Berada 20 Menit di Taman Punya Efek Rileks Setara Mendaki Gunung
Ilustrasi bersepeda.(Dok. Freepik/pressfoto)
17:45
20 April 2026

Berada 20 Menit di Taman Punya Efek Rileks Setara Mendaki Gunung

- Menghabiskan waktu di alam terbuka terbukti secara ilmiah mampu memicu perubahan biologis positif pada tubuh manusia. Dampaknya mulai dari menekan kadar hormon stres, menstabilkan tekanan darah, hingga menyehatkan sistem pencernaan secara menyeluruh.

Meski begitu, berada di alam tak harus jauh masuk ke hutan atau mendaki gunung. Manfaat kesehatan ini sudah bisa diraih hanya dengan meluangkan waktu 20 menit di ruang terbuka hijau, misalnya dengan duduk santai di taman kota.

“Kita melihat perubahan pada tubuh seperti penurunan tekanan darah, perubahan variabilitas detak jantung, dan jantung berdetak lebih lambat. Semuanya terkait dengan penenangan fisiologis,” ungkap profesor keanekaragaman hayati di Oxford University, Baroness Kathy Willis, menyadur BBC, Senin (20/4/2026).

Riset di Inggris yang melibatkan hampir 20.000 peserta membuktikan bahwa orang yang menghabiskan total 120 menit setiap minggunya di area hijau, punya status kesehatan yang baik dan tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi.

Baca juga: Healing ala Nicholas Saputra, ke Alam hingga Bertemu Orang Baru

Lantas, apa saja manfaat dari menghabiskan waktu selama 20 menit di alam terbuka bagi kesehatan?

Ragam manfaat alam bagi kesehatan

1. Efek instan 20 menit untuk tubuh yang lebih tenang

Piknik di Taman Kota Ria Rio Jakarta Timur: Jam buka dan tiket masukKompas.com/Wasti Samaria Simangunsong Piknik di Taman Kota Ria Rio Jakarta Timur: Jam buka dan tiket masuk

Saat menatap pepohonan, mencium aroma pinus, atau mendengarkan burung, sistem saraf otonom langsung merespons.

Jaringan saraf pengendali proses bawah sadar ini otomatis membawa tubuh pada kondisi rileks tanpa diusahakan.

Jika ingin mendongkrak kebahagiaan dan kesehatan secara utuh, cobalah berjalan-jalan di taman selama 20 menit. Kamu tidak perlu pergi ke taman kota karena taman kompleks pun bisa memberi manfaat serupa.

Baca juga: 6 Pilihan Aroma Wangi yang Bisa Membuat Kita Lebih Rileks

2. Alam sebagai "pengatur ulang" sistem imun dan hormon

Sistem hormon di dalam tubuh turut berperan aktif dalam relaksasi. Berada di luar ruangan akan menurunkan kortisol dan adrenalin, dua hormon ini biasanya melonjak tajam saat kamu cemas.

“Sebuah studi menemukan bahwa orang-orang di kamar hotel selama tiga hari yang menghirup minyak Hinoki (cemara Jepang) mengalami penurunan besar hormon adrenalin dan peningkatan besar sel-sel pembunuh alami dalam darah mereka,” papar Willis.

Profesor dari University of Illinois di Urbana-Champaign, Ming Kuo, mengatakan bahwa alam menenangkan apa yang perlu ditenangkan, dan memperkuat apa yang perlu diperkuat.

"Menghabiskan libur akhir pekan selama tiga hari di alam terbuka memberikan dampak luar biasa bagi sistem imun kita," kata dia.

Baca juga: 6 Tips Hiking dan Glamping untuk Pemula agar Liburan Makin Seru

Ilustrasi Taman Aloon Aloon Tulungagung di Tulungagung, Jawa Timur.Dok. Shutterstock/Yanuar Bima Ilustrasi Taman Aloon Aloon Tulungagung di Tulungagung, Jawa Timur.

3. Menghirup ketenangan dari wangi pepohonan

Aroma tanah dan pepohonan dipenuhi senyawa organik alami yang dilepaskan secara bebas oleh tanaman.

"Saat kamu menghirupnya, beberapa molekul masuk ke aliran darah," kata Willis.

Menghirup aroma hutan cemara, misalnya, mampu membuat pikiran terasa lebih tenang hanya dalam tempo 90 detik, dengan efek rileks yang bertahan sekitar 10 menit.

Studi lain menunjukkan bahwa bayi yang belum memiliki memori penciuman tetap bisa menjadi lebih tenang saat ruangan disemprotkan aroma limonen, atau aroma seperti buah jeruk dan lemon.

Baca juga: Fart Walk, Jalan Santai Setelah Makan yang Bisa Jadi Solusi Perut Begah

4. Probiotik gratis dari bakteri baik di tanah dan tanaman

Selain menenangkan pikiran, bersentuhan dengan alam membantu memperkaya mikrobioma pencernaan berkat bakteri baik pada tanah dan tanaman.

“Itu adalah jenis bakteri baik yang sama yang kita bayar dalam probiotik atau minuman,” jelas Willis.

Kuo memaparkan bahwa senyawa fitonsida yang dilepaskan tanaman dapat membantu melawan berbagai penyakit.

Ilustrasi forest bathingFreepik /Pvproductions Ilustrasi forest bathing

"Alam adalah lingkungan yang 'menggelitik' sistem kekebalan tubuh," ujar imuwan Infeksi, Dr. Chris van Tulleken.

Bahkan, ia membiarkan anak-anaknya bermain tanah di hutan agar bakteri tersebut masuk ke sistem kekebalan mereka.

Baca juga: 6 Suplemen yang Ampuh Meningkatkan Kekebalan Tubuh Menurut Ahli

Membawa alam ke dalam rumah

Jika rutinitasmu terlalu padat, kamu bisa menghadirkan elemen alam ke dalam rumah. Meletakkan mawar kuning atau putih di sudut ruang, misalnya, terbukti ampuh menciptakan ketenangan visual.

Kamu juga bisa menggunakan diffuser dengan minyak esensial pinus. Bahkan, sekadar memandangi gambar lanskap pemandangan alam di layar komputer, atau menatap objek berwarna hijau, sudah cukup mampu memicu perubahan gelombang otak yang lebih santai serta menekan tingkat stres.

Baca juga: Fakta-fakta Madu Hutan, Baik Dikonsumsi untuk Jaga Kekebalan Tubuh

Tag:  #berada #menit #taman #punya #efek #rileks #setara #mendaki #gunung

KOMENTAR