekatan belanja yang dilakukan secara bertahap ini akan memberikan ruang bernapas yang cukup bagi para penghuni untuk benar-benar merasakan ritme kehidupannya di lingkungan yang baru.
Terkadang, setelah menempati ruang tersebut selama beberapa minggu, kamu baru bisa menyadari perabotan jenis apa yang sebenarnya paling cocok dan fungsional untuk dibeli, menyesuaikan dengan dana riil yang tersisa.
Baca juga: 7 Praktik Feng Shui untuk Dapur, Ciptakan Keseimbangan Energi di Rumah
Tag: #baru #menikah #pindah #rumah #tips #belanja #perabot #tanpa #boros