Kevin Warsh jadi Gubernur The Fed, Ancaman Inflasi Menanti
Ketua The Federal Reserve Kevin Warsh pilihan Presiden AS Donald Trump. (AP Photo/Jose Luis Magana)
14:12
16 Mei 2026

Kevin Warsh jadi Gubernur The Fed, Ancaman Inflasi Menanti

- Kevin Warsh menjadi Gubernur The Fed atau Federal Reserve ke-17 usai resmi disahkan oleh Senat pada tengah pekan lalu.

Kevin Warsh menjadi ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) yang telah lama berada di bawah tekanan politik dari Presiden AS Donald Trump.

The Fed juga menghadapi guncangan ekonomi imbas ketegangan geopolitik yang mendorong inflasi lebih tinggi.

Kevin Warsh yang berusia 56 tahun secara resmi akan menggantikan Ketua Fed Jerome Powell yang memiliki masa jabatannya delapan tahun.

Baca juga: Kevin Warsh Belum Dilantik, Jerome Powell Jadi Ketua Sementara The Fed

Jerome telah melewati beberapa krisis ekonomi dan bentrokan sengit dengan Gedung Putih untuk mempertahankan independensi politik bank sentral AS.

Warsh dikonfirmasi dalam pemungutan suara 54-45, sebagian besar terpecah berdasarkan garis partai, dengan hanya Senator Demokrat John Fetterman dari Pennsylvania yang membelot untuk memberikan suara mendukung nominasi Kevin Warsh.

Itu adalah pemungutan suara paling partisan untuk calon ketua The Fed dalam sejarah.

Peristiwa tersebut juga menggarisbawahi ketidaknyamanan di kalangan Demokrat dengan perlawanan Trump terhadap The Fed, meskipun Partai Republik secara luas menyambut kepemimpinan Warsh.

Warsh secara luas dipandang lebih sejalan dengan Trump, yang telah lama menuntut penurunan suku bunga.

Jabatan baru di tengah tekanan inflasi

Namun demikian, ia akan menjabat di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Tingkat inflasi AS melonjak ke level tertinggi tiga tahun pada bulan April, menurut Indeks Harga Konsumen terbaru, dan sekarang melampaui pertumbuhan upah.

Guncangan sektor energi mempersulit harapan akan penurunan suku bunga yang cepat.

Sedangkan, investor sekarang memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah hingga akhir tahun, atau bahkan menaikkan suku bunga jika inflasi memburuk.

Prospek tersebut kemungkinan akan membuat Trump frustrasi, yang mungkin akan melampiaskan kemarahannya pada Warsh dengan cara yang sama seperti yang telah dilakukannya pada Powell.

Presiden bahkan bercanda awal tahun ini, ia akan menuntut Warsh jika ia tidak menurunkan suku bunga.

Bagaimanapun, Ketua Fed hanyalah mewakili satu suara di Komite Pasar Terbuka Federal atau Federal Open Market Committee (FOMC) yang mempertimbangkan perubahan suku bunga.

Meskipun Warsh akan mengendalikan agenda di setiap pertemuan Fed, ia tidak akan memiliki wewenang sepihak atas apa yang diputuskan oleh mayoritas komite.

Sejauh ini, ada faksi pembuat kebijakan dengan kekuatan suara yang telah mengisyaratkan kekhawatiran serius terhadap inflasi.

Federal Reserve Bank of New York.SHUTTERSTOCK Federal Reserve Bank of New York.

Di bawah kepemimpinan Kevin Warsh

Era Warsh di The Fed diperkirakan akan membawa beberapa perubahan di dalam bank sentral AS tersebut.

Kevin Warsh telah mengusulkan atau mengisyaratkan pengurangan ukuran neraca The Fed sebesar 6,7 triliun dollar AS.

Warsh diproyeksikan akan berkoordinasi lebih erat dengan Departemen Keuangan terkait neraca.

Ia juga akan mengurangi jumlah pertemuan kebijakan setiap tahun dari delapan menjadi hanya empat dan mengadakan lebih sedikit konferensi pers.

Warsh juga diprediksi akan mengurangi jumlah karyawan The Fed yang berbasis di Washington.

Ke depan, Warsh tidak memberikan petunjuk yang sering tentang arah suku bunga.

Menurut analis JPMorgan, semua perubahan tersebut berada dalam lingkup wewenang Warsh sebagai ketua.

Perubahan kebijakan yang paling menantang bagi Warsh mungkin terletak pada neraca keuangan.

Selama bertahun-tahun, Warsh telah berulang kali menyatakan bahwa The Fed harus mengurangi pengaruhnya di pasar keuangan dengan mengecilkan neraca keuangan.

Hal ini bertujuan agar para bankir sentral dapat terutama mengandalkan instrumen tradisional mereka yakni suku bunga acuan untuk memerangi inflasi tinggi dan pengangguran tinggi.

Setelah Krisis Keuangan Besar dan sekali lagi selama pandemi, The Fed membeli aset senilai jutaan dollar AS seperti obligasi pemerintah untuk mendukung perekonomian.

Peristiwa tersebut dikenal sebagai sebuah kebijakan pelonggaran kuantitatif.

Pertemuan pertama Kevin Warsh pada Juni

Pertemuan pertama Warsh sebagai Ketua The Fed dijadwalkan pada 16-17 Juni 2026, dengan mantan Ketua Fed Powell tetap menjabat sebagai gubernur untuk sementara waktu.

Dalam konferensi pers terakhirnya sebagai ketua bulan lalu, Powell mengucapkan selamat kepada Warsh.

Powell mengatakan akan mendukung Kevin Warsh dengan cara apa pun sambil mundur dari sorotan untuk membiarkan kepala The Fed yang baru memimpin.

Ketua Fed biasanya mengundurkan diri sepenuhnya dari dewan setelah masa jabatannya sebagai pemimpin bank sentral berakhir, tetapi Powell akan tetap menjabat sambil memastikan penyelidikan terkait biaya renovasi kantor pusat The Fed benar-benar selesai.

Satu-satunya mantan ketua Fed lain yang tetap bertahan adalah Marriner Eccles pada tahun 1948, yang tetap berada di dewan selama beberapa tahun lagi.

Sebelumnya, Jerome Powell diperiksa oleh Departemen Kehakiman terkait dengan pembengkakan biaya renovasi kantor pusat The Fed di Washington DC.

Penyelidikan Departemen Kehakiman memicu kekhawatiran pemerintahan Trump berusaha untuk melemahkan independensi The Fed, yang akan membuka jalan bagi campur tangan politik dalam menetapkan suku bunga untuk ekonomi terbesar di dunia.

Penyelidikan yang dipimpin oleh Jaksa AS Distrik Columbia, Jeanine Pirro, akhirnya dihentikan, meskipun Pirro mengatakan dia mungkin akan membukanya kembali jika inspektur jenderal pemerintah federal menemukan bukti pelanggaran atau kelalaian tugas.

Baca juga: Senat AS Setujui Kevin Warsh Jadi Ketua Baru The Fed

Tag:  #kevin #warsh #jadi #gubernur #ancaman #inflasi #menanti

KOMENTAR