Jangan Sembarangan, Ini Aturan Makan Camilan Menurut Dokter
- Makan camilan atau nyemil sering dianggap sebagai kebiasaan yang mengganggu pola makan.
Padahal, jika dilakukan di waktu yang tepat dan dengan pilihan camilan yang sesuai, nyemil justru membantu menjaga energi, fokus, serta kestabilan gula darah sepanjang hari.
Dokter gizi dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp.G.K. mengatakan, pola makan ideal tetap terdiri dari tiga kali makan utama, yakni pagi, siang, dan malam. Namun, tubuh juga membutuhkan asupan selingan di antaranya.
“Nah, kalau untuk nyemil, biasanya aku kasih jam sembilan atau sepuluh pagi sama jam tiga atau empat sore,” ujarnya saat ditemui usai acara Buavita #GlowingJUICEseyo Playcourt di Central Park Mall, Jakarta Barat, Sabtu (10/1/2026).
Menurut dr. Diana, waktu tersebut dipilih karena pada jam-jam tersebut tubuh mulai mengalami penurunan energi.
“Jam-jam itu udah mulai ngantuk, jadi dikasih camilan,” katanya.
Hindari camilan tinggi gula
Meski nyemil dianjurkan, dr. Diana mengingatkan agar jenis camilan tetap diperhatikan. Camilan tinggi gula justru dapat memperburuk kondisi tubuh.
“Kalau kamu kasih tinggi gula, begitu masuk gula, segar sebentar. Tapi ngantuknya cepat banget,” ujarnya.
Hal ini terjadi karena asupan gula membuat tubuh terasa segar dalam waktu singkat, tetapi efeknya cepat menurun. Akibatnya, tubuh kembali merasa lemas dan sulit berkonsentrasi.
Oleh sebab itu, dr. Diana menyarankan agar camilan mengandung serat.
“Kalau ada seratnya, kita lebih terjaga. Jadi segar, tapi segarnya lama. Enggak gampang ngantuk lagi,” tuturnya.
Buah dan protein jadi pilihan utama
Saat ditanya soal camilan yang dianjurkan, dr. Diana menyebut buah sebagai pilihan pertama.
“Buah-buahan pasti, biasanya aku anjurin buah-buahan,” ucapnya.
Menurutnya, buah memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga membantu memberi rasa kenyang lebih lama dan membantu menjaga saluran pencernaan.
“Buah itu sebenarnya seratnya tinggi. Serat tinggi bikin kita kenyang, pencernaan lancar, jadi next makannya juga enggak terlalu heboh,” terangnya.
Selain buah, sumber protein juga sangat dianjurkan.
“Kalau enggak buah-buahan, protein. Protein bisa dari susu, kacang-kacangan, atau biji-bijian,” ujar dr. Diana.
Ia menjelaskan bahwa protein memiliki peran penting dalam mengendalikan rasa lapar.
“Protein tuh sebenarnya bikin kenyang, sehingga nanti next-nya enggak terlalu craving macam-macam,” katanya.
Menjaga pola makan tetap terkendali
Menurut dr. Diana, tujuan utama nyemil bukan sekadar mengganjal perut, melainkan menjaga kestabilan gula darah.
“Intinya kita nyemil itu supaya gula darah kejaga. Jadi next makannya enggak kalap,” ujarnya.
Tanpa camilan di sela waktu makan, rasa lapar bisa menumpuk dan membuat seseorang makan berlebihan saat waktu makan utama.
Dengan nyemil yang tepat, tubuh mendapat asupan energi kecil secara bertahap sehingga metabolisme tetap berjalan stabil.
Hal ini juga membantu menjaga pola hidup sehat secara keseluruhan.
Dr. Diana menegaskan bahwa nyemil tidak perlu dihindari selama dilakukan dengan cara yang benar. Waktu yang tepat, pilihan makanan yang tepat, serta porsi yang wajar menjadi kunci utama.
Dengan memilih camilan yang mengandung serat dan protein, tubuh tetap bertenaga, tidak mudah lemas, dan pola makan lebih terkontrol.
Nyemil pun bukan lagi dianggap sebagai musuh diet, melainkan bagian dari cara untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan energi sepanjang hari.
Tag: #jangan #sembarangan #aturan #makan #camilan #menurut #dokter