Makna Mendalam Batik ''Jaga Rawat Bumi'' Karya Dave Tjoa, Suarakan Krisis Lingkungan
- Batik kerap menjelma menjadi kanvas yang merekam berbagai dinamika kehidupan manusia.
Jauh dari sekadar keindahan corak dan perpaduan warna, selembar kain batik tulis mampu menyuarakan pesan kritis mengenai kelestarian lingkungan dan alam sekitar, seperti karya batik "Jaga Rawat Bumi" ciptaan pembatik Dave Tjoa.
Kain ini menjadi salah satu primadona yang sarat makna di pameran batik peranakan "Metamorfosa", dan merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem agar terhindar dari bencana.
Baca juga: Cerita di Balik Batik Jaga Rawat Bhinneka Karya Dave Tjoa
"Begitu pembuatan batik ini selesai, kejadianlah banjir yang di Aceh dan Sumatera Barat," kenang Dave perihal batik tersebut kepada Kompas.com di pameran tersebut di Lantai 8 Menara Kompas, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Refleksi keseimbangan alam lewat wastra
Karya "Jaga Rawat Bumi" yang diciptakan pada tahun 2025 ini membawa narasi filosofis tentang pentingnya merawat kelestarian lingkungan.
Melalui motif pada kainnya, Dave ingin menegaskan bahwa ulah keserakahan dan ketidakpedulian manusia terhadap alam dapat berakibat fatal.
Niat mulianya untuk menjadikan kain tersebut sebagai media pengingat seolah langsung dijawab oleh teguran nyata.
Musibah banjir bandang berskala besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir tahun lalu, terjadi sangat berdekatan dengan rampungnya pengerjaan batik tersebut.
"Jadi begitu (selesai), saya agak merinding ya. Maksudnya saya kan bikin itu cuma sebagai pengingat saja, tapi ternyata begitu batik jadi, ada kejadian itu. Sesuai sekali dengan judulnya 'Jaga Rawat Bumi'," ujar Dave.
Menurut dia, peristiwa tidak terduga itu semakin menebalkan makna bahwa karya seni sering kali menjadi cerminan realitas zaman dan kondisi wilayahnya.
"Jadi, batik itu sebenernya adalah suatu cerita, cerita tentang apa yang bisa disampaikan dari daerah setempat atau dari kebiasaan di daerah tersebut," imbuh dia.
Baca juga: Dedikasi Dave Tjoa Lestarikan Batik Peranakan Lewat Kain 8 Meter
Pameran batik peranakan bertajuk Metamorfosa di Menara Kompas Lantai 8, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Pameran ini berlangsung pada 9 April-5 Mei 2026.
Dedikasi tiga bulan di atas kain mori primisima
Untuk menggoreskan pesan lingkungan yang berbobot, Dave memilih material kain mori primisima berkualitas tinggi dengan ukuran 105 x 244 sentimeter sebagai mediumnya.
Proses pengerjaan batik tulis ini menuntut tingkat kesabaran yang luar biasa karena diselesaikan murni oleh tangannya seorang diri dalam kurun waktu tiga bulan penuh.
Dave menceritakan, membuat karya manual dengan tingkat ketelitian tinggi pada bidang kain yang besar tentu sangat menguras stamina fisik dan mental.
Dave bahkan rela memangkas waktu istirahat malamnya demi memastikan tumpahan lilin malam membentuk motif yang presisi dan sempurna.
"Struggle saya tuh kurang tidur itu saja arena terlalu banyak membatik gitu lho. Tapi memang batik menurut banyak orang seperti itu, adiktif. Saya bisa duduk lima jam membatik terus," ungkap Dave.
Baca juga: Dedikasi Dave Tjoa Lestarikan Batik Peranakan Lewat Kain 8 Meter
Merawat keberlangsungan seniman peranakan
Karya sarat teguran ekologis seperti "Jaga Rawat Bumi" membuktikan tingginya kepekaan seniman terhadap krisis lingkungan yang sedang terjadi.
Di samping membawa pesan kelestarian alam, karya ini juga menjadi medium penting untuk mengangkat eksistensi para pembatik Tionghoa yang kerap berjuang di tengah gempuran kain printingi alias batik cap.
Dave menyadari bahwa panggung apresiasi untuk karya-karya semacam ini, bukan cuma darinya tetapi juga dari pembatik lainnya, sangat dibutuhkan agar mereka tetap bersemangat merawat warisan budaya.
"Kesempatan ini (pameran) menjadi sangat berharga, dan sangat kami usahakan supaya terjadi, dan bagaimana agar mereka (masyarakat) paham bahwa kami tuh masih ada," ucap dia.
Jika ingin melihat langsung karya "Jaga Rawat Bumi", pameran "Metamorfosa" dibuka untuk umum setiap pukul 10.00-17.00 WIB dan berlangsung hingga 5 Mei 2026.
Selain menikmati pameran, pengunjung juga dapat berbelanja kain batik dalam bazaar yang berlokasi di Bentara Budaya Jakarta.
Baca juga: Pameran Metamorfosa Tampilkan Indahnya Batik Peranakan
Tag: #makna #mendalam #batik #jaga #rawat #bumi #karya #dave #tjoa #suarakan #krisis #lingkungan