3 Penyebab Kakak Adik Sering Bertengkar, Salah Satunya Sikap Pilih Kasih Orangtua
- Sebagian saudara kandung memiliki ikatan yang kuat. Namun, banyak pula kakak beradik yang tidak akur, sering bertengkar atau bahkan sampai bermusuhan.
Terapis berlisensi yang berbasis di Chigago, Amerika Serikat (AS), Erin Runt, LMFT, mengatakan, setiap keluarga memiiliiki dinamika yang berbeda.
Namun, apa yang menyebabkan hubungan kakak adik bisa menjadi tidak harmonis? Berikut Kompas.com rangkum, melansir dari Self Magazine, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Kakak Adik Sering Bertengkar? Begini Cara Orangtua Menghadapinya Menurut Psikolog
Hubungan kakak adik tidak harmonis
Faktor penentu kedekatan
Hubungan antara kakak dan adik bisa akur jika orangtua terlibat. Di beberapa keluarga, ayah dan ibu sengaja mendidik anak-anaknya agar terus akrab. Mereka diajarkan untuk saling melindungi dan memandang satu sama lain sebagai "sekutu" sejak dini.
Misalnya, ibu mungkin mendorongmu mengajak sang adik bermain, atau kakak laki-laki mengajarkan cara bersepeda.
Menurut Runt, pengalaman di masa kecil inilah yang secara diam-diam membentuk pola hubungan kakak beradiik saat dewasa.
Penyebab kakak adik sering bertengkar
Ilustrasi kakak adik.
Meskipun peran orangtua sangat penting dalam menumbuhkan benih kasih sayang, ada kalanya tindakan yang kurang tepat malah menjadi pemicu keretakan.
Beberapa faktor internal dalam pola asuh maupun kondisi personal antar-saudara sering kali menjadi akar penyebab mengapa keharmonisan sulit tercapai.
1. Pilih kasih
Sebagaimana kenangan positif merekatkan hubungan, pengalaman pahit justru mampu menjauhkan kakak dan adik.
“Pilih kasih adalah salah satu dari banyak hal yang dilakukan orangtua, meskipun itu tidak disengaja,” kata terapis yang berbasis di Washington, DC, AS, Karen Gail Lewis, MSW, EdD.
Tidak peduli apakah kamu anak sulung, anak tengah, atau bungsu, pihak yang tidak memperoleh perlakuan istimewa biasanya akan menyimpan rasa sakit hati.
Perlakuan tidak adil ini bisa berupa rentetan kritik tajam hingga perbandingan tiada henti. Dendam yang tertanam mempersulit upaya membangun kepercayaan jangka panjang.
2. Jarak usia
Banyak pihak kerap menebak-nebak soal rentang usia paling ideal antar saudara kandung. Menurut Gail Lewis, tidak ada pola yang jelas yang dpat memprediksi kedekatan dalam hal usia atau jenis kelamin.
Jarak umur mencapai enam tahun atau lebih dapat menyulitkan interaksi setara, sedangkan tumbuh bersama dengan selisih usia berdekatan lebih berpeluang menciptakan persahabatan.
Kendati demikian, jarak perbedaan usia yang terlalu jauh juga memiliki nilai positifnya karena menghilangkan persaingan antara kakak dan adik.
Sementara itu, kakak adik dengan rentang usia berdekatan lebih rentan diadu domba atau dibandingkan secara halus, sehingga berpotensi merusak keharmonisan hubungan secara perlahan.
Baca juga: Jangan Asal Bersikap, Pola Asuh Orangtua Pengaruhi Hubungan Kakak Adik
3. Perbedaan kepribadian
Terkadang, alasan utama kamu tidak akur dengan kakak atau adik adalah minimnya kesamaan minat.
Ilustrasi kakak adik.
Menurut Runt dan Gail Lewis, perbedaan karakter ekstrem membuat kalian seolah hidup di dunia berbeda. Apabila tidak terikat satu atap, kalian mungkin tidak akan pernah memilih satu sama lain sebagai teman.
Sangat sulit menyatukan sosok yang suka berdiam diri di kamar dengan sosok yang sangat aktif. Begitu pula seorang pemberontak pencinta risiko akan kesulitan membangun persahabatan dengan individu yang mematuhi aturan orangtua.
Akan ada waktu untuk akur kembali
Meskipun perbedaan karakter dan masa lalu yang pahit tampak sulit didamaikan, hubungan persaudaraan sebenarnya bersifat dinamis.
Seiring bertambahnya usia dan kedewasaan, tembok besar yang menghalangi komunikasi antar-saudara bisa saja runtuh dengan sendirinya.
Baca juga: Tips Parenting untuk Mencegah Persaingan Kakak Adik sejak Dini
Runt mengatakan, peluang mereka untuk kembali akrab akan terbuka apabila mereka telah melewati fase kehidupan yang serupa.
"Mungkin mereka berdua mulai memiliki anak atau menikah sekitar waktu yang sama," tutur dia.
Bisa juga karena mereka memiliki kenangan yang serupa tentang sosok yang sama, misalnya kakak beradik pernah diajar oleh guru yang dikenal baik, dan guru tersebut meninggalkan kesan positif di benak mereka.
Perubahan semacam ini alamiahnya mendorong mereka bertukar pikiran atau saling mengandalkan satu sama lain.
Rentetan pengalaman tersebut dapat menghadirkan titik temu baru yang membuat ikatan persaudaraan terasa lebih natural dan tidak dipaksakan.
Baik Runt maupun Gail Lewsi menegaskan, tidak semua ikatan persaudaraan harus selalu terlihat kompak setiap saat.
Tag: #penyebab #kakak #adik #sering #bertengkar #salah #satunya #sikap #pilih #kasih #orangtua