6 Tips Membuat Menstruasi Lebih Nyaman Bebas Keluhan
- Menstruasi kerap datang tanpa kompromi. Rasa nyeri di perut, kembung, perubahan emosi, hingga bau tak sedap sering kali membuat hari-hari saat haid terasa lebih berat.
Meski sering dianggap sebagai peristiwa bulanan, siklus menstruasi rata-rata berlangsung selama 28 hari. Artinya, dalam setahun, seseorang bisa mengalami sekitar 13 kali menstruasi.
Bahkan, siklus normal bisa berkisar antara 21 hingga 35 hari, sehingga jumlah menstruasi per tahun dapat mencapai 10 hingga 17 kali.
Kabar baiknya, ada berbagai cara yang bisa dilakukan agar menstruasi terasa lebih ringan dan tidak terlalu mengganggu aktivitas. Berikut 6 tips yang dirangkum dari para ahli untuk membantu membuat masa haid lebih nyaman.
Baca juga: Haid Tak Teratur Bisa Jadi Tanda Polip atau Miom, Jangan Anggap Sepele
1. Catat dan kenali pola siklus menstruasi
Menstruasi akan terasa lebih mudah dijalani jika kamu sudah siap menghadapinya. Salah satu kuncinya adalah mengetahui kapan siklus haid akan datang.
Dengan mencatat kalender menstruasi atau menggunakan aplikasi pelacak siklus, kamu bisa memperkirakan waktu menstruasi berikutnya.
Persiapan ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga membantu dalam perencanaan aktivitas penting, seperti perjalanan atau agenda khusus.
Selain itu, kamu bisa memastikan stok pembalut, tampon, serta obat pereda nyeri selalu tersedia sebelum haid dimulai.
Baca juga: Telat Haid karena Stres, Apa Sebabnya?
Ilustrasi remaja.
2. Kendalikan kram sejak awal
Kram perut menjadi keluhan paling umum saat menstruasi. Nyeri haid merupakan keluhan nomor satu yang dialami perempuan, terutama pada usia remaja.
Dokter kandungan asal Connecticut, Mary Jane Minkin menjelaskan, kram biasanya muncul setelah seseorang mulai mengalami ovulasi secara teratur.
“Banyak remaja perempuan awalnya mengalami menstruasi tanpa kram. Ketika kram mulai muncul, mereka sering panik. Padahal, ini hal yang sangat umum dan justru menandakan bahwa ovulasi terjadi,” ujarnya, seperti dilansir Seventeen, Sabtu (14/2/2026).
Obat pereda nyeri golongan NSAID seperti ibuprofen atau naproksen terbukti efektif meredakan kram, terutama jika dikonsumsi sejak awal nyeri terasa.
“Jangan menunggu sampai rasa sakitnya parah. Minum obat saat kram mulai terasa dan lanjutkan sampai menstruasi selesai,” kata Minkin.
Baca juga: 4 Cara Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat
3. Siapkan produk menstruasi yang tepat
Meski terlihat banyak, rata-rata darah yang keluar selama menstruasi hanya sekitar dua hingga tiga sendok makan.
Selama tidak mengalami perdarahan berlebihan, seperti harus mengganti pembalut setiap satu hingga dua jam secara konsisten, maka aliran darah masih tergolong normal.
Kenyamanan selama haid sangat dipengaruhi oleh pemilihan produk yang sesuai dengan kondisi aliran darah.
Karena pola menstruasi setiap orang bisa berbeda-beda tiap bulannya, memiliki beberapa jenis produk, seperti pembalut siang, malam, atau pantyliner, dapat membantu menyesuaikan kebutuhan.
Pemilihan tampon juga perlu disesuaikan dengan volume darah. Tampon yang terlalu menyerap bisa menyebabkan rasa kering dan tidak nyaman, bahkan memicu bau tak sedap.
Baca juga: Pembalut Harus Dicuci Sebelum Dibuang, Benarkah? Simak Penjelasan Ahli
4. Pahami apa yang masih tergolong normal
Selain kram dan kembung, perubahan aroma area kewanitaan saat menstruasi tergolong wajar.
Namun, jika bau terasa menyengat seperti amis dan disertai keputihan berwarna abu-abu atau putih serta rasa gatal, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter karena bisa menandakan infeksi bakteri.
Menjaga keseimbangan area intim dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, tidak melakukan douching, rutin mengganti pembalut atau tampon, serta mengenakan pakaian dalam yang breathable. Asupan cairan yang cukup juga membantu menjaga kesehatan area kewanitaan.
5. Tetap aktif dan bergerak
Meski godaan untuk berbaring seharian sangat besar, aktivitas fisik justru dapat membantu meredakan nyeri haid.
Olahraga ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, aerobik, atau latihan kekuatan, terbukti membantu mengurangi kram jika dilakukan secara rutin.
“Latihan kekuatan dan aerobik adalah dua hal yang selalu saya rekomendasikan. Kita mungkin belum sepenuhnya memahami mekanismenya, tetapi terbukti membantu,” ujar Minkin.
Baca juga: Rekomendasi Olahraga Dalam Ruangan Cocok untuk Musim Hujan
6. Kendalikan pola makan
Kembung sering muncul menjelang dan saat menstruasi akibat retensi cairan. Untuk mengatasinya, perhatikan asupan makanan.
Hindari makanan tinggi garam, seperti keripik atau makanan olahan, meski tubuh terasa sangat menginginkannya.
“Apa yang perlu dihindari adalah makanan yang membuat tubuh menahan cairan. Makanan asin justru akan memperparah rasa kembung,” imbau Minkin.
Dengan memahami tubuh sendiri dan menerapkan langkah-langkah sederhana ini, menstruasi tidak lagi harus menjadi fase yang menyiksa.
Perawatan diri yang tepat dapat membantu membuat hari-hari haid terasa lebih ringan dan tetap produktif.
Baca juga: Kenapa Gejala PMS pada Setiap Perempuan Berbeda?
Tag: #tips #membuat #menstruasi #lebih #nyaman #bebas #keluhan