7 Tips Meningkatkan Self-Esteem Anak Perempuan yang Rendah
Ilustrasi anak. (Freepik/jcomp)
16:35
22 April 2026

7 Tips Meningkatkan Self-Esteem Anak Perempuan yang Rendah

-  Self-esteem yang rendah pada anak perempuan dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari kepercayaan diri hingga hubungan sosial. 

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa membuat anak menarik diri dan kesulitan berkembang secara optimal.

Self-esteem yang buruk tidak muncul secara tiba-tiba. Oleh karena itu, orangtua perlu memahami penyebabnya dan mengambil langkah yang tepat untuk membangun kembali kepercayaan diri anak.

Baca juga: 7 Tips Orangtua Membangun Self-Esteem Anak Perempuan

7 Tips membangun self-esteem anak perempuan yang rendah

1. Evaluasi penyebab self-esteem rendah

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memahami akar masalah yang membuat self-esteem anak menurun. 

Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Farraas Afiefah Muhdiar, M.Sc., M.Psi., Psikolog mengimbau orangtua untuk melihat secara menyeluruh pengalaman yang dialami anak.

“Kalau self-esteem anak sudah terlanjur buruk, maka orangtua perlu helicopter view atau mengevaluasi penyebabnya. Self-esteem anak itu tidak datang tiba-tiba, tapi dari apa yang anak dengar dan alami,” jelas Farraas kepada Kompas.com, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, sumber tekanan bisa datang dari berbagai lingkungan terdekat anak.

“Perlu dicari tahu agar bisa segera dihentikan, misalnya dari pengajarnya, asisten rumah tangga, atau anggota keluarga lainnya,” ujarnya.

Dengan mengetahui sumbernya, orangtua dapat lebih mudah menentukan langkah perbaikan yang tepat.

2. Perbaiki pola pikir negatif anak

Psikolog Anak dan Remaja Fabiola Priscilla, M.Psi menekankan pentingnya mengubah keyakinan negatif yang sudah tertanam dalam diri anak. 

Pola pikir ini perlu diperbaiki secara bertahap agar anak tidak terus merasa rendah diri.

“Segera perbaiki keyakinan atau pola pemikiran bahwa anak perempuan merasa tidak berharga atau tidak bernilai,” ujarnya.

Baca juga: Membangun Self-Esteem Anak Perempuan agar Tangguh Sejak Dini

Proses ini dimulai dari penggunaan kata-kata yang lebih positif dalam keseharian. Anak diajak untuk melihat dirinya dari sudut pandang yang lebih sehat.

3. Ajarkan penggunaan kalimat positif

Mengubah cara anak berbicara tentang dirinya sendiri menjadi langkah penting dalam membangun kembali self-esteem.

“Ajarkan anak untuk menemukan pengganti kata yang lebih positif. Misalnya, bukan 'aku tidak bisa' tapi 'aku sedang belajar’. Setelah terbiasa dengan kalimat positif, iringi juga dengan pengalaman yang bermakna,” jelas Fabiola.

Dengan kebiasaan ini, anak perlahan membangun keyakinan bahwa dirinya mampu berkembang.

4. Berikan apresiasi yang tulus dan realistis

Farraas menekankan, apresiasi dari orangtua memiliki peran besar dalam membangun kembali kepercayaan diri anak. Namun, apresiasi harus diberikan secara tepat.

“Gali juga konsep diri anak atau apa yang anak sukai lewat mengobrol bersama. Berikan anak apesiasi terhadap hal-hal kecil,” ujarnya.

Dengan pendekatan ini, anak belajar menghargai dirinya berdasarkan usaha dan kemampuan yang nyata.

“Apresiasi yang tulus dari orangtua itu berarti untuk anak, tapi bukan melebih-lebihkan ya, tetapi sesuai faktanya,” tambahnya.

5. Pastikan anak merasa didengar dan dihargai

Kedua psikolog menekankan pentingnya menciptakan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan perasaan.

“Pastikan anak selalu merasa didengarkan dan dihargai. Dengarkan secara tulus dan utuh tanpa dinilai. Terkadang anak hanya butuh didengar bukan diberikan solusi yang sebenarnya sudah diketahui,” imbau Fabiola.

Pendekatan ini membantu anak merasa diterima, sehingga ia lebih terbuka dan tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalahnya.

6. Tegaskan nilai diri anak di hadapan orang lain

Farraas menyoroti pentingnya peran orangtua dalam melindungi anak dari komentar negatif, terutama yang berkaitan dengan fisik.

Baca juga: Kartini Modern Bukan Sekadar Kuat, Ini Cara Mendidik Anak Perempuan Tangguh

“Apabila ada yang mengomentari fisik, misalnya kulit anak yang gelap di depan umum, orangtua bisa tegaskan di depan orang tersebut dan juga anaknya bahwa anak tetap berharga dan cantik,” saran dia.

Sikap ini memberikan pesan kuat bahwa anak layak dihargai apa adanya.

7. Ciptakan lingkungan yang suportif

Lingkungan yang positif menjadi faktor penting dalam proses pemulihan self-esteem anak. Dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu anak merasa aman secara emosional.

“Hadirkan lingkungan keluarga, saudara, sahabat, atau komunitas yang mampu menguatkan anak, dan membuat anak aman secara emosional,” ujar Fabiola.

Jika kondisi self-esteem anak sudah berdampak serius pada perilaku sehari-hari, Farraas mengingatkan agar orangtua tidak ragu mencari bantuan profesional.

“Jika orangtua melihat kondisi self-esteem rendah sudah berdampak pada perilaku anak yang menolak untuk ke sekolah, ikut satu aktivitas, atau menarik diri, maka jangan ragu untuk ke psikolog anak," tandasnya.

Dengan langkah yang tepat dan konsisten, self-esteem anak perempuan dapat kembali dibangun, sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan tangguh.

Baca juga: Kuat Bukan Berarti Harus Sendiri, Refleksi Perempuan Tangguh Masa Kini

Tag:  #tips #meningkatkan #self #esteem #anak #perempuan #yang #rendah

KOMENTAR