Cara Membuat Anak Lebih Percaya Diri, Berani Menghadapi Kegagalan
– Kepercayaan diri menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan dan kebahagiaan seseorang di masa depan. Namun, tidak semua anak tumbuh dengan rasa percaya diri yang optimal.
Pelatih kinerja mental Cindra Kamphoff menyebut bahwa orangtua perlu menjadikan peningkatan kepercayaan diri anak sebagai salah satu prioritas utama dalam pengasuhan.
“Orangtua perlu lebih sadar akan krisis kepercayaan diri yang terjadi saat ini dan secara sengaja membantu meningkatkan rasa percaya diri anak,” ujarnya, dikutip dari CNBC, Senin (13/4/2026).
Baca juga: Dihargai Lewat Kata: Afirmasi Positif Fondasi Kepercayaan Diri Anak
Kepercayaan Diri Anak Masih Jadi Tantangan
Menurut Kamphoff, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa rasa percaya diri masih menjadi tantangan, terutama di kalangan generasi muda.
Kamphoff menyebut hampir setengah pekerja Gen Z mengalami masalah kepercayaan diri, termasuk kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain.
Selain itu, laporan The 2025 National Research Study on Confidence yang ditulis Kamphoff juga menunjukkan bahwa tidak semua remaja mendapatkan dukungan emosional yang cukup.
Padahal, kepercayaan diri yang baik dapat membantu anak menjadi lebih mandiri, tangguh, dan berani menghadapi berbagai tantangan.
Berikut dua cara yang dapat dilakukan orangtua untuk meningkatkan kepercayaan diri anak.
Baca juga: Merawat Diri dari Dalam dan Luar Jadi Kunci Percaya Diri Tampil Apa Adanya
Cara Membuat Anak Lebih Percaya Diri
1. Membantu anak mengenali dan mengelola “suara batin negatif”
Menurut Kamphoff, banyak orang memiliki “inner critic” atau suara batin negatif yang membuat mereka meragukan diri sendiri.
Suara ini biasanya muncul sejak usia dini dan dapat memengaruhi cara seseorang berpikir serta bertindak jika tidak dikelola dengan baik.
“Orangtua sebaiknya mengajari anak-anak cara mengenali pikiran negatif mereka sendiri dan menggantinya dengan kebenaran,” saran Kamphoff.
Salah satu cara yang disarankan adalah dengan mengajukan tiga pertanyaan sederhana, yaitu apakah pikiran tersebut benar, apakah pikiran itu membantu, dan apa pikiran yang lebih positif yang bisa dipilih.
Pendekatan ini membantu anak memahami bahwa tidak semua pikiran negatif adalah fakta sehingga mereka dapat belajar menggantinya dengan cara berpikir yang lebih konstruktif.
Selain itu, orangtua juga perlu menjadi contoh dalam mengelola pikiran dan emosi agar anak dapat meniru perilaku tersebut.
Baca juga: Manfaat Co-parenting bagi Kesehatan Mental Anak, Meningkatkan Percaya Diri
2. Mengajarkan bahwa kegagalan adalah hal yang wajar
Anak cenderung kehilangan kepercayaan diri setelah mengalami kegagalan atau pengalaman negatif, seperti ditolak oleh teman atau kesulitan mempelajari hal baru.
Namun, Kamphoff menekankan pentingnya mengajarkan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses belajar.
Menurutnya, setiap kegagalan dapat menjadi kesempatan untuk memahami kesalahan dan berkembang menjadi lebih baik.
Orangtua dapat membantu anak dengan mengajak mereka merefleksikan pengalaman tersebut, misalnya dengan menanyakan apa yang bisa dilakukan berbeda di masa depan.
Selain itu, anak juga perlu diajarkan untuk tidak terlalu lama terjebak dalam kesalahan dan belajar untuk kembali fokus dengan pola pikir yang lebih positif.
Hal ini dapat membantu anak membangun ketahanan mental serta meningkatkan rasa percaya diri dalam jangka panjang.
Baca juga: Gagal UTBK, Ini yang Harus Dilakukan Ortu untuk Membangun Kembali Kepercayaan Diri Anak
Pentingnya Peran Orangtua
Membangun kepercayaan diri anak merupakan proses jangka panjang yang dimulai sejak usia dini.
Lingkungan keluarga, terutama pola komunikasi dan cara orangtua merespons anak, memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan rasa percaya diri tersebut.
Dengan dukungan yang tepat dan konsisten, anak dapat tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Tag: #cara #membuat #anak #lebih #percaya #diri #berani #menghadapi #kegagalan