MARK Tebar Dividen Rp 50 per Saham, Yield Berpotensi 11 Persen
- Emiten produsen cetakan sarung tangan media PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) menetapkan dividen tunai sebesar Rp 50 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025.
Dengan mempertimbangkan pembagian dividen interim sebelumnya, total dividend yield Perseroan berpotensi mencapai sekitar 11 persen.
Keputusan tersebut disetujui dalam RUPST dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar perseroan.
Baca juga: MARK Raup Laba Bersih Rp 83,4 M pada Kuartal I 2026, Ditopang Penguatan Dollar AS
Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan Goh.
Seluruh agenda yang diajukan Direksi dan Dewan Komisaris memperoleh persetujuan pemegang saham.
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025, termasuk laporan kegiatan perseroan, laporan pengawasan Dewan Komisaris, serta laporan keuangan.
Selain itu, rapat memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan sepanjang tahun buku 2025.
Direktur Utama MARK Ridwan Goh mengatakan, perseroan tetap mempertahankan komitmen membagikan dividen dengan payout ratio tinggi sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Mark Dynamics (MARK) Pertahankan Laba 2025 di Tengah Normalisasi Industri
“Perseroan secara konsisten menjaga kebijakan dividend payout ratio di atas 90 persen sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Di saat yang sama, kondisi keuangan perseroan tetap sehat sehingga kami masih memiliki ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan usaha ke depan,” ujar Ridwan dalam keterangan resmi, Jumat (8/5/2026).
Selain menetapkan dividen, MARK juga memproyeksikan pertumbuhan laba bersih pada 2026.
Ilustrasi pabrik cetakan sarung tangan karet.
Perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp 340 miliar atau tumbuh sekitar 20 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Menurut Ridwan, target tersebut ditopang oleh fundamental bisnis yang kuat, terutama dominasi pasar ekspor, efisiensi operasional, serta eksposur positif terhadap penguatan dollar AS.
Baca juga: MARK Catat Pesanan Penuh hingga 2026, Diversifikasi Lewat Produk Sanitasi
“Lebih dari 80 persen penjualan perseroan berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dollar AS. Struktur bisnis ini memberikan natural hedge terhadap fluktuasi nilai tukar, sehingga di tengah penguatan dollar AS, perseroan justru memperoleh dampak positif terhadap pendapatan dan profitabilitas,” jelas Ridwan.
Ia menambahkan, perseroan akan terus fokus menjaga efisiensi operasional dan memperkuat daya saing global guna mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan.
“Kami melihat permintaan pasar ekspor masih cukup solid. Dengan struktur biaya yang semakin efisien, posisi kas yang sehat, serta kapasitas produksi yang terus dioptimalkan, kami optimistis target pertumbuhan tahun 2026 dapat tercapai,” tambahnya.
RUPST juga menyetujui penunjukan akuntan publik untuk audit laporan keuangan tahun buku 2026 serta penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.
Baca juga: Mark Dynamics (MARK) Pede Target Bisnis Tercapai di Tengah Ketidakpastian Global
Sementara itu, dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui rencana perseroan untuk menjaminkan aset dengan nilai lebih dari 50 persen dari kekayaan bersih guna memperoleh fasilitas pembiayaan dari perbankan dan/atau lembaga keuangan lainnya.
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi Perseroan memperkuat struktur permodalan dan mendukung rencana ekspansi usaha secara berkelanjutan.
Ridwan mengatakan, hasil RUPS mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap arah strategis perseroan.
“Dengan struktur keuangan yang sehat, eksposur pasar global yang kuat, serta disiplin operasional yang konsisten, MARK berada dalam posisi yang solid untuk melanjutkan pertumbuhan kinerja sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” terang dia.
Tag: #mark #tebar #dividen #saham #yield #berpotensi #persen