7 Ciri Orang Problematik Menurut Psikologi, Suka Menyalahkan Orang Lain
Kenali 7 ciri orang problematik menurut psikologi, dari suka menyalahkan orang lain hingga menguras energi emosional orang sekitar.(freepik)
15:05
4 April 2026

7 Ciri Orang Problematik Menurut Psikologi, Suka Menyalahkan Orang Lain

  Dalam kehidupan sehari-hari, ada orang-orang yang kehadirannya justru sering membuat hubungan terasa melelahkan secara emosional.

Bukan karena selalu terlibat konflik besar, tetapi karena pola perilakunya berulang dan perlahan menguras energi orang di sekitarnya.

Dalam psikologi, perilaku seperti ini sering dikaitkan dengan kecenderungan problematik, yakni saat seseorang terus menunjukkan sikap yang mengganggu relasi, sulit diajak bertanggung jawab, atau tidak peka terhadap batasan sosial.

Dikutip dari YourTango, konselor kesehatan mental Stephanie A. Sarkis menyebut orang problematik kerap menunjukkan tanda-tanda halus yang awalnya terlihat biasa, tetapi dalam jangka panjang dapat merusak hubungan interpersonal.

Berikut tujuh ciri yang paling sering muncul:

1. Suka menyalahkan orang lain

Salah satu tanda paling jelas adalah sulit mengakui kesalahan sendiri.

Ketika ada masalah, perhatian langsung diarahkan kepada orang lain, situasi, atau keadaan.

Psikolog Thomas Plante menjelaskan bahwa orang dengan kecenderungan ini sering menghindari tanggung jawab karena merasa perlu mempertahankan citra diri mereka.

Akibatnya, kesalahan pribadi justru dibungkus menjadi tuduhan terhadap pihak lain.

2. Berbohong soal hal-hal kecil

Kebohongan kecil sering dianggap sepele, tetapi jika dilakukan terus-menerus, hal ini menunjukkan masalah dalam kejujuran dan rasa aman terhadap diri sendiri.

Menurut Dr. Beau Nelson dari FHE Health, kebiasaan berbohong pada hal kecil sering muncul sebagai mekanisme pertahanan untuk menutupi rasa tidak percaya diri atau takut dikritik.

Baca juga: Ciri-Ciri Orang Flirting dan Kaitannya dengan Proses PDKT

3. Sering memotong pembicaraan orang lain

Orang problematik sering sulit memberi ruang bagi orang lain untuk bicara sampai selesai.

Dalam percakapan, mereka cenderung ingin mendominasi, memotong penjelasan, atau langsung mengarahkan topik kembali ke dirinya sendiri.

Penelitian dalam Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa ketika seseorang merasa tidak didengar, kualitas hubungan bisa menurun karena muncul rasa tidak dihargai.

4. Sering melakukan gaslighting

Gaslighting adalah ketika seseorang membuat orang lain meragukan perasaan, ingatan, atau penilaiannya sendiri.

Misalnya, setelah berkata kasar, ia justru mengatakan, “Kamu terlalu sensitif” atau “Aku nggak pernah bilang begitu.”

Menurut Cindy Watson, perilaku ini sering muncul karena seseorang kesulitan menghadapi percakapan emosional secara sehat.

5. Terlalu dramatis dalam merespons masalah

Masalah kecil bisa berubah besar karena respons emosional yang berlebihan.

Psikoterapis Richard Loebl menjelaskan bahwa sikap dramatis sering berkaitan dengan kemampuan regulasi emosi yang kurang matang, sehingga emosi keluar tanpa filter yang proporsional.

Akibatnya, lingkungan sekitar sering merasa harus ikut menanggung ledakan emosi tersebut.

6. Tidak konsisten dan sulit diandalkan

Hari ini berjanji, besok menghilang. Orang problematik sering sulit menjaga komitmen, baik dalam hal waktu, ucapan, maupun tanggung jawab sederhana.

Psikolog Sabrina Romanoff menyebut ketidakkonsistenan membuat orang lain terus-menerus berada dalam ketidakpastian.

Dalam hubungan apa pun, ketidakjelasan seperti ini bisa menimbulkan rasa lelah.

Baca juga: Ciri-ciri Orang Kesepian Menurut Psikolog, Tak Cuma Merasa Sedih

Kenali 7 ciri orang problematik menurut psikologi, dari suka menyalahkan orang lain hingga menguras energi emosional orang sekitar.freepik Kenali 7 ciri orang problematik menurut psikologi, dari suka menyalahkan orang lain hingga menguras energi emosional orang sekitar.

7. Menguras energi emosional orang sekitar

Setelah berbicara dengan seseorang, kadang kita justru merasa lelah tanpa alasan jelas.

Ini bisa terjadi karena orang tersebut terus membawa drama, keluhan, kritik, atau tekanan emosional tanpa memberi ruang yang sehat.

Dalam psikologi populer, tipe ini sering disebut emotional vampire, yakni orang yang secara tidak sadar membuat orang lain kehilangan energi mental.

Meski begitu, penting dipahami bahwa memiliki satu sifat sulit tidak otomatis membuat seseorang sepenuhnya problematik.

Yang perlu diperhatikan adalah apakah pola itu terus berulang, merugikan hubungan, dan tidak ada upaya memperbaiki diri.

Disclaimer: Istilah “orang problematik” bukan diagnosis klinis, melainkan gambaran pola perilaku dalam relasi sosial menurut perspektif psikologi.

Tag:  #ciri #orang #problematik #menurut #psikologi #suka #menyalahkan #orang #lain

KOMENTAR