Penyebab Baby Brain, ketika Ibu Hamil Jadi Lambat Berpikir
– Istilah baby brain sering dikaitkan dengan kondisi ibu hamil yang menjadi lebih lambat berpikir, pelupa atau sulit fokus. Namun, penelitian terbaru justru membalik anggapan tersebut.
Alih-alih menjadi tanda penurunan fungsi otak, perubahan yang terjadi selama kehamilan disebut sebagai bentuk adaptasi biologis yang membantu perempuan mempersiapkan diri menjadi ibu.
Studi yang dipimpin Profesor Susana Carmona dari Gregorio Marañón Health Research Institute di Madrid menemukan bahwa perubahan pada otak ibu hamil bersifat alami dan justru memiliki manfaat penting.
Baca juga: Bahaya Infeksi Campak pada Ibu Hamil, Bisa Sebabkan Keguguran hingga Cacat Janin
Perubahan otak saat hamil bukan kerusakan tapi adaptasi
Penelitian menunjukkan bahwa selama kehamilan, terjadi penurunan sekitar 5 persen materi abu-abu (grey matter) di otak.
Meski terdengar mengkhawatirkan, para ahli menegaskan bahwa hal ini bukan berarti otak mengalami kerusakan.
“Penurunan volume materi abu-abu pada MRI tidak otomatis berarti kerusakan otak atau hilangnya sel saraf,” ujar ahli saraf Dr. Rab Nawaz Khan, disadur HELLO! Magazine, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, perubahan tersebut lebih mencerminkan proses penataan ulang koneksi otak.
“Dalam ilmu saraf, perubahan volume sering kali mencerminkan perombakan koneksi, perubahan pada dendrit, sel glia, dan keseimbangan cairan, bukan sekadar kehilangan neuron,” ujarnya.
Otak ibu hamil sedang mengatur ulang dirinya agar bekerja lebih efisien sesuai kebutuhan baru.
Baca juga: Ibu Hamil Dianjurkan untuk Tidur Miring ke kiri, Ini Alasannya
Otak menjadi lebih peka terhadap emosi dan isyarat sosial
Perubahan pada otak terutama terjadi di area yang berkaitan dengan kognisi sosial, seperti kemampuan membaca emosi, memahami niat orang lain, dan merespons isyarat sosial.
Kemampuan ini sangat penting dalam peran sebagai ibu, terutama dalam merawat bayi yang belum bisa berkomunikasi secara verbal.
Penelitian menemukan bahwa semakin besar perubahan pada otak, semakin kuat pula ikatan emosional antara ibu dan bayi.
Hal ini menunjukkan bahwa baby brain justru membantu ibu menjadi lebih peka terhadap kebutuhan anaknya, bukan sebaliknya.
“Area yang terpengaruh berkaitan dengan kemampuan membaca sinyal, menafsirkan niat, dan menyesuaikan emosi dengan orang lain,” jelas Dr. Khan.
Perubahan ini membuat ibu lebih fokus pada bayi, termasuk dalam mendeteksi kebutuhan atau potensi bahaya dengan cepat.
Baca juga: 40 Ucapan untuk Bayi Baru Lahir Penuh Doa dan Kebahagiaan
Peran hormon dalam membentuk baby brain
Perubahan pada otak ibu hamil juga dipengaruhi oleh lonjakan hormon selama kehamilan, terutama estrogen seperti estriol dan estrone.
Kadar hormon ini meningkat drastis selama kehamilan, lalu kembali normal setelah melahirkan. Dr. Khan menilai, hal ini merupakan proses biologis yang wajar.
“Hormon kehamilan meningkat ke tingkat yang jarang terjadi dalam hidup, dan hormon adalah pengatur kuat bagi fungsi otak,” tutur dia.
Ia juga menekankan, angka 5 persen yang disebut dalam penelitian adalah rata-rata dari hasil pencitraan otak, bukan berarti bagian otak benar-benar hilang.
Perubahan hormonal ini membantu otak beradaptasi dengan kebutuhan baru, termasuk dalam hal pengasuhan dan perlindungan bayi.
Baca juga: Tanda Menyusui Efektif, Berat Badan Bayi Bertambah
Baby brain justru membantu ikatan ibu dan bayi
Salah satu temuan penting dari penelitian ini adalah hubungan antara perubahan otak dengan kemampuan membangun ikatan emosional dengan bayi.
Peneliti menemukan bahwa pemulihan materi abu-abu setelah melahirkan berkaitan dengan meningkatnya kedekatan emosional dan berkurangnya respons negatif terhadap bayi.
Profesor Carmona bahkan mengibaratkan proses ini seperti memangkas pohon. Dengan mengurangi bagian tertentu, otak dapat bekerja lebih efisien dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.
“Pengasuhan awal membutuhkan kemampuan mendeteksi ancaman dengan cepat dan memprioritaskan sinyal dari bayi,” tambah Dr. Khan.
Baca juga: Mengapa Rambut Bisa Rontok Setelah Melahirkan? Ini Penjelasan Dokter
Ahli imbau agar ibu tidak perlu khawatir
Bagi banyak ibu hamil, perubahan kognitif seperti mudah lupa bisa menimbulkan kekhawatiran. Namun, para ahli menegaskan bahwa kondisi ini adalah hal yang normal.
“Pesan yang menenangkan adalah bahwa perubahan ini diharapkan terjadi, dan plastisitas otak merupakan tanda adaptasi, bukan penurunan,” ucap Dr. Khan.
Meski begitu, jika gangguan konsentrasi terasa berlebihan, ibu hamil disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Beberapa faktor seperti kurang tidur, kecemasan, depresi, gangguan tiroid, atau kekurangan zat besi juga bisa memperburuk kondisi tersebut.
Baca juga: Hati-hati, Kekurangan Zat Besi Ganggu Tumbuh Kembang Anak
Tag: #penyebab #baby #brain #ketika #hamil #jadi #lambat #berpikir