Sampah Kemasan Kosmetik Apa Saja yang Bisa Didaur Ulang di Paragon Empties Station?
- Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah kosmetik kini mulai meningkat, seiring hadirnya mesin penampung khusus seperti Paragon Empties Station di halte Transjakarta CSW, Jakarta Selatan.
Keberadaan fasilitas ini membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap limbah kecantikan yang dihasilkan sehari-hari.
Kira-kira produk kosmetik apa saja yang sebenarnya bisa disetorkan ke mesin ini?
Baca juga: Pengalaman Setor Sampah Kosmetik di Paragon Empties Station CSW Jakarta, Buat Limbah Jadi Bernilai
Jenis kemasan yang bisa disetor ke Paragon Empties Station
Menerima berbagai jenis kemasan kosmetik
Corporate Communication PlasticPay, Imam Pesuwaryantoro menjelaskan, mesin Paragon Empties Station memiliki cakupan penerimaan yang luas.
"Kalau untuk mesin Paragon Empties Station ini, kami menerima semua jenis kemasan kosmetik dari brand naungan Paragon dan non-Paragon,” katanya dalam Peluncuran Paragon Empties Station (PES), di Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).
Hal ini berarti masyarakat tidak perlu khawatir soal merek produk. Baik produk lokal maupun internasional tetap dapat disetorkan selama termasuk dalam kategori kemasan kosmetik.
Meski demikian, terdapat perbedaan dalam jumlah poin yang diberikan kepada pengguna.
Produk dari brand Paragon dengan kondisi yang masih baik akan mendapatkan poin lebih tinggi dibandingkan produk dari brand lain atau kemasan yang sudah rusak.
Jenis produk yang bisa disetor
Lebih lanjut, Imam menyebutkan, berbagai jenis produk kosmetik sehari-hari dapat dimasukkan ke dalam mesin ini.
“Kosmetik seperti lipstik, bedak, sabun cuci muka, dan lainnya juga bisa. Namun, dianjurkan untuk kemasannya sudah kosong agar lebih mudah didaur ulangnya,” ujar dia.
Jenis produk yang dimaksud tidak terbatas pada makeup dan skincare saja. Produk perawatan tubuh juga termasuk dalam kategori yang diterima.
“Kosmetik itu bukan hanya seputar makeup dan skincare, tapi bodycare pun bisa, dalam kemasan plastik maupun kaca,” tambah Imam.
Dengan demikian, botol losion, kemasan sabun, hingga wadah krim tubuh yang sudah habis pakai bisa menjadi bagian dari proses daur ulang melalui mesin ini.
Baca juga: Jangan Langsung Buang, Lakukan 5 Hal Ini pada Sampah Kemasan Skincare
Kemasan primer hingga kardus bisa diterima
Tidak hanya isi produk, jenis kemasan yang diterima pun cukup beragam. Head CSR ParagonCorp, Suci Hendrina mengungkapkan, mesin ini dirancang untuk menerima lebih dari sekadar botol atau wadah utama.
“Mesin ini bisa menerima kemasan primer ataupun kardus packaging produknya juga bisa,” ungkap Suci.
Kemasan luar seperti kardus pembungkus juga dapat dimasukkan ke dalam mesin, selama masih termasuk dalam kategori material yang bisa diproses.
Keberagaman jenis kemasan ini menjadi nilai tambah karena memudahkan masyarakat untuk mengelola limbah secara lebih menyeluruh, tanpa harus memilah terlalu banyak di rumah.
Dorongan untuk daur ulang yang lebih mudah
Keberadaan Paragon Empties Station di Halte Transjakarta CSW menjadi langkah nyata dalam mendekatkan akses daur ulang kepada masyarakat urban.
Lokasi yang strategis membuat siapa pun bisa menyetorkan sampah kosmetik di sela aktivitas sehari-hari.
Selain itu, anjuran untuk memastikan kemasan dalam kondisi kosong juga menjadi bagian penting dari proses ini.
Kemasan yang bersih akan mempermudah proses pengolahan dan meningkatkan efisiensi daur ulang.
Dengan semakin banyaknya jenis produk yang bisa diterima, masyarakat diharapkan tidak lagi membuang kemasan kosmetik sembarangan. Sebaliknya, limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang bermanfaat.
Baca juga: Kemasan Plastik The Body Shop Indonesia Diubah Menjadi Kaki Palsu
Tag: #sampah #kemasan #kosmetik #saja #yang #bisa #didaur #ulang #paragon #empties #station