Sempat Gagal Diluncurkan, Kapal Perang Korut Kini Diuji Coba Kim Jong Un
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un saat berpidato di Universitas Pertahanan Nasional untuk memeringati 60 tahun berdirinya kampus itu, di Ibu Kota Pyongyang, 7 Oktober 2024. Kim puji pasukan militernya yang dikirim untuk bantu Rusia perang di Ukraina, saat pertemuan dengan para komandan militer, menurut laporan media Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), pada Kamis (21/8/2025). (AFP PHOTO/KCNA via KNS)
15:18
7 Juni 2026

Sempat Gagal Diluncurkan, Kapal Perang Korut Kini Diuji Coba Kim Jong Un

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi uji coba laut kapal perang baru yang sebelumnya mengalami kegagalan saat peluncuran, sekaligus berjanji mempercepat pembangunan angkatan laut bersenjata nuklir.

Langkah tersebut ditampilkan sebagai bagian dari upaya Pyongyang memperkuat kemampuan militernya menjelang kunjungan pemimpin China Xi Jinping ke Korea Utara.

Media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan Kim mengunjungi kapal perusak berbobot 5.000 ton bernama Kang Kon pada Kamis (4/6/2026) saat kapal itu menjalani pengujian kemampuan.

Baca juga: Kim Jong Un Pamer Pabrik Bom Nuklir Baru, Belajar dari Pengalaman Iran

Kim dorong kemampuan nuklir

Foto tanpa tanggal yang dirilis oleh KCNA pada Kamis (25/12/2025) ini menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi lokasi pembuatan kapal selam rudal strategis bertenaga nuklir berbobot 8.700 ton di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara.KCNA via AFP Foto tanpa tanggal yang dirilis oleh KCNA pada Kamis (25/12/2025) ini menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi lokasi pembuatan kapal selam rudal strategis bertenaga nuklir berbobot 8.700 ton di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara.

Dalam kunjungannya, Kim Jong Un menyerukan pengembangan cepat kekuatan angkatan laut yang mampu memainkan peran lebih besar dalam sistem pencegahan nuklir Korea Utara.

Menurut KCNA, Kim menyatakan bahwa angkatan laut harus mampu memberikan “pukulan mematikan terhadap musuh kapan saja di bawah air maupun di permukaan air.”

Kim mengatakan, angkatan laut menjadi salah satu fokus utama dalam rencana pertahanan lima tahun baru yang disahkan melalui kongres Partai Buruh Korea awal tahun ini.

Rencana tersebut mencakup pembangunan kapal perusak yang lebih besar dengan bobot kelas 10.000 ton serta pengembangan “senjata rahasia bawah laut” yang tidak dijelaskan secara rinci.

Namun, KCNA tidak melaporkan pernyataan langsung Kim yang menyebut Amerika Serikat maupun Korea Selatan, di tengah ketegangan berkelanjutan terkait program nuklir Pyongyang dan kebuntuan diplomasi yang telah berlangsung lama.

Uji coba dilakukan jelang kunjungan Xi Jinping

Laporan mengenai uji coba Kang Kon muncul sehari setelah media pemerintah Korea Utara dan China mengonfirmasi bahwa Xi Jinping akan mengunjungi Korea Utara pada Senin (8/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi tanda terbaru bahwa Beijing berupaya memperkuat hubungan dengan negara tetangganya yang memiliki senjata nuklir.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kim Jong Un juga meningkatkan hubungan dengan Rusia, termasuk dengan mengirim pasukan dan peralatan militer untuk mendukung perang di Ukraina.

Baca juga: Kim Jong Un Rahasiakan Sosok Ibunya, Ini Alasan di Baliknya

Kunjungan Xi diumumkan sehari setelah Korea Utara memperlihatkan fasilitas pengayaan uranium baru yang dinilai oleh militer Korea Selatan digunakan untuk memproduksi bahan bakar bom nuklir.

Saat mengunjungi lokasi yang tidak disebutkan tersebut, Kim berjanji akan memperluas kekuatan nuklir negaranya “dengan laju eksponensial”.

Para pakar menilai langkah itu mencerminkan keinginan Pyongyang untuk memperkuat statusnya sebagai negara bersenjata nuklir menjelang kedatangan Xi.

Kapal Kang Kon sempat gagal diluncurkan

Dilansir Associated Press (AP), Kang Kon merupakan kapal perusak kedua dari dua kapal perang jenis tersebut yang diperkenalkan Korea Utara tahun lalu, setelah kapal bernama Choe Hyon.

Sebelumnya, Kim menyebut pengembangan kapal-kapal itu sebagai langkah besar untuk memperluas jangkauan operasi dan kemampuan serangan pendahuluan militer Korea Utara yang memiliki senjata nuklir.

Media pemerintah Korea Utara menyebut kapal-kapal itu dirancang membawa berbagai sistem persenjataan, termasuk senjata antipesawat, senjata antikapal, serta rudal balistik dan jelajah yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

Namun, sejumlah pakar mempertanyakan efektivitas kapal tersebut jika digunakan dalam operasi nyata.

Kang Kon sebelumnya mengalami kerusakan saat upacara peluncuran yang gagal pada Mei tahun lalu di pelabuhan Chongjin, wilayah timur laut Korea Utara.

Kegagalan itu memicu kemarahan Kim Jong Un yang menyebut insiden tersebut sebagai tindakan “kriminal”.

Korea Utara kemudian menyatakan Kang Kon berhasil diluncurkan kembali pada Juni setelah menjalani perbaikan. Namun, sejumlah pengamat dari luar negeri masih mempertanyakan apakah kapal tersebut benar-benar telah beroperasi penuh.

Kim Jong Un juga telah menyerukan pembangunan dua kapal perusak tambahan dengan bobot kelas 5.000 ton.

Baca juga: Xi Jinping Mau Dekatkan Trump dan Kim Jong Un, Bakal Sambangi Korut Pekan Depan

Tag:  #sempat #gagal #diluncurkan #kapal #perang #korut #kini #diuji #coba #jong

KOMENTAR