Mengenal Bahan Skincare Alami dari Hutan Kalimantan dan Manfaatnya
Ilustrasi(FREEPIK)
20:35
24 Februari 2026

Mengenal Bahan Skincare Alami dari Hutan Kalimantan dan Manfaatnya

– Hutan tropis Kalimantan menyimpan kekayaan tanaman yang tidak hanya bermanfaat sebagai obat tradisional, tetapi juga telah diteliti dan dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam produk skincare.

Ketua Pusat Kolaborasi Riset Kosmetik, Prof. Enos Tangke Arung, S.Hut., M.P., Ph.D., mengungkapkan bahwa berbagai tanaman lokal memiliki kandungan senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan kulit.

“Potensinya sangat besar karena Indonesia selain diversitasnya banyak, jumlahnya juga banyak,” ujar Enos saat ditemui setelah acara Nose Innovation Day di Kelapa Gading, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Kulit Sensitif Mudah Iritasi? Ini Pilihan Skincare yang Perlu Diperhatikan

Menurutnya, penelitian terhadap tanaman hutan tidak hanya bertujuan menemukan manfaat baru, tetapi juga mengangkat potensi lokal agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas, termasuk dalam industri kecantikan.

Enos yang juga merupakan tim peneliti dari Universitas Mulawarman mengatakan bahwa tanaman-tanaman ini tersebar di berbagai wilayah Kalimantan, seperti Kutai Barat, Berau, dan Malinau.

Macaranga untuk Anti-Aging dan Antiinflamasi

Salah satu tanaman yang banyak diteliti berasal dari genus Macaranga. Tanaman ini diketahui memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi.

Antioksidan berperan penting dalam melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit.

“Tanaman ini memiliki aktivitas antioksidan yang baik sehingga berpotensi untuk anti-aging dan antiinflamasi,” jelas Enos.

Dengan karakteristik tersebut, Macaranga dinilai dapat dimanfaatkan dalam produk perawatan kulit untuk membantu menjaga elastisitas sekaligus mengurangi peradangan.

Baca juga: Tren Skincare di Tahun 2026, dari Sunscreen Natural hingga Skincare K-beauty

Artocarpus, Bantu Mencerahkan Kulit

Selain itu, tanaman dari genus Artocarpus, yang masih satu keluarga dengan nangka, juga menjadi fokus penelitian.

Tanaman ini diketahui memiliki kemampuan menghambat enzim tirosinase, yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan melanin pada kulit.

Dengan mekanisme tersebut, Artocarpus dapat digunakan dalam produk skincare untuk membantu mencerahkan kulit dan mengurangi hiperpigmentasi.

“Artocarpus ini potensial untuk pencerah kulit karena bisa menghambat enzim tirosinase,” kata Enos.

Baca juga: Saran Dermatolog untuk Pilih Zat Aktif Skincare Sesuai Masalah Kulit

Ficus, Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Kulit

Tanaman lain yang juga diteliti adalah dari genus Ficus, yang tidak hanya berada di Kalimantan, tetapi juga tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia.

Ficus memiliki kandungan senyawa aktif yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi sehingga dapat membantu menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.

Menurut Enos, kandungan ini berpotensi membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan lingkungan sekaligus menjaga kondisi kulit tetap stabil.

Dari Pengetahuan Tradisional ke Validasi Ilmiah

Ketua Pusat Kolaborasi Riset Kosmetik, Prof. Enos Tangke Arung, S.Hut., M.P., Ph.D. dalam acara Nose Innovation Day di Kelapa Gading, Senin (23/2/2026).KOMPAS.com/Aliyah Shifa Rifai Ketua Pusat Kolaborasi Riset Kosmetik, Prof. Enos Tangke Arung, S.Hut., M.P., Ph.D. dalam acara Nose Innovation Day di Kelapa Gading, Senin (23/2/2026).

Penelitian terhadap tanaman-tanaman tersebut berawal dari pengetahuan tradisional masyarakat yang telah digunakan secara turun-temurun dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk perawatan kulit maupun pengobatan alami.

Menurut Enos, praktik tradisional ini menjadi titik awal penting dalam proses penelitian karena sudah memberikan gambaran awal terkait manfaat suatu tanaman.

Selanjutnya, penggunaan tersebut tidak langsung dianggap benar, tetapi divalidasi melalui penelitian ilmiah di laboratorium untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya secara lebih terukur.

Baca juga: Rutinitas Skincare Wulan Guritno untuk Atasi Jerawat

“Kita mulai dari penggunaan tradisional, lalu kita validasi secara ilmiah apakah benar manfaatnya,” ujarnya.

Proses ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari pengujian aktivitas biologis, identifikasi senyawa aktif, hingga analisis mekanisme kerja bahan tersebut pada kulit.

Jika hasilnya terbukti konsisten, penelitian akan dilanjutkan ke tahap yang lebih lanjut untuk mengembangkan bahan tersebut menjadi kandidat bahan aktif dalam formulasi produk skincare.

Baca juga: Tren Skincare Lokal Meningkat, Begini Cara BPOM Memastikan Produk Aman Digunakan

Peluang Besar untuk Industri Skincare Lokal

Dengan berbagai hasil temuan tersebut, tanaman khas Kalimantan dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku skincare berbasis alami.

Selain mendukung inovasi produk, pemanfaatan tanaman ini juga dianggap lebih berkelanjutan karena bagian yang digunakan umumnya berupa daun atau buah.

“Yang diambil bukan kayunya sehingga tetap menjaga kelestarian hutan,” jelas Enos.

Ke depan, pengembangan ini diharapkan tidak hanya mendorong industri kosmetik lokal, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar dalam proses budidaya dan pengolahan bahan baku.

Baca juga: BPOM Sebut Skincare Berbahan Alami Belum Tentu Teruji Ilmiah, Jangan Terkecoh

Tag:  #mengenal #bahan #skincare #alami #dari #hutan #kalimantan #manfaatnya

KOMENTAR