Hamas Bantah Laporan Pihaknya Diusir dari Qatar: Kabar Itu Dimaksudkan untuk Menabur Perselisihan
Petempur Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas dalam sebuah parade militer. 
08:50
10 November 2024

Hamas Bantah Laporan Pihaknya Diusir dari Qatar: Kabar Itu Dimaksudkan untuk Menabur Perselisihan

Qatar tidak meminta Hamas meninggalkan Doha, atau menyatakan bahwa mereka tidak lagi diterima di sana, lapor Al-Araby Al-Jadeed, situs web berbahasa Arab milik The New Arab, pada Sabtu (9/11/2024).

Tiga pejabat Hamas secara terpisah mengatakan kepada Al-Araby Al-Jadeed bahwa laporan tersebut tidak benar.

Kantor berita Kan milik Israel sebelumnya melaporkan bahwa Hamas diberi tahu oleh pihak Doha mengenai hal itu "dalam beberapa hari terakhir."

Pada Jumat (8/11/2024), Reuters mengutip pernyataan seorang pejabat pemerintah AS yang mengatakan bahwa Washington telah memberi tahu Doha bahwa kehadiran Hamas di Qatar tidak lagi dapat diterima.

Seorang pemimpin senior Hamas membantah laporan tersebut dalam pernyataan kepada Al-Araby Al-Jadeed.

Ia menyebut laporan itu hanya upaya untuk menabur perselisihan.

Pejabat Hamas tersebut menambahkan bahwa Qatar terus memberikan dukungan signifikan bagi perjuangan Palestina dan upaya bantuan di Gaza.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (Kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani usai pertemuan dan konferensi pers mereka di Doha pada 13 Oktober 2023. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (Kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani usai pertemuan dan konferensi pers mereka di Doha pada 13 Oktober 2023. (KARIM JAAFAR / AFP)

Sumber lain di Doha, yang berbicara kepada media yang sama, menyebut laporan itu sebagai berita palsu yang bertujuan untuk membingungkan dan menutupi kejahatan pendudukan Israel.


Pejabat ketiga, yang berbicara dari Turki, juga membantah klaim tersebut.

Ia menyatakan bahwa kabar semacam ini sering muncul dari waktu ke waktu untuk tujuan internal Israel sebagai cara mengalihkan perhatian dari masalah domestik.

Pada awal minggu ini, sejumlah anggota parlemen AS dilaporkan memberi tekanan kepada Qatar agar mengusir Hamas.

Senator Republik Roger Wicker dan Jim Risch, anggota senior Komite Angkatan Bersenjata dan Urusan Luar Negeri Senat, menulis surat kepada pemerintahan Biden pada Senin (4/11/2024), mendesak Qatar mengambil tindakan terhadap Hamas, termasuk membekukan aset dan menyerahkan pejabat tinggi Hamas yang tinggal di negara tersebut.

Para senator itu menyerukan agar diberikan konsekuensi diplomatik yang berat terhadap Qatar jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Qatar telah menjadi tuan rumah bagi para pemimpin politik Hamas sejak 2012, ketika kelompok itu meninggalkan Suriah setelah pecahnya perang saudara di negara tersebut.

Negara Teluk itu sebelumnya telah mengklarifikasi bahwa pembukaan kantor Hamas di Doha didukung oleh Washington, yang ingin menjaga saluran mediasi tetap terbuka dengan kelompok tersebut.

Qatar tangguhkan mediasi gencatan senjata di Gaza

Tak lama setelah klarifikasi Hamas, Qatar dilaporkan memutuskan untuk menarik diri dari perannya sebagai mediator perundingan gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

Mengutip NPR, seorang diplomat yang diberi tahu tentang masalah tersebut, Qatar menangguhkan upaya mediasinya antara Hamas dan Israel karena kedua belah pihak menolak untuk berunding dengan itikad baik. 

Diplomat tersebut berbicara dengan syarat anonim untuk membahas rincian pembicaraan tersebut.

Qatar telah memainkan peran penting namun rumit dalam negosiasi antara Israel dan kelompok militan Palestina sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Qatar mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa negara tersebut memberi tahu Israel dan Hamas 10 hari yang lalu bahwa mereka akan menangguhkan mediasi jika kesepakatan tidak tercapai dalam putaran pembicaraan tersebut.

Namun, Qatar akan melanjutkan upaya tersebut dengan mitra jika ada keseriusan untuk mengakhiri perang brutal dan penderitaan warga sipil yang sedang berlangsung, kata juru bicara tersebut.

Pada bulan November tahun lalu, Qatar membantu menengahi gencatan senjata sementara dan pembebasan lebih dari 100 sandera Israel.

Kesepakatan yang berumur pendek itu juga membebaskan ratusan tahanan Palestina di Israel.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Editor: Bobby Wiratama

Tag:  #hamas #bantah #laporan #pihaknya #diusir #dari #qatar #kabar #dimaksudkan #untuk #menabur #perselisihan

KOMENTAR