Sindir Trump, Taiwan Tegaskan Negaranya Bukan Alat Tawar dengan China
- Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan bahwa Taiwan tidak akan pernah bisa "dijual" begitu saja kepada pihak mana pun.
Ia juga mendesak Amerika Serikat (AS) untuk terus melanjutkan penjualan senjata ke negaranya demi menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan.
Pernyataan Lai ini muncul sebagai respons setelah Presiden AS Donald Trump memberikan isyarat bahwa penjualan senjata ke Taiwan berpotensi dijadikan sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi dengan China.
"Penjualan senjata AS yang berkelanjutan ke Taiwan dan pendalaman kerja sama keamanan Taiwan-AS tidak hanya diperlukan tetapi juga merupakan elemen kunci dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional," tulis Lai melalui akun Facebook resminya, seperti dikutip dari AFP, Senin (18/5/2026).
Lai juga menekankan bahwa posisi Taiwan berada di jantung kepentingan global, sehingga pulau tersebut tidak akan pernah sudi dikorbankan atau dijadikan komoditas perdagangan politik.
Baca juga: Tak Peduli Peringatan Trump, Taiwan Tegaskan Negaranya Merdeka
Penjualan senjata ke Taiwan tergantung China
Sebelumnya, Trump baru saja menyudahi kunjungan kenegaraannya di Beijing pada Jumat (15/5/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden China Xi Jinping secara terbuka mendesak Trump agar menyetop dukungannya terhadap Taiwan.
Setelah KTT, Trump menyatakan bahwa penjualan senjata AS ke Taiwan bergantung pada China dan akan menjadi alat tawar-menawar yang sangat baik.
Hal itu telah membuat Taipei khawatir dan bersikeras bahwa penjualan tersebut adalah bagian dari komitmen keamanan Washington terhadap pulau itu.
Berdasarkan hukum AS, Amerika Serikat wajib menyediakan senjata kepada Taiwan untuk pertahanannya, tetapi masih belum jelas apakah pasukan AS akan datang membantu.
Ketua DPR AS Mike Johnson menilai, pernyataan Lai adalah hal yang wajar untuk dikatakan oleh pemimpin di sana.
Baca juga: Selesai Kunjungi China, Donald Trump Peringatkan Taiwan Jangan Merdeka
"Mereka harus sedikit menunjukkan kekuatan mereka," kata Johnson kepada Fox News.
"China tidak bisa begitu saja merebut wilayah, kita akan berdiri teguh, dan Kongres pun akan demikian," sambungnya.
Parlemen Taiwan baru-baru ini menyetujui rancangan undang-undang pengeluaran pertahanan sebesar 25 miliar dollar AS untuk membeli senjata buatan AS.
Para anggota parlemen mengatakan, dana tersebut akan mencakup hampir 9 miliar dollar AS dari paket persenjataan senilai 11,1 miliar dollar AS yang diumumkan oleh Washington pada Desember dan fase kedua penjualan senjata senilai lebih dari 15 miliar dollar AS.
Trump mengatakan, dia masih mempertimbangkan penjualan senjata tersebut dan akan memutuskan dalam waktu yang cukup singkat ke depan.
Baca juga: Iran hingga Taiwan, Apa Saja Deretan Kesepakatan Trump dan Xi Jinping
Trump tak ingin Taiwan merdeka
Peta Taiwan
Sebelumnya, Trump mengeluarkan peringatan kepada Taiwan agar tidak membuat deklarasi kemerdekaan.
"Saya tidak ingin ada yang menjadi independen. Anda tahu, kita seharusnya menempuh perjalanan 9.500 mil untuk berperang. Saya tidak menginginkan itu," ujar Trump kepada "Special Report with Bret Baier" di Fox News.
AS hanya mengakui Beijing dan tidak mendukung kemerdekaan formal Taiwan.
Meski demikian, AS secara historis tidak pernah secara eksplisit menyatakan menentang kemerdekaan.
Merespons hal itu, Taiwan menegaskan statusnya sebagai negara "merdeka".
Baca juga: Taiwan Heran Jet Tempur China Mendadak Tak Muncul Saat Trump di Beijing
"Taiwan adalah negara demokrasi yang berdaulat dan merdeka, dan tidak tunduk kepada Republik Rakyat Tiongkok", kata Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam sebuah pernyataan, Sabtu.
Kementerian tersebut juga menegaskan, penjualan senjata AS merupakan bagian dari komitmen keamanan Washington terhadap Taiwan, setelah Trump mengisyaratkan bahwa ia sedang mempertimbangkan masalah tersebut.
"Persenjataan tersebut bukan hanya komitmen keamanan AS kepada Taiwan yang secara jelas tercantum dalam Undang-Undang Hubungan Taiwan, tetapi juga bentuk pencegahan bersama terhadap ancaman regional," tegas kementerian.
Sementara, Lai menuding China adalah akar penyebab ketidakstabilan regional dan bersumpah Taiwan tidak akan memprovokasi atau meningkatkan konflik.
"Yang ingin kami pertahankan adalah status quo, tidak ada yang namanya isu 'kemerdekaan Taiwan'," tegas Lai, yang menganggap negaranya sudah merdeka, sehingga deklarasi kemerdekaan tidak diperlukan.
Tag: #sindir #trump #taiwan #tegaskan #negaranya #bukan #alat #tawar #dengan #china