7 Kandungan Skincare dan Makeup yang Memicu Breakout, Cek Daftarnya!
– Breakout atau munculnya jerawat secara tiba-tiba sering kali dikaitkan dengan hormon atau kebersihan kulit. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa kandungan dalam produk skincare dan makeup juga bisa menjadi pemicunya.
Meski industri kecantikan terus berkembang, beberapa bahan tertentu masih digunakan dalam formulasi makeup dan berpotensi menyumbat pori-pori atau memicu iritasi, terutama pada kulit yang rentan berjerawat.
CEO dan pendiri Bella Schneider Beauty, Bella Schneider menekankan pentingnya memilih produk yang aman bagi kulit.
“Pastikan produk kamu bersifat non-comedogenic, yang berarti diformulasikan agar tidak menyumbat pori-pori atau menyebabkan jerawat,” katanya, seperti disadur Byrdie, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Pakai Skincare Baru Malah Jerawatan, Ini Beda Purging dan Breakout Menurut Dokter
Berikut sejumlah kandungan dalam skincare dan makeup yang perlu diwaspadai karena dapat memicu breakout
7 Kandungan skincare dan makeup penyebab breakout
1. Alkohol
Alkohol sering digunakan dalam produk skincare dan makeup untuk memberikan efek ringan dan cepat kering. Namun, bagi kulit yang rentan berjerawat, kandungan ini justru bisa memperparah kondisi.
“Alkohol menghilangkan terlalu banyak minyak alami, membuat kulit kering, dan merusak lapisan pelindung kulit, yang kemudian mengganggu pH kulit sehat dan memicu jerawat,” ujar dokter kulit Rachel Nazarian.
Ketika skin barrier rusak, kulit menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami peradangan, sehingga jerawat pun lebih mudah muncul.
Baca juga: Hindari 11 Kesalahan Skincare Ini agar Tetap Glowing
2. Acrylic
Acrylic sering digunakan dalam makeup untuk membantu bahan menyatu dan menempel lebih lama di kulit. Namun, sifatnya yang oklusif justru bisa menjadi masalah.
“Ini seperti menaruh lapisan plastik di kulit. Apa pun yang ada di bawahnya akan terjebak dan menyumbat pori-pori,” jelas Schneider.
Akibatnya, kotoran, minyak, dan bakteri tidak bisa keluar dari pori-pori, sehingga meningkatkan risiko munculnya jerawat.
Baca juga: 7 Tips Mengecilkan Pori-pori Wajah agar Kulit Tampak Halus dan Cerah
3. Bismuth oxychloride
Bahan ini sering ditemukan dalam produk powder atau foundation karena memberikan efek kilau yang menarik. Namun, efek sampingnya tidak bisa diabaikan.
Bismuth oxychloride dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif, yang kemudian memicu peradangan dan jerawat. Kulit yang teriritasi cenderung lebih reaktif, sehingga lebih mudah mengalami breakout.
4. Mica, silica, dan talc
Ketiga bahan ini sering digunakan untuk memberikan efek glowing atau halus pada kulit. Meski terlihat aman, ternyata ada risiko yang perlu diperhatikan.
“Mica, silica, dan talc memiliki kemampuan untuk menutup permukaan kulit dan menyumbat pori-pori,” ungkap Nazarian.
Selain itu, bahan-bahan ini juga bisa menyebabkan kulit menjadi kering, yang kemudian memicu produksi minyak berlebih sebagai kompensasi. Kondisi ini dapat memperparah jerawat.
Baca juga: 6 Tips Membaca Label Kandungan Skincare, Jangan Salah Pilih Produk
5. Pewangi dan pewarna buatan
Fragrance dan pewarna sintetis memang membuat produk lebih menarik, baik dari segi aroma maupun tampilan. Namun, Nazarian mengingatkan, bahan ini sering menjadi penyebab iritasi.
“Pewangi dan pewarna dapat menyebabkan iritasi yang mengubah pH kulit dan meningkatkan peradangan. Hal ini bisa memicu lesi jerawat yang meradang,” terangnya
Kulit yang sensitif terhadap bahan kimia ini akan lebih mudah mengalami breakout, bahkan hanya dengan paparan dalam jumlah kecil.
6. Petrochemical
Petrochemical seperti parafin, mineral oil, dan petrolatum sering digunakan untuk menjaga kelembapan kulit. Akan tetapi, Schneider menyebutkan, efeknya bisa berbeda pada kulit berjerawat.
“Bahan ini memang mengunci kelembapan, tetapi juga dapat menyumbat pori-pori dan membantu bahan lain masuk lebih dalam ke kulit,” katanya.
Selain itu, bahan oklusif ini juga dapat menjebak panas di kulit, yang berpotensi memperparah kondisi jerawat, terutama pada kulit yang sensitif terhadap panas.
Baca juga: Apa Itu Jerawat Hormon? Ini Penyebab dan Ciri-cirinya
7. Silicone
Silicone banyak digunakan dalam primer dan foundation untuk memberikan tekstur halus dan lembut. Namun, sifat oklusifnya bisa menjadi masalah bagi sebagian orang.
Silicone dapat membentuk lapisan di atas kulit yang menjebak minyak dan kotoran di dalam pori-pori. Pada kulit yang rentan berjerawat, kondisi ini dapat memicu munculnya jerawat baru.
Meski tidak semua orang mengalami efek negatif, pemilik kulit acne-prone sebaiknya lebih selektif dalam memilih produk berbahan silicone.
Baca juga: Cara Membersihkan Kuas Makeup dengan Benar agar Bebas Jerawat
Penting memilih kandungan yang tepat untuk cegah breakout
Memahami kandungan dalam skincare dan makeup menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit.
Selain menghindari bahan pemicu jerawat, penggunaan produk dengan kandungan seperti salicylic acid atau benzoyl peroxide juga dapat membantu mengontrol jerawat.
“Carilah makeup ataupun skincare yang mengandung salicylic acid atau gunakan produk dengan benzoyl peroxide dan retinoid untuk membantu mengatasi serta mencegah jerawat,” saran Nazarian.
Melalui pemilihan produk yang tepat dan sesuai kondisi kulit, risiko breakout dapat diminimalkan, sehingga kulit tetap sehat dan terawat.
Baca juga: Jerawat di Leher Tiba-tiba Muncul di Usia 40, Ini Sebabnya
Tag: #kandungan #skincare #makeup #yang #memicu #breakout #daftarnya