



Benarkah Love Bombing Jadi Bentuk Manipulasi Paling Berbahaya? Simak dan Jangan Sampai Kamu Jadi Korbannya!
– Love bombing merupakan bentuk strategi manipulatif kepada seseorang untuk terjalinnya sebuah hubungan. Dengan kata lain, love bombing memberikan tindakan kepada seseorang untuk memperlihatkan perhatian dan kasih sayang secara berlebihan.
Love bombing biasanya melibatkan seseorang atau bisa dikatakan pasangan romantis dengan memberikan perhatian penuh. Love bomber atau pelaku love bombing biasanya akan menghujani korban dengan pujian atau hadiah.
Love bombing biasanya dilakukan pada fase pendekatan sebelum mengarah ke jenjang pernikahan dan biasanya terlihat romantis diawal, namun akan menjadi sesuatu yang merugikan korbannya.
Dilansir dari Cleveland Clinic, menurut psikolog Alaina Tiani, Ph.D, tujuan akhir dari pelaku love bombing tidak hanya sekadar mencari cinta, namun untuk mengendalikan orang lain. Tindakan tindakan hebat tersebut menjadi upaya untuk memanipulasi dan membuat merasa berutang dan bergantung pada pelaku.
Love bombing masih erat kaitannya dengan orang yang memiliki Narssistic Personality Disorder (NPD). Bentuk bentuk dari love bombing sendiri seperti :
- Mendapatkan pujian yang berlebihan
- Komunikasi yang berlebihan terutama mengenai perasaan pelaku kepada korban
- Sering memberikan hadiah yang terkadng tidak dibutuhkan
- Pembicaraan awal yang intens mengeni masa depan bersama.
Menurut Clevaland Clinic, love bombing terjadi dalam tiga fase :
- Fase Idealisasi, dalam fase ini pelaku memberikan cinta dan kasih saying yang berlebihan untuk menarik perhatian korban. Awalnya, hal ini tampak bagus untuk menjadi kenyataan atau mudah membuat terbuai.
- Fase Devaluasi, pada fase ini, pelaku biasanya lebih menuntut waktu dan mudah marah ketika korban membuat rencana tanpa pelaku.
- Fase Pembuangan, saat korban mulai mengonfrontasi pelaku tentang perilaku yang merugikan, pelaku biasanya lari dari tanggung jawab atau dengan meninggalkan hubungan.
Penting sekali untuk mengenali love bombing bukan sebagai tanda kasih sayang, namun sebagai langkah pertama dalam menciptakan hubungan yang tidak sehat. Berikut merupakan tanda-tanda ketika mengalami love bombing menurut laman verywellhealth :
Menghujani Hadiah
Dalam kasus love bombing, pemberian hadiah dilakukan secara berlebihan dan disertai dengan timbal balik berupa pujian, validasi atau balasan lainnya. Hadiah yang diberikan biasanya dengan harga yang mahal seperti perjalanan, perhiasan mahal hingga dukungan finansial lainnya tanpa diminta.
Memberikan Pujian Terus Menerus
Adanya frasa seperti “Hidupku akan hampa jika tanpamu” ketika berada di awal hubungan, maka merupakan tanda bahaya dalam hubungan yang tulus.
Mereka Memberi Tahu Apa yang Ingin Anda Dengar
Pelaku akan meyakinkan korban bahwa mereka adalah pasangan yang sempurna dengan cara menyetujui semua yang telah dikatakan korban.
Love Bomber Sangat Menunjukkan Kasih Sayang
Dengan menunjukkan sikap terlalu akrab dan penuh kasih sayang bisa saja menjadi tanda peringatan untuk melanjutkan hubungan yang tulus.
Membutuhkan Perhatian yang Penuh
Berharap memiliki kendali atas waktu korban dan dengan siapa menghabiskan waktu tersebut merupakan tanda peringatan dalam sebuah hubungan. Terutama, jka seseoranag tersebut posesif terhadap waktu, itu adalah tanda potensi adanya kekerasan dalam hubungan.
Sering Mengirim Pesan dan Menelepon
Jika seseorang terus menghubungi dengan mengirim pesan atau menelepon lebih dari sering yang anda rasa nyaman atau agresif dengan waktu atau nada bicara mereka, bisa jadi merupakan tanda bahaya
Marah Saat Anda Menetapkan Batasan
Jika pasangan anda tidak menghormati sebuah batasan yang telah anda buat untuk mengendalikan hidup anda sendiri atau marah ketika anda menetapkan batasan, maka bisa dikatakan kepemilikan dan manipulasi emosional.
Merasa Berjalan di Atas Kulit Telur
Love bombing yang dimaksudkan ketika adanya kekaguman diawal yang berubah menjadi kekerasan emosional lebih lanjut.
Pelaku kekerasan akan mudah marah dan bersikap defensif jika dikritik dan ditantang selain itu mengamuk jika keinginan mereka tidak terpenuhi, serta melakukan gaslighting atau bentuk manipulasi untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali atas pasangannya.
Cara menyembuhkan diri dari love bombing menurut psikolog Alaina Tiani, Ph.D dalam Cleveland Clinic adalah dengan meluangkan waktu sejenak dan menjauhi orang yang menaruh cinta pada anda dan bagaimana anda ingin menyikapi situasi tersebut.
Sedangkan cara mencegah agar tidak terkena love bombing di masa mendatang menurut Dr. Keller pada verywellmind adalah dengan :
- Mengetahui harga diri anda sendiri
- Mencintai diri sendiri
- Tetap waspada dalam hubungan
- Berusaha tidak dibutakan oleh cinta
Dapat disimpulkan bahwasannya love bombing merupakan bentuk manipulatif dengan menunjukkan kasih sayang yang berlebihan kepada seseorang dan masih erat kaitannya dengan Narssistic Personality Disorder (NPD). Sehingga, seharusnya perilaku love bombing harus dilihat sebagai tanda bahaya dalam sebuah hubungan.
***
Tag: #benarkah #love #bombing #jadi #bentuk #manipulasi #paling #berbahaya #simak #jangan #sampai #kamu #jadi #korbannya