Serangan Baru Permulaan, Iran Akan Bombardir Israel Seminggu Penuh
Warga mengibarkan bendera Iran dalam kampanye mendukung Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei di Teheran, 29 April 2026.(AFP)
07:36
8 Juni 2026

Serangan Baru Permulaan, Iran Akan Bombardir Israel Seminggu Penuh

- Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, serangan rudal ke Israel pada Minggu (7/6/2026) baru permulaan.

IRGC menegaskan akan menyerang Israel selama sepekan penuh hingga mereka menghentikan operasi militer di Beirut, Lebanon.

"Operasi ini bukanlah peristiwa yang berlalu begitu saja, melainkan awal dari serangkaian serangan berkelanjutan selama seminggu penuh," kata IRGC dalam sebuah pernyataan, dikutip dari BBC, Senin (8/6/2026).

"Gelombang rudal dan drone akan terus diluncurkan sepanjang waktu selama tujuh hari ke depan hingga musuh gentar dan menghentikan kejahatannya," tambah pernyataan itu.

IRGC memperingatkan, setiap penargetan wilayah Iran akan disambut dengan respons yang dahsyat dan di luar dugaan.

Baca juga: Trump Desak Israel Tak Balas Iran: Masing-masing Sudah Bersenang-senang

Serangan peringatan untuk Israel

IRGC menyebut operasi militer ini sebagai surat peringatan keras setelah jet tempur Israel membombardir kawasan pinggiran selatan Kota Beirut, Lebanon.

Kepala komando pusat militer Iran menilai, Israel telah melanggar seluruh batas toleransi lewat agresi militernya di Beirut. 

Teheran menuntut agar Israel segera menghentikan total seluruh kampanye militernya di tanah Lebanon.

"Operasi malam ini adalah sebuah peringatan. Jika agresi semacam itu terulang, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target Zionis-AS di wilayah tersebut," kata IRGC dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Senin.

Baca juga: Israel Bersumpah Akan Balas Serangan Rudal Iran, Tunggu Lampu Hijau

Teheran juga menegaskan posisi diplomatiknya bahwa setiap draf kesepakatan damai untuk mengakhiri perang secara permanen di masa depan wajib menghentikan konflik paralel yang saat ini berkecamuk di Lebanon.

Di pihak lain, Israel menuduh Teheran telah melakukan kesalahan fatal yang harus dibayar mahal.

Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, bersumpah akan meluncurkan aksi balas dendam yang tidak kalah mematikan ke jantung pertahanan Iran.

"Militer kami akan segera menyerang balik dengan kekuatan penuh begitu lampu hijau (perintah eksekusi) resmi diberikan oleh kabinet perang," ancam Letjen Zamir.

Baca juga: Iran Tembakkan Rudal ke Israel, Peringatkan Operasi Militer di Beirut

Trump desak Israel tak balas serangan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) saat menyambut kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Mar-a-Lago, Palm Beach, Negara Bagian Florida, 29 Desember 2025.AFP/JIM WATSON Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) saat menyambut kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Mar-a-Lago, Palm Beach, Negara Bagian Florida, 29 Desember 2025.

Sementara, Presiden AS Donald Trump akan mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak membalas serangan rudal Iran terhadap Israel.

"Saya akan menelepon Bibi (panggilan Netanyahu) sekarang juga dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas," kata Trump seperti dikutip oleh jurnalis Axios, Barak Ravid, dalam sebuah wawancara telepon.

"Masing-masing dari mereka sudah bersenang-senang. Israel sudah melakukan serangannya dan Iran juga sudah melakukan serangannya. Kita tidak butuh serangan lain," sambungnya.

Baca juga: Di Ambang Perang dengan Israel, Iran Tutup Sebagian Wilayah Udaranya

Serangan rudal pada hari Minggu itu adalah serangan pertama Iran terhadap Israel sejak gencatan senjata April diberlakukan.

Trump turut menyuarakan kekhawatiran bahwa hal itu dapat menghambat negosiasi.

"Serangan Iran tidak melukai siapa pun. Mudah-mudahan Israel tidak akan membalas. Jika Bibi membalas, itu hanya akan terus berlanjut seperti 47 tahun terakhir atau 3.000 tahun terakhir," ujar Trump.

"Kami sudah sangat dekat dengan kesepakatan akhir dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang baik. Saya tidak ingin kesepakatan ini gagal karena apa yang terjadi sekarang," tambahnya.

Tag:  #serangan #baru #permulaan #iran #akan #bombardir #israel #seminggu #penuh

KOMENTAR