Jangan Biarkan Anak Terpapar Gadget Sebelum 2 Tahun, Bisa Ganggu Perkembagan Otak
Ilustrasi anak main gadget.(Dok. Unsplash/Aaron Piang)
18:35
14 April 2026

Jangan Biarkan Anak Terpapar Gadget Sebelum 2 Tahun, Bisa Ganggu Perkembagan Otak

- Penggunaan gawai pada anak kini semakin sulit dihindari, bahkan tidak sedikit orangtua yang sudah mengenalkannya sejak usia dini. 

Padahal, dua tahun pertama kehidupan anak merupakan masa krusial bagi perkembangan otak yang tidak boleh terganggu oleh paparan layar berlebihan.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak di FK-KMK UGM/RS Sardjito, Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D, Sp.A(K) menegaskan, penggunaan gawai pada anak usia di bawah dua tahun sebaiknya dihindari.

Baca juga: Keseringan Main Gadget Anak Berisiko Alami Virtual Autism

“Anjuran dari Kemenkes dan IDAI, sebelum usia anak 2 tahun, idealnya tidak diperkenalkan atau tidak menggunakan gawai, kecuali untuk video call kerabat terdekat dengan pendampingan,” kata Prof. Mei saat diwawancarai Kompas.com, Sabtu (11/4/2026).

Anjuran tersebut bukan tanpa alasan. Pada masa ini, otak anak sedang berkembang dengan sangat pesat dan membutuhkan stimulasi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Perkembangan otak anak sangat pesat di 2 tahun pertama

Prof. Mei menjelaskan, periode dua tahun pertama kehidupan anak merupakan fase penting dalam pembentukan fungsi otak. Pada masa ini, berbagai kemampuan dasar mulai berkembang secara signifikan.

“Dalam 2 tahun pertama kehidupan anak, perkembangan otaknya masih sangat pesat, semua sensorinya berkembang dengan baik. Maka, dibutuhkan interaksi dua arah untuk memakimalkannya,” jelasnya.

Interaksi yang dimaksud bukan hanya sekadar berbicara, tetapi juga melibatkan berbagai stimulasi yang dapat merangsang seluruh indra anak secara bersamaan. 

Hal ini penting untuk membangun fondasi kemampuan kognitif, bahasa, dan sosial.

Pentingnya interaksi dua arah

Interaksi langsung antara anak dan orangtua menjadi kunci utama dalam mendukung perkembangan otak yang optimal. 

Aktivitas sederhana seperti bermain, berbicara, dan merespons ekspresi anak memiliki dampak besar dalam proses belajar mereka.

Baca juga: Bermain dan Tertawa Bersama Anak Tanpa Gadget Bantu Perkuat Hubungan Keluarga

“Interaksi dua arah ini bukan hanya bicara tapi juga melibatkan semua sensori anak, seperti penglihatan, pendengaran, perabaannya, dan lainnya harus diaktifkan,” ujar Prof. Mei.

Melalui interaksi tersebut, anak belajar mengenali lingkungan, memahami emosi, serta mengembangkan kemampuan komunikasi. 

Sebaliknya, penggunaan gawai cenderung bersifat satu arah dan tidak memberikan stimulasi yang cukup bagi perkembangan sensorik anak.

Batasan penggunaan gawai setelah usia 2 tahun

Setelah anak memasuki usia dua tahun, penggunaan gawai mulai diperbolehkan, namun tetap dengan batasan yang ketat. Durasi penggunaan harus dibatasi dan selalu berada di bawah pengawasan orangtua.

“Ketika sudah 2 tahun boleh diperkenalkan dengan gawai tetapi durasinya kurang dari 1 jam, mungkin setengah jam dan itu harus dengan pendampingan,” kata Prof. Mei.

Pendampingan ini bertujuan agar anak tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi tetap mendapatkan interaksi yang mendukung proses belajar.

Gawai sebagai media belajar, bukan pengganti interaksi

Prof. Mei menekankan, gawai seharusnya dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti interaksi langsung antara anak dan orangtua.

“Gawai itu sebagai media untuk pembelajaran, sehingga tetap ada pendampingan dan interaksi dari orangtua atau pengasuh,” jelasnya.

Dengan pendekatan yang tepat, penggunaan gawai dapat memberikan manfaat edukatif tanpa mengorbankan perkembangan anak. 

Namun, tanpa pengawasan dan batasan, gawai justru berisiko menghambat tumbuh kembang anak di masa emasnya.

Kesadaran orangtua dalam mengatur penggunaan gawai menjadi faktor penting untuk memastikan anak tetap mendapatkan stimulasi yang optimal di tengah kemajuan teknologi digital.

Baca juga: Mencegah Anak Kecanduan Gadget lewat Literasi Digital Orangtua

Tag:  #jangan #biarkan #anak #terpapar #gadget #sebelum #tahun #bisa #ganggu #perkembagan #otak

KOMENTAR