Kurang Memiliki Empati, 7 Perilaku Orang yang Tidak Mau Bertanggung Jawab Atas Kesalahannya Menurut Psikologi
Salah satu perilaku orang yang tidak mau bertanggung jawab atas kesalahannya sendiri adalah kurangnya empati (freepik)
14:04
5 Oktober 2024

Kurang Memiliki Empati, 7 Perilaku Orang yang Tidak Mau Bertanggung Jawab Atas Kesalahannya Menurut Psikologi

 

 – Kita semua tentu pernah bertemu dengan orang yang tampaknya tidak pernah mengakui kesalahannya. Mereka ahli mengalihkan kesalahan, menghindari tanggung jawab dan selalu menemukan cara untuk menyalahkan orang lain atas kekurangan mereka.

Lantas bagaimana cara kita mengenali perilaku orang yang tidak mau bertanggung jawab atas kesalahannya?

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai beberapa perilaku orang yang tidak mau bertanggung jawab atas kesalahannya menurut psikologi sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Sabtu (5/10) sebagai berikut :

  1. Mereka sering mengalihkan kesalahan

Salah satu perilaku utama yang ditunjukkan oleh orang-orang yang menghindari akuntabilitas adalah mengalihkan kesalahan. Setiap kali situasi memburuk atau proyek gagal, mereka cepat-cepat menyalahkan orang lain.

Perilaku ini memastikan mereka tetap berada dalam lingkungan yang aman, bebas dari tanggung jawab atas rasa bersalah apa pun. Namun kehidupan tidak berjalan seperti itu yang tidak kita ambil memiliki dampak langsung pada keadaan kita.

Hanya dengan mengakui kesalahan dan kekurangan kitalah kita dapat memulai perubahan yang berarti dalam hidup kita. Pada akhirnya, mengalihkan kesalahan hanyalah tameng terhadap kenyataan.

  1. Mereka ahli menipu diri sendiri

Ciri lain pada individu yang menghindari akuntabilitas adalah mereka pandai menipu diri sendiri. Mereka menciptakan narasi di mana mereka selalu menjadi korban dan masalah mereka tidak pernah disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri.

Menipu diri sendiri memberikan kenyamanan sementara tetapi menghambat pertumbuhan jangka panjang. Nilai terbesar adalah penguasaan diri.

Dalam kebijaksanaannya, ia menekankan pentingnya mengatasi penipuan diri sendiri dan bertanggung jawab atas tindakan kita. Kita harus berupaya untuk menguasai diri sendiri bukan menipu diri sendiri untuk benar-benar melayani diri sendiri dan orang lain.

  1. Mereka menghindar dari pengembangan diri

Tanda yang jelas dari orang yang menghindari tanggung jawab adalah penghindaran mereka terhadap perbaikan diri. Mereka berpegang teguh pada keyakinan dan perilaku mereka, takut bahwa introspeksi akan membuat mereka menghadapi kekurangan mereka.

Akan tetapi, mereka gagal menyadari bahwa pertumbuhan pribadi sering kali datang dari menghadapi kekurangan-kekurangan tersebut.

  1. Mereka menolak umpan balik

Perilaku lain yang sering ditunjukkan oleh mereka yang menghindari tanggung jawab adalah menolak umpan balik. Mereka memandang kritik yang membangun sebagai serangan bukan kesempatan untuk berkembang.

Kritik yang membangun merupakan alat untuk pertumbuhan pribadi, memberikan wawasan mengenai area yang perlu kita perbaiki. Penolakan ini tidak hanya merugikan pertumbuhan pribadi tetapi juga menghambat hubungan dan kemajuan karir kita.

  1. Mereka melihat kerentanan sebagai kelemahan

Orang yang menghindari akuntabilitas sering kali menganggap kerentanan sebagai kelemahan. Mereka percaya bahwa menunjukkan jati diri mereka yang sebenarnya dan mengakui kesalahan mereka akan membuat mereka terlihat lemah atau tidak kompeten.

Menerima kelemahan sebenarnya adalah tanda kekuatan. Ini menunjukkan bahwa Anda cukup percaya diri untuk menunjukkan jati diri Anda apa adanya.

Dan yang lebih penting, melalui kerentananlah kita membangun hubungan sejati dengan orang lain dan tumbuh sebagai individu.

  1. Mereka terjebak dalam mentalitas korban

Orang-orang yang menghindari akuntabilitas sering kali mendapati dirinya terjebak dalam mentalitas korban.

Mereka memandang hidup sebagai serangkaian kejadian malang yang menimpa, bukan hasil tindakan atau keputusan mereka sendiri.

  1. Mereka kurang memiliki empati

Orang yang menghindari akuntabilitas sering kali kurang memiliki empati. Mereka begitu fokus melindungi mereka dari kesalahan sehingga mereka gagal mempertimbangkan dampak tindakan mereka terhadap orang lain.

Empati adalah tentang memahami dan berbagi perasaan orang lain. Ini adalah sifat penting yang menumbuhkan rasa saling menghormati dan bekerja sama serta meningkatkan hubungan kita dengan orang lain.***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #kurang #memiliki #empati #perilaku #orang #yang #tidak #bertanggung #jawab #atas #kesalahannya #menurut #psikologi

KOMENTAR