5 Cara Mendidik Anak Lebih Bersyukur agar Tak Selalu Menuntut
- Jika pernah merasa bahwa anak kerap mengabaikan berbagai usaha yang telah orangtua lakukan untuk mereka, seperti menyiapkan makanan bergizi di meja, maka Anda tidak sendirian.
Sikap yang terkesan tidak tahu berterima kasih ini dapat memicu kebingungan bagi orangtua mengenai cara terbaik mendidik anak agar lebih menghargai apa yang telah mereka miliki saat ini, tanpa harus selalu mengaitkannya dengan barang-barang mewah atau uang.
"Apa yang tampak seperti ketidakbersyukuran seringkali merupakan kekurangan keterampilan, bukan kekurangan kepribadian," kata psikoterapis Christina Steinorth-Powell dalam tulisannya di Your Tango, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Kapan Waktu Tepat Mengajarkan Anak Meregulasi Emosi?
Namun, dengan sedikit penyesuaian pada cara orangtua merespons situasi tersebut, mereka dapat membantu anak beralih dari sikap yang selalu mengharapkan segalanya, menjadi pribadi yang benar-benar menghargai segala yang mereka miliki.
Cara mendidik anak agar lebih bersyukur
1. Berikan contoh perilaku yang diharapkan
Penelitian membuktikan, anak-anak yang lebih merasa bersyukur tidak hanya terhindar dari depresi dan sikap materialistis, tetapi juga jarang iri terhadap pencapaian orang lain.B ahkan, mereka cenderung memiliki prestasi yang lebih baik di sekolah.
Meskipun, sangat tidak realistis untuk mengharapkan anak-anak bebas dari sifat materialistis jika kamu sendiri masih menunjukkan sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari secara nyata.
"Anak-anak sangat memerhatikan perilaku orangtua mereka. Jika mereka melihat orangtuanya menginginkan mobil terbaru, komputer tercepat, dan mode terkini, bisa dipastikan mereka akan menginginkan hal yang sama. Lagipula, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya," ucap Steinorth-Powell.
Oleh karena itu, jika kamu mulai berpikir bahwa anak tidak pandai bersyukur, ada baiknya kamu memeriksa dan mengevaluasi kembali perilakumu sendiri.
2. Ajak menjadi sukarelawan bersama
Melibatkan anak dalam berbagai kegiatan sukarela selalu menjadi waktu dan langkah yang sangat tepat. Menurut Steinorth-Powell, ini karena ada begitu banyak peluang yang tersedia dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan di luar sana.
Baca juga: Cara Mendidik Anak agar Tidak Jadi Tukang Bully
"Pertimbangkan untuk memanggang kue bersama dan membawanya ke panti jompo setempat, atau mengunjungi tempat penampungan tunawisma dan membantu menyiapkan serta menyajikan makanan," tutur Steinorth-Powell.
Langkah ini merupakan cara yang luar biasa, sekaligus sangat mudah, untuk mencontohkan sikap memberi daripada sekadar menerima terus-menerus.
"Tindakan membantu orang asing, bukan hanya teman atau keluarga, sangat efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri anak," ucap Steinorth-Powell.
3. Jadikan apresiasi sebagai rutinitas
Rasa syukur adalah sebuah perilaku yang bisa dipelajari oleh siapa saja.S ebuah studi menjelaskan, ketika anak-anak merasa bahagia saat mereka membantu atau berbagi dengan orang lain sejak usia dini, mereka akan termotivasi untuk kembali berbuat baik.
Pada akhirnya, lanjut Steinorth-Powell, menciptakan sebuah siklus kebaikan yang tak terputus.
"Perasaan syukur sejak dini juga memotivasi anak-anak untuk membalas budi orang-orang yang telah membantu mereka, dan meneruskannya kepada orang lain," terang dia.
Oleh karena itu, mempraktikkan rasa syukur setiap hari adalah latihan sederhana yang bisa diterapkan untuk mengajarkan hal ini.
Saat duduk bersama untuk makan malam, cobalah bergiliran menyebutkan satu hal non-materi yang paling disyukuri pada hari itu.
"Orangtua dapat memberikan contoh dengan berbicara tentang bagaimana mereka bersyukur atas makanan yang mereka makan. Atau, mereka juga dapat berbicara tentang bagaimana mereka bersyukur atas bantuan kakek-nenek dalam mengasuh anak," Steinorth-Powell berujar.
Ketika orangtua menunjukkan bahwa mereka bersyukur atas hal-hal selain harta benda, hal itu membantu mengajarkan anak-anak hal yang sama, sehingga mereka menjadi tidak terlalu materialistis.
4. Berikan lebih sedikit barang
Salah satu cara paling mudah untuk membantu anak-anak belajar mensyukuri apa yang mereka miliki adalah dengan memberikan barang dalam jumlah yang lebih sedikit.
Secara logika, seseorang tidak akan bisa menghargai sesuatu secara maksimal apabila ia memiliki terlalu banyak barang di sekitarnya.
Baca juga: 5 Tips Tumbuhkan Kebiasaan Bersyukur demi Hidup Lebih Sejahtera
Mengurangi pemberian justru akan membantu anak-anak lebih mensyukuri dan menghargai fasilitas atau barang yang sudah ada di genggaman mereka.
Cara lainnya, kamu bisa mempertimbangkan untuk membuat hadiah buatan tangan atau merencanakan pengalaman berkesan bersama kerabat untuk ulang tahun maupun liburan.
Keuntungannya, hal ini juga mengajarkan anak bahwa kado yang luar biasa tidak selalu harus dibeli di toko dengan harga mahal.
5. Tulis ucapan terima kasih bersama
Meski terkesan sangat kuno di era modern yang serba digital ini, mengirimkan catatan ucapan terima kasih berupa tulisan tangan sebenarnya adalah salah satu metode terbaik untuk mendidik anak agar lebih bersyukur.
Steinorth-Powell mengatakan, proses ini tidak hanya mengajarkan anak tentang pentingnya sopan santun, tetapi juga melatih mereka untuk berfokus pada cara menunjukkan rasa terima kasih kepada sesuatu dan seseorang.
Sebagai nilai tambah, pesan manis yang ditulis tangan ini pasti akan sangat menggembirakan penerimanya, entah itu kakek-nenek, kerabat, atau teman dekat.
Tag: #cara #mendidik #anak #lebih #bersyukur #agar #selalu #menuntut