AS Tuduh Wasit Somalia Terkait Organisasi Teroris, Gagalkan Tampil di Piala Dunia
Pemerintah Amerika Serikat menolak masuk wasit sepak bola Somalia, Omar Abdulkadir Artan, ke wilayahnya menjelang Piala Dunia karena menilai ia memiliki keterkaitan dengan anggota organisasi teroris.
Keputusan itu membuat Artan gagal menjalani peran sebagai wasit di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Artan, yang dinobatkan sebagai wasit terbaik Afrika pada 2025, sebelumnya diproyeksikan menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin pertandingan Piala Dunia.
Baca juga: Somalia Marah Wasit Terbaiknya Dicoret dari Piala Dunia, Artan Tetap Legowo
Namun, ia dipulangkan oleh otoritas perbatasan AS setelah tiba di Bandara Internasional Miami dari Istanbul pada Sabtu (7/6/2026).
AS sebut ada kekhawatiran keamanan
Dilansir Reuters, pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan, keputusan tersebut diambil setelah pemeriksaan oleh US Customs and Border Protection (CBP).
Seorang pejabat pemerintah AS mengatakan, Artan dianggap tidak dapat masuk karena adanya temuan informasi terkait keamanan.
Tanpa menyebut nama Artan, CBP mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang warga negara Somalia tiba di Bandara Internasional Miami dari Istanbul pada Sabtu dan dinyatakan tidak memenuhi syarat masuk karena kekhawatiran dalam proses pemeriksaan.
Seorang pejabat pemerintahan kemudian mengatakan bahwa petugas CBP menetapkan Artan sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.
"Setelah pemeriksaan lebih lanjut oleh CBP, ditemukan informasi yang merugikan, termasuk keterkaitan dengan anggota yang diduga organisasi teroris," kata pejabat tersebut dalam komentar yang dibagikan kepada wartawan dengan syarat anonim.
Pejabat itu menambahkan bahwa kondisi tersebut membuat pelancong tersebut tidak memenuhi syarat untuk masuk ke Amerika Serikat berdasarkan Immigration and Nationality Act (INA).
"Pemerintahan Presiden Trump tidak akan membiarkan ancaman keamanan apa pun masuk ke negara kami, titik," ujarnya.
Somalia kecewa
Federasi Sepak Bola Somalia (SFF) menyampaikan kekecewaannya atas kejadian tersebut.
Mereka menyebut penunjukan Artan sebagai wasit Piala Dunia merupakan pencapaian besar bagi Somalia yang lahir dari bertahun-tahun dedikasi, profesionalisme, dan integritas.
SFF mengatakan, pihaknya belum menerima penjelasan resmi mengenai alasan Artan ditolak masuk dan sedang bekerja sama dengan FIFA serta pihak terkait untuk memahami situasi tersebut.
Pemerintah Somalia juga menyatakan telah mencoba melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat dan FIFA agar Artan bisa masuk ke negara tersebut, tetapi upaya itu tidak berhasil.
"Prestasi internasionalnya merupakan sumber kehormatan dan kebanggaan bagi rakyat Somalia," kata Kementerian Olahraga Somalia dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, FIFA mengatakan bahwa organisasi tersebut tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk keputusan pemberian visa.
"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk keputusan visa, dan telah diberi tahu oleh pihak berwenang bahwa status Tuan Artan tidak akan berubah untuk saat ini," kata juru bicara FIFA.
Baca juga: Dilarang Masuk AS, Wasit Terbaik Afrika Resmi Dicoret dari Piala Dunia
Artan tetap berterima kasih kepada FIFA
Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang ditolak masuk AS untuk Pimpim Piala Dunia 2026.
Artan mengatakan bahwa dirinya tetap berpikir positif setelah kejadian tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada FIFA, masyarakat Somalia, dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
"Saya merasa sangat baik sekarang. Dan saya ingin berterima kasih kepada FIFA karena telah mendukung saya sepanjang perjalanan, dan juga kepada masyarakat Somalia. Jadi saya sangat berterima kasih kepada FIFA dan CAF juga," kata Artan kepada Reuters di Bandara Istanbul sebelum terbang menuju Somalia.
Belum diketahui pertandingan mana yang seharusnya dipimpin Artan di Piala Dunia, karena penunjukan wasit biasanya baru diumumkan dua hingga tiga hari sebelum pertandingan.
Kebijakan imigrasi AS jelang Piala Dunia
Kasus Artan kembali menyoroti kebijakan imigrasi ketat Amerika Serikat menjelang Piala Dunia yang digelar di AS, Meksiko, dan Kanada.
Komisioner CBP Rodney Scott mengatakan pada Selasa (9/6/2026) bahwa wisatawan secara rutin ditolak masuk AS jika tidak memenuhi syarat atau dianggap menimbulkan ancaman.
"Saya tidak peduli apa pekerjaan Anda. Hukum tetaplah hukum," kata Scott dalam sebuah acara di Washington.
"Jika Anda tidak memenuhi kualifikasi untuk masuk ke negara ini, kami tidak akan membiarkan Anda masuk hanya karena kami ingin Anda memimpin pertandingan," ujarnya.
Baca juga: Wasit Terbaik Afrika untuk Piala Dunia Ditolak Masuk AS, FIFA Tak Bisa Apa-apa
Tag: #tuduh #wasit #somalia #terkait #organisasi #teroris #gagalkan #tampil #piala #dunia