UEA Sebut Drone yang Hantam PLTN Dikirim dari Irak
PLTN Barakah, Uni Emirat Arab.(Twitter @iaeaorg)
06:25
20 Mei 2026

UEA Sebut Drone yang Hantam PLTN Dikirim dari Irak

- Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan serangan enam drone yang diluncurkan dari wilayah Irak dalam 48 jam terakhir. 

Salah satu dari serangan tersebut memicu kebakaran di area Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah pada Minggu (17/5/2026).

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan, pihaknya berhasil mencegat lima dari enam drone tersebut. 

Baca juga: Kian Dekatnya UEA-Israel dan Teka-teki Kunjungan Rahasia Netanyahu

Tiga di antaranya secara spesifik menargetkan PLTN Barakah, pembangkit listrik tenaga nuklir komersial pertama di dunia Arab.

Meski sebagian besar berhasil dihalau, satu unit drone dilaporkan menembus pertahanan udara.

Drone tersebut labtas menghantam generator listrik yang terletak di luar perimeter dalam pembangkit tersebut.

Setelah serangan, Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir UEA segera memberikan pernyataan bahwa fasilitas tersebut tetap dalam kondisi aman.

"Tanaman tetap aman dan tidak ada material radioaktif yang terlepas akibat serangan tersebut," tulis pernyataan resmi otoritas tersebut, sebagaimana dilansir Reuters.

Sejumlah pejabat menegaskan bahwa UEA memiliki hak penuh untuk menanggapi serangan tersebut.

Baca juga: PLTN UEA Kebakaran Usai Diserang Drone, Tak Ada Dampak Radiasi

Eskalasi regional

Duta Besar UEA untuk PBB Mohamed Abushahab dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York menyatakan bahwa insiden ini bukanlah kejadian terisolasi. 

Meskipun tidak menyebutkan pelaku secara spesifik, ia menyoroti konteks regional yang lebih luas.

"Serangan lintas batas yang terus-menerus oleh satu negara dan proksinya telah mendorong kawasan ini menuju eskalasi yang meningkat dan konfrontasi berbahaya," ujar Abushahab.

Serangan ini memicu kekhawatiran global. Rusia dan China, yang biasanya mendukung Iran, melontarkan kritik keras di Dewan Keamanan. 

Utusan China menyatakan keprihatinan besar, sementara Duta Besar Rusia untuk PBB menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir damai di negara mana pun sama sekali tidak dapat diterima.

Baca juga: UEA Diam-diam Ajak Arab Saudi dan Qatar Serang Iran, tapi Ditolak

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi memperingatkan risiko fatal jika serangan serupa terus berlanjut. 

Menurutnya, serangan terhadap PLTN Barakah mengancam keselamatan nuklir tidak hanya bagi UEA, tapi seluruh wilayah Teluk.

"Dalam kasus serangan terhadap PLTN Barakah, hantaman langsung dapat menyebabkan pelepasan radioaktivitas yang sangat tinggi ke lingkungan," kata Grossi.

Dia menambahkan, jika serangan melumpuhkan jalur pasokan listrik ke pembangkit, hal itu dapat meningkatkan kemungkinan pelelehan inti reaktor yang berujung pada bencana radiasi.

Baca juga: Kini UEA-Iran yang Panas, Abu Dhabi Merasa Berhak Melawan

Ketegangan di perbatasan Irak

Irak sendiri merupakan rumah bagi kelompok-kelompok milisi kuat yang didukung Iran. 

Meski pihak Irak mengeklaim pertahanan udara mereka tidak mendeteksi adanya drone yang diluncurkan dari wilayahnya, ketegangan tetap meruncing.

Selain UEA, Arab Saudi juga melaporkan mencegat tiga drone yang datang dari wilayah udara Irak pada hari yang sama. 

Riyadh menegaskan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk merespons upaya pelanggaran kedaulatan dan keamanan wilayahnya.

Baca juga: Demi Hindari Selat Hormuz, Begini Cara UEA Selamatkan Ekspor Minyaknya

Tag:  #sebut #drone #yang #hantam #pltn #dikirim #dari #irak

KOMENTAR