Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions Eropa berujung pada gelombang kerusuhan di berbagai wilayah Perancis.
Pemerintah Perancis pada Senin (1/6/2026) mengumumkan bahwa hampir 900 orang telah ditangkap setelah bentrokan, penjarahan, pembakaran kendaraan, dan aksi kekerasan lainnya yang mewarnai perayaan gelar juara klub asal Paris tersebut.
Menteri Dalam Negeri Perancis Laurent Nunez mengatakan, jumlah penangkapan mencapai lebih dari 890 orang, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Suporter PSG Rusuh Usai Juara Liga Champions, Ratusan Orang Ditangkap
Kerusuhan juga menyebabkan ratusan korban luka dan melukai aparat keamanan yang bertugas mengamankan perayaan.
Hampir 900 orang ditangkap
Dalam wawancara dengan France Inter yang dikutip AFP, Nunez menyebut aparat telah melakukan lebih dari 890 penangkapan di seluruh negeri.
"Kami telah melakukan lebih dari 890 penangkapan. Secara total, itu 45 persen lebih banyak dibandingkan tahun lalu," kata Nunez.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebanyak 219 orang mengalami luka-luka di Perancis, termasuk delapan orang yang mengalami cedera serius.
Aparat juga menyita berbagai barang berbahaya, termasuk senjata dan kembang api.
Bentrokan pecah di Paris dan kota-kota lain
Pendukung PSG merayakan kemenangan tim mereka di final Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC yang dimainkan di Budapest, di Place du Trocadero di seberang Menara Eiffel di Paris pada 30 Mei 2026.
Perayaan kemenangan PSG diwarnai bentrokan antara kelompok pemuda dan polisi di Paris maupun sejumlah kota lainnya. Sejumlah mobil dibakar dan toko-toko dijarah.
Kawasan Chatelet di pusat Paris menjadi salah satu titik kerusuhan terparah. Bentrokan bahkan disebut sudah terjadi sejak pertandingan masih berlangsung.
"Kerusuhan dimulai begitu Arsenal unggul 1-0," ujar seorang saksi mata.
"Kursi dan botol dilemparkan ke arah polisi, yang kemudian bergerak melakukan penangkapan."
Sejumlah pendukung PSG juga dilaporkan memanjat perancah bangunan di dekat Rue de Rivoli, salah satu kawasan perbelanjaan utama ibu kota Perancis. Upaya polisi untuk menurunkan mereka memicu kericuhan tambahan.
Baca juga: Macron Kecam Tawuran Suporter PSG dalam Perayaan Kemenangan Liga Champions
Kerusuhan juga terjadi di sekitar stadion kandang PSG, Parc des Princes, tempat ribuan suporter menyaksikan pertandingan melalui layar besar.
Polisi dilaporkan menggunakan gas air mata ketika ratusan orang tanpa tiket mencoba memasuki area tersebut.
Respons Macron
Pada Minggu (31/5/2026) malam, Presiden Perancis Emmanuel Macron menerima para pemain PSG di Istana Elysee untuk merayakan keberhasilan klub tersebut.
Meski menyebut PSG sebagai kebanggaan besar bagi Perancis, Macron mengecam keras aksi kekerasan yang terjadi selama perayaan.
"Cukup. Kami muak," kata Macron.
Ia menambahkan, "Ini bukan sepak bola, ini bukan olahraga, ini bukan hal yang kami cintai."
Satu orang tewas
Selain kerusuhan, perayaan kemenangan PSG juga menelan korban jiwa.
AFP melaporkan seorang pria meninggal dunia saat mengendarai sepeda motor di jalan lingkar Paris ketika merayakan kemenangan timnya.
Pihak berwenang juga melaporkan sejumlah penusukan dan serangan lainnya yang terjadi selama perayaan berlangsung.
Untuk mengantisipasi potensi kerusuhan, sekitar 5.000 polisi dan anggota gendarmerie telah dikerahkan di jalan-jalan Paris pada malam final.
Namun, langkah tersebut tidak mampu sepenuhnya mencegah pecahnya aksi kekerasan di sejumlah lokasi.
Baca juga: PSG Kerap Diejek Main di Liga Petani, Apa Artinya?