Punya Cucu Bisa Bikin Panjang Umur, Ini Kata Studi
– Studi terbaru menunjukkan bahwa peran ini juga bisa berdampak positif pada kesehatan, bahkan berpotensi memperpanjang usia.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychology and Aging menemukan bahwa lansia yang sesekali membantu merawat cucu memiliki fungsi kognitif yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak terlibat sama sekali.
Psikiater Dr. MaryEllen Eller mengatakan, manfaat tersebut berkaitan erat dengan koneksi sosial.
Baca juga: Mengapa Orangtua yang Dulu Keras pada Anak Kini Lembut pada Cucu?
“Penelitian yang terus berkembang menunjukkan bahwa koneksi sosial sama kuatnya dengan faktor lain dalam menjaga kesehatan otak,” jelas dia, dikutip Pevention, Kamis (26/3/2026).
Lantas, bagaimana sebenarnya peran kakek dan nenek bisa berdampak pada umur panjang? Simak penjelasannya.
Hubungan punya cucu dengan panjang umur
Interaksi dengan cucu bantu menjaga fungsi otak tetap tajam
Salah satu temuan utama dari studi ini adalah meningkatnya fungsi kognitif pada lansia yang terlibat dalam pengasuhan cucu secara ringan.
Aktivitas sederhana seperti bermain, berbicara, hingga membantu kegiatan sehari-hari ternyata mampu merangsang kerja otak.
Menurut Dr. Eller, banyak orang mengira kesehatan otak hanya bergantung pada aktivitas seperti olahraga atau teka-teki. Namun, interaksi sosial juga memiliki peran besar.
“Selama ini kita berpikir kesehatan otak hanya soal olahraga atau pola makan, tetapi koneksi sosial juga sangat kuat pengaruhnya,” kata Dr. Eller.
Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa kakek dan nenek yang aktif berinteraksi dengan cucu memiliki kemampuan memori dan verbal yang lebih baik.
Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas sosial yang bermakna mampu menjaga otak tetap aktif seiring bertambahnya usia.
Aktivitas mengasuh jadi latihan otak dan tubuh sekaligus
Merawat cucu bukan sekadar aktivitas santai, tetapi juga melibatkan banyak fungsi kognitif dan fisik sekaligus. Psikolog klinis Deborah Gilman menjelaskan, aktivitas ini bisa menjadi latihan lengkap bagi tubuh dan otak.
Baca juga: 5 Manfaat Jalan-jalan Bersama Cucu untuk Lansia
“Berinteraksi dengan anak kecil melibatkan perencanaan, pemecahan masalah, serta pengaturan emosi. Ini adalah jenis stimulasi yang sangat dibutuhkan oleh otak yang menua,” tambah dia.
Selain itu, aktivitas fisik ringan seperti berjalan ke taman, bermain, atau sekadar bergerak aktif bersama cucu juga membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi peradangan dalam tubuh.
Kombinasi antara aktivitas mental dan fisik inilah yang membuat peran sebagai kakek dan nenek menjadi sangat bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.
Koneksi sosial dan tujuan hidup jadi kunci utama
Lebih dari sekadar aktivitas fisik dan mental, manfaat terbesar dari menjadi kakek dan nenek adalah munculnya rasa memiliki tujuan hidup.
Hal ini penting, terutama setelah seseorang memasuki masa pensiun atau kehilangan rutinitas sebelumnya.
Dr. Eller menekankan, hubungan yang bermakna memiliki dampak besar pada kesehatan jangka panjang.
“Ketika kita memiliki hubungan yang berarti, kita cenderung tetap aktif secara mental, emosional, dan terlibat dalam kehidupan,” jelasnya.
Rasa dibutuhkan oleh cucu juga dapat meningkatkan kebahagiaan dan menurunkan risiko stres maupun depresi. Faktor-faktor ini diketahui berkaitan langsung dengan umur panjang.
Pengasuhan ringan justru lebih baik
Meski memiliki banyak manfaat, para ahli mengingatkan bahwa keterlibatan sebagai kakek dan nenek tetap harus dalam batas yang sehat.
Studi menemukan, bahwa pengasuhan ringan justru memberikan manfaat terbaik dibandingkan pengasuhan penuh waktu.
Gilman menjelaskan, pengasuhan intensif bisa memicu stres kronis yang justru berdampak negatif.
“Pengasuhan dalam intensitas tinggi justru dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif, kemungkinan karena stres yang berkepanjangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran sebagai kakek dan nenek bisa menjadi obat stres jika dilakukan dalam kadar yang tepat. Terlibat aktif tanpa merasa terbebani akan memberikan manfaat optimal bagi kesehatan.
Tidak punya cucu? Manfaatnya bisa didapat dari relasi sosial lain
Menariknya, para ahli juga menegaskan bahwa manfaat ini tidak hanya terbatas pada kakek dan nenek. Intinya terletak pada koneksi sosial dan interaksi yang bermakna.
Dr. Eller menilai, hubungan dengan generasi muda, baik melalui kegiatan sukarela, mentoring, atau komunitas, dapat memberikan manfaat serupa.
“Benang merahnya bukan pada hubungan biologis, tetapi pada koneksi sosial itu sendiri,” jelasnya.
Siapa pun tetap bisa mendapatkan manfaat bagi kesehatan otak dan umur panjang selama tetap aktif secara sosial dan memiliki hubungan yang bermakna.
Baca juga: Manfaat Mengasuh Cucu bagi Kesehatan Otak Kakek dan Nenek