



Dari Protagonis Hingga Antagonis: Menggali 12 Jenis-Jenis Karakter dalam Cerita yang Wajib Penulis Ketahui
JawaPos.Com - Dalam dunia penulisan, karakter memegang peran yang sangat penting dalam membangun sebuah cerita yang menarik dan menghidupkan.
Setiap penulis harus memahami berbagai jenis karakter dan bagaimana masing-masing peran tersebut dapat memberikan kontribusi yang berbeda dalam mengembangkan alur cerita.
Melalui laman Reedsy pada Jumat, (6/9), pada artikel ini, kita akan membahas 12 jenis tokoh utama atau pendukung yang sering ditemukan dalam hampir setiap cerita, baik fiksi maupun non-fiksi.
Dengan hal ini, Anda akan dapat memahami betapa pentingnya karakter-karakter tersebut dalam pembuatan narasi yang terstruktur dan lebih menarik bagi para pembaca.
1. Protagonis
Protagonis adalah karakter utama dalam sebuah cerita, yang menjadi fokus utama dari keseluruhan alur cerita.
Protagonis biasanya digambarkan sebagai tokoh yang baik hati dan menjadi pusat perhatian pembaca.
Dalam sudut pandang orang pertama, protagonis seringkali menjadi narator cerita.
Namun, tidak selamanya protagonis berperan sebagai narator, bisa juga melalui sudut pandang orang ketiga.
Setiap cerita harus memiliki seorang protagonis, karena tanpa protagonis, tidak akan ada alur cerita yang menarik.
2. Antagonis
Antagonis adalah karakter yang berperan sebagai penentang atau penghalang bagi protagonis dalam mencapai tujuannya.
Antagonis biasanya digambarkan sebagai tokoh yang jahat, namun tidak selalu demikian.
Terkadang, antagonis dapat memiliki sifat yang lebih kompleks, seperti anti-pahlawan atau anti-penjahat.
Meskipun tidak selalu menjadi fokus utama cerita, antagonis memainkan peran yang sangat penting dalam menciptakan ketegangan dan konflik dalam cerita.
3. Deuteragonis
Sebagian besar cerita memiliki satu protagonis utama dan satu atau lebih Deuteragonis.
Deuteragonis adalah karakter sekunder yang memiliki peran penting dalam mendukung protagonis, seperti sahabat atau rekan.
Kehadiran deuteragonis memberikan kehangatan dan nuansa persahabatan dalam cerita, sehingga tidak hanya tentang perjalanan sang protagonis, tetapi juga tentang teman-teman yang ditemuinya.
4. Karakter Tersier
Karakter tersier adalah karakter yang muncul hanya sekilas dalam cerita, tidak memiliki peran yang signifikan, namun tetap penting untuk melengkapi cerita.
Mereka dapat berupa orang-orang yang hanya muncul sekali atau dua kali, seperti barista yang ditemui sang protagonis, atau teman sekelas yang hanya muncul sesekali.
Meskipun tidak menonjol, karakter tersier tetap dibutuhkan untuk membuat cerita terasa lebih realistis.
5. Tokoh Cinta
Hampir setiap novel mengandung unsur romantis, baik sebagai plot utama, subplot, atau hanya sebagai bagian kecil dari cerita.
Tokoh cinta adalah karakter yang memiliki hubungan romantis dengan protagonis, biasanya berperan sebagai deuteragonis.
Namun, tidak selalu demikian, karena tokoh cinta dapat juga berperan sebagai karakter lain, seperti antagonis atau konfidan.
Tokoh cinta sering kali membuat protagonis jatuh cinta, meskipun pada awalnya mereka mungkin saling menolak perasaan tersebut.
6. Konfidan
Konfidan adalah karakter yang memiliki hubungan dekat dengan protagonis, tempat sang protagonis berbagi pemikiran dan emosi, bahkan ketika tidak bersedia membaginya dengan orang lain.
Konfidan bisa berupa sahabat terbaik, calon pasangan, atau bahkan mentor. Meskipun tidak selalu menjadi fokus utama cerita, hubungan antara protagonis dan konfidan dapat menjadi salah satu hubungan terpenting dalam sebuah novel.
7. Karakter Kontras
Karakter kontras adalah karakter yang memiliki kepribadian dan nilai-nilai yang bertolak belakang dengan protagonis.
Perbedaan ini dapat menyoroti sifat-sifat utama protagonis, sehingga pembaca dapat memahami karakter protagonis dengan lebih baik.
Meskipun sering kali memiliki hubungan antagonistik, karakter kontras biasanya bukan antagonis utama.
Kadang-kadang, protagonis dan karakter kontrasnya dapat menjadi teman, atau bahkan pasangan.
8. Karakter Dinamis/Berubah
Karakter dinamis adalah karakter yang mengalami perubahan atau perkembangan sepanjang cerita.
Mereka biasanya menjadi lebih baik atau lebih bijaksana, tetapi terkadang juga bisa menjadi lebih buruk, seperti pada karakter-karakter antagonis.
Protagonis dalam sebuah cerita harus selalu menjadi karakter dinamis, sementara sebagian besar deuteragonis juga harus demikian. Perubahan pada karakter dinamis harus tampak alami dan tidak terlalu mencolok.
9. Karakter Statis/Tidak Berubah
Kebalikan dari karakter dinamis, karakter statis adalah karakter yang tidak mengalami perubahan sepanjang cerita.
Banyak karakter statis hanya menjadi karakter datar dan tidak menarik, namun beberapa di antaranya dapat memiliki tujuan tertentu dalam cerita.
Karakter statis yang tidak menyenangkan, seperti saudara tiri Cinderella atau paman dan bibi Harry Potter, dapat meningkatkan simpati pembaca terhadap protagonis. Mereka juga dapat menyampaikan pesan moral tertentu kepada pembaca.
10. Karakter Stok
Karakter stok adalah karakter yang familiar dan sering muncul dalam berbagai cerita, seperti pahlawan terpilih, badut, atau mentor.
Meskipun penggunaannya harus dibatasi agar tidak terkesan klise, karakter stok dapat membantu melengkapi dan memperkaya sebuah cerita.
Kuncinya adalah mengembangkan karakter stok tersebut dengan elemen-elemen unik sehingga tidak terkesan datar.
11. Karakter Simbolik
Karakter simbolik adalah karakter yang mewakili sesuatu yang lebih besar dan lebih penting daripada dirinya sendiri, biasanya terkait dengan pesan atau tema utama dalam cerita.
Penggunaan karakter simbolik harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terkesan terlalu mencolok. Terkadang, makna simbolik dari karakter baru akan terungkap di akhir cerita.
12. Karakter Bulat
Karakter bulat memiliki kesamaan dengan karakter dinamis, yaitu mengalami perubahan sepanjang cerita.
Namun, perbedaannya adalah karakter bulat memiliki latar belakang, emosi, dan alasan yang kompleks bahkan sebelum perubahan terjadi.
Karakter bulat biasanya digambarkan secara mendalam, dengan kekurangan dan kelebihan yang realistis. Mayoritas protagonis yang baik adalah karakter bulat.
Tag: #dari #protagonis #hingga #antagonis #menggali #jenis #jenis #karakter #dalam #cerita #yang #wajib #penulis #ketahui