Pemerintah Dinilai Tak Peka, Anies: Pemborosan di Atas, Pengetatan di Bawah
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditemui usai Open House Lebaran 2026 di kediamannya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)
08:32
20 Mei 2026

Pemerintah Dinilai Tak Peka, Anies: Pemborosan di Atas, Pengetatan di Bawah

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan kritik kepada pemerintah yang dinilai tak peka dengan kondisi ekonomi saat ini.

Dia mengatakan, tidak ada keteladanan yang hadir dari pemerintah dalam situasi sulit.

"Keteladanan juga tidak hadir, di saat rakyat diminta berhemat mengencangkan ikat pinggang, pemerintah justru sibuk dengan hal-hal yang bukan prioritas," kata Anies dalam video di akun instagramnya @aniesbaswedan, diunggah Rabu (20/5/2026).

"Pemborosan di atas, pengetatan di bawah. Ini tampak sebagai ketidakpekaan, (padahal) peringatan sudah datang dari mana-mana," ucap Anies lagi.

Kompas.com telah mendapat konfirmasi dari tim Anies terkait dengan pengutipan video yang diunggah tersebut.

Baca juga: Anies: Publik Butuh Kepastian Bukan Masalah yang Ditaburi Gula-gula

Padahal menurut Anies, peringatan terkait krisis ekonomi sudah datang dari berbagai pihak, dari ekonomi dalam negeri hingga lembaga keuangan internasional.

Tak hanya itu, media masa nasional dan internasional juga memberitakan hal yang sama terkait dengan kondisi ekonomi saat ini.

"Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama. Ini yang dipertaruhkan sudah hajat hidup ratusan juta orang maka situasi ini harus diperlakukan dengan keseriusan yang sepadan," ucapnya.

Dalam kondisi saat ini, Anies mengatakan yang diperlukan publik dan pasar adalah kepastian, bukan ketenangan semu atau masalah yang ditutupi dengan gula-gula.

Baca juga: Anies Buka Suara, Sebut Kondisi Negeri Tak Baik-Baik Saja

"Sayangnya itu yang justru tidak kita dapatkan. Data dipilih-pilih, hanya yang baik yang ditampilkan, yang buruk disembunyikan," ucap Anies.

Kondisi Tidak Baik-Baik Saja

Anies juga menegaskan, kondisi negeri saat ini sedang tidak baik baik saja.

"Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah tabungan tergerus, dan ini berdampak pada hajat hidup orang banyak," ucapnya.

Ia juga menyebut tantangan di depan juga masih panjang. Kondisi geopolitik yang memanas, konflik membayang di timur tengah.

"Dan para ilmuwan mengingatkan El Nino terkuat dalam sejarah pengamatan itu sudah ada depan mata. Satu ujian saja berat, saat ini beberapa datang bersamaan maka beratnya berlipat," ucapnya.

Baca juga: Dolar AS Melejit Bikin Kedelai Mahal, Pengusaha di Semarang Terpaksa Naikkan Harga Tempe

Sebab itu dia juga mengajak masyarakat untuk bersiap.

"Suka tidak suka, masa-masa berat masih ada di depan kita. Tekanan ekonomi belum reda, cuaca ekstrim akan hadir dan menerpa, dan dunia di luar sedang bergolak," katanya.

Anies tidak mengajak untuk pesimis, ia meminta agar masyarakat bisa optimis melewati tantangan berat, dengan syarat dilalui dengan mata terbuka tanpa ilusi yang dibuat-buat.

"Kita pasti bisa, tapi syaratnya satu, serius. Mari kita serius mengurus bangsa ini, terima kasih," tandasnya.

Tag:  #pemerintah #dinilai #peka #anies #pemborosan #atas #pengetatan #bawah

KOMENTAR