



Inilah Batas Waktu Mengganti Utang Puasa Ramadhan dan Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan
Tak lama lagi, umat Islam akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2024.
Sebelum bulan puasa Ramadhan 2024 datang, umat Islam diimbau untuk segera mengganti utang puasa Ramadhan pada tahun lalu atau tahun-tahun sebelumnya.
Kegiatan mengganti utang puasa Ramadhan disebut Qadha.
Lantas, kapan batas waktu mengganti utang puasa Ramadhan?
Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Roykhatun Nikmah mengatakan, waktu mengganti utang puasa Ramadhan sangatlah panjang.
Yaitu mulai bulan Syawal tahun lalu hingga datangnya bulan Ramadhan berikutnya.
"Jadi puasa qadha alangkah baiknya dilakukan sesegera mungkin, setelah tanggal 1 Syawal," kata dia dalam program OASE Tribunnews.com, Jumat (23/2/2024).
Merujuk pada pernyataan Roykhatun tersebut, maka batas waktu mengganti utang puasa Ramadhan adalah Minggu, 10 Maret 2024 atau bertepatan dengan 29 Syaban 1445 H.
Dengan demikian, bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan tahun lalu, dapat menggantinya pada minggu ini.
Sebab, minggu ini merupakan hari-hari terakhir jelang hadirnya bulan puasa Ramadhan 2024.
Umat Islam dianjurkan tidak berpuasa pada Senin, 11 Maret 2024 karena hari tersebut meragukan (syak).
Bahkan, PP Muhammadiyah telah menetapkan Senin, 11 Maret 2024 sebagai awal puasa Ramadhan 1445 H.
Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan
Mereka yang mengganti utang puasa Ramadhan wajib membaca niat qadha puasa Ramadhan.
Roykhatun menjelaskan, bacaan niat qadha puasa Ramadhan hampir sama dengan niat puasa Ramadhan.
Hanya saja ada tambahan kata qadha.
Berikut ini lafal niat qadha puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Lafal Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."
Niat qadha puasa Ramadhan, lanjut Roykhatun, dibaca sejak malam hari sebelum puasa hingga waktu fajar ketika sedang sahur.
Tata Cara Ganti Utang Puasa Ramadhan
Roykhatun juga menjelaskan, qadha puasa Ramadhan wajib dilaksanakan sebanyak hari yang telah ditinggalkan.
Jika lupa berapa jumlah hari yang ditinggalkan atau tidak diketahui, maka bisa diambil jumlah hari paling maksimum dari puasa yang ditinggalkan.
Selain itu, ada anjuran untuk mengganti utang puasa Ramadhan secara berurutan.
"Ini anjuran ya, tidak wajib," ucapnya.
(Tribunnews.com/Sri Juliati)
Tag: #inilah #batas #waktu #mengganti #utang #puasa #ramadhan #bacaan #niat #qadha #puasa #ramadhan