Bolehkah Puasa Syawal Sekaligus Niat Qadha Ramadan? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Puasa Syawal Sekaligus Niat Qadha Ramadan? Ini Penjelasan Ulama (Istimewa)
13:08
25 Maret 2026

Bolehkah Puasa Syawal Sekaligus Niat Qadha Ramadan? Ini Penjelasan Ulama

Memasuki bulan Syawal, umat Islam berlomba mengerjakan puasa sunnah, namun banyak yang masih bingung terkait status utang puasa Ramadan sebelumnya. Pertanyaan seputar bolehkah menggabungkan puasa Syawal sekaligus niat qadha sering muncul agar keutamaan ibadah tetap sah didapatkan.

Setelah sebulan penuh digembleng di bulan suci, Syawal hadir sebagai bulan berkah untuk menguji tingkat istiqamah kita dalam beramal.

Salah satu amalan primadonanya tentu saja puasa enam hari. Rasulullah SAW memberikan jaminan luar biasa terkait hal ini:

"Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim).

Namun, realitanya banyak dari kita, terutama kaum perempuan yang mengalami haid, orang sakit, atau musafir, masih memiliki utang puasa wajib.

Lalu, mana yang harus didahulukan? Bolehkah kita memborong pahalanya dengan menggabungkan niat keduanya?

Hukum dan Prioritas: Wajib vs Sunnah

Mari kita dudukkan dulu perkaranya. Puasa qadha adalah ibadah mutlak (wajib) untuk mengganti utang puasa.

Hal ini tegas disampaikan oleh Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 184:

“Maka barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka wajib menggantinya pada hari-hari yang lain.”

Di sisi lain, puasa Syawal adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Perbedaan tingkat kewajiban ini menjadi kunci utamanya.

Puasa qadha jika tidak dikerjakan berdosa, sedangkan puasa Syawal tidak mendatangkan dosa jika dilewatkan.

Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah SWT berfirman:

“Tidak ada amalan yang lebih Aku cintai dari hamba-Ku kecuali apa yang telah Aku wajibkan atasnya.” (HR. Bukhari).

Merujuk pada hadis tersebut, mendahulukan puasa qadha sejatinya lebih utama karena menunjukkan tanggung jawab dan adab seorang muslim terhadap kewajiban agamanya.

Lalu, Bagaimana Pandangan Para Ulama?

Terkait pelaksanaan puasa qadha dan Syawal, para ulama memiliki sudut pandang yang memperkaya wawasan fiqih kita:

  • Mazhab Syafi’i dan Hambali:

Aliran ini mewajibkan umat Islam untuk melunasi puasa qadha terlebih dahulu sebelum menyentuh puasa Syawal. Imam Nawawi menggarisbawahi bahwa bonus "pahala puasa setahun" di bulan Syawal hanya berlaku bagi mereka yang telah menyempurnakan puasa Ramadannya (tidak punya utang/sudah lunas).

  • Mazhab Hanafi dan Sebagian Ulama Kontemporer:

Berbeda halnya dengan pandangan ini. Mereka memperbolehkan mendahulukan puasa Syawal karena waktu pelaksanaannya sangat sempit (hanya di bulan Syawal), sementara waktu qadha sangat panjang (hingga sebelum Ramadan berikutnya).

"Tidak pernah saya meng-qadha puasa yang saya tinggalkan pada bulan Ramadhan selain pada bulan Syaban sampai Rasulullah SAW meninggal dunia," (HR Tirmidzi dan Abu Huzaimah).

Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? (freepik)Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? (freepik)

Solusi Jitu: Cara Mengatur Niat dan Waktu

Bagi Anda yang masih memiliki utang puasa namun tergiur pahala Syawal, ada dua jalan keluar yang bisa dipraktikkan:

1. Cara Terpisah (Paling Aman): Lunasi dulu utang qadha Anda di awal Syawal, lalu setelah beres, lanjutkan dengan puasa Syawal 6 hari. Ini adalah rute paling ideal dan berpahala sempurna tanpa keraguan.
2. Cara Gabung Niat (Bagi yang Terdesak Waktu): Jika bulan Syawal hampir habis, sebagian ulama membolehkan penggabungan niat. Anda cukup melafalkan dalam hati niat mengqadha puasa Ramadan sekaligus mendapatkan keutamaan sunnah Syawal. Meski sah, beberapa ulama mengingatkan bahwa pahala yang didapat mungkin tidak utuh seperti mengerjakannya secara terpisah.

Bahaya Menunda Utang Puasa

Satu hal yang pantang dilakukan adalah menunda qadha tanpa uzur syar'i hingga melampaui Ramadan tahun berikutnya.

Tindakan ini sangat dimakruhkan, bahkan bisa berujung dosa. Imam Malik menegaskan, siapa pun yang menunda qadha hingga masuk Ramadan baru, ia tak hanya wajib mengganti puasanya, tapi juga terkena denda dengan membayar fidyah.

Pada akhirnya, qadha dan Syawal adalah dua sisi mata uang dalam pembentukan karakter muslim.

Puasa qadha melatih kedisiplinan dan tanggung jawab kita di hadapan Sang Pencipta, sementara puasa Syawal memupuk semangat pantang kendor dalam beribadah. Pilihlah jalan yang paling menentramkan hati Anda, dan mulailah berpuasa!

Editor: Agatha Vidya Nariswari

Tag:  #bolehkah #puasa #syawal #sekaligus #niat #qadha #ramadan #penjelasan #ulama

KOMENTAR