Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
Kolase foto Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan). [Suara.com]
15:40
7 Mei 2026

Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Iran mengibarkan bendera putih, benar-benar secara harfiah, sehingga menandakan menyerah.

Hal itu diungkapkan Trump saat menggelar konferensi pers di Ruang Oval, Gedung Putih, Rabu (6/5/2026) waktu setempat.

Dikutip dari Reuters, dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengejek militer Iran yang diklaimnya telah tak berdaya.

Donald Trump secara eksplisit menyatakan bahwa Iran seharusnya sudah menyerah, mengingat kondisi militer mereka yang dianggapnya sudah tidak lagi memiliki taring.

Trump menilai, harga diri yang terlalu tinggi menjadi satu-satunya alasan mengapa Teheran masih mencoba bertahan di tengah tekanan global yang kian menghimpit.

Sindiran Tajam 'Peashooters'

Di hadapan para wartawan, Trump mengklaim kekuatan tempur Iran telah merosot ke titik terendah.

Ia menggunakan istilah 'peashooters' atau senapan mainan, untuk menggambarkan persenjataan yang dimiliki oleh militer Iran saat ini.

Menurut Trump, retorika agresif yang sering ditunjukkan Iran di depan publik hanyalah sebuah gertakan sambal untuk menutupi keinginan asli mereka untuk bernegosiasi.

Trump meyakini bahwa di balik layar, pemerintah Iran sebenarnya sangat ingin mencapai kesepakatan baru dengan Amerika Serikat guna menyelamatkan stabilitas internal mereka.

"Mereka bermain-main, tapi biar saya katakan, mereka ingin membuat kesepakatan. Dan siapa yang tidak mau, ketika militer Anda benar-benar hancur?" tegas Trump dengan gaya bicaranya yang khas.

Efektivitas Blokade "Baja" Amerika Serikat

Selain mengomentari persenjataan Iran, Trump juga memberikan pujian tinggi terhadap strategi blokade yang diterapkan Angkatan Laut Amerika Serikat di pelabuhan-pelabuhan strategis Iran.

Ia menggambarkan pengamanan tersebut sangat rapat dan tidak dapat ditembus oleh pihak mana pun yang mencoba menantang dominasi AS di kawasan tersebut.

Strategi blokade ini, dianggap Trump sebagai kunci utama yang mencekik arus logistik dan ekonomi Iran, yang pada gilirannya melemahkan kesiapan tempur mereka secara keseluruhan.

"Ini seperti sepotong baja. Tidak ada yang akan menantang blokade tersebut. Dan saya pikir ini berjalan dengan baik," ujar Trump sambil menekankan bahwa strategi ini merupakan keberhasilan besar dalam kebijakan luar negerinya.

Bagi Trump, keberhasilan blokade ini bukan sekadar pamer kekuatan, melainkan instrumen untuk memaksa Iran mengubah perilaku politiknya di Timur Tengah.

Ia merasa tidak ada negara atau kekuatan regional yang berani mengusik "benteng baja" yang telah dipasang Amerika di perairan tersebut.

Menutup pernyataannya, Donald Trump menyarankan agar Iran segera menyadari posisi mereka yang sudah terdesak.

Ia menggunakan metafora peperangan fisik, untuk menggambarkan betapa tidak seimbangnya posisi Iran saat ini jika harus berhadapan langsung dengan kekuatan tempur Amerika Serikat.

Trump secara gamblang meminta Teheran untuk mengesampingkan ego nasional mereka demi keselamatan negara tersebut. Menurutnya, mengibarkan bendera putih adalah langkah paling logis bagi Iran saat ini.

"Harus mengibarkan bendera putih penyerahan diri," kata Trump, Merujuk pada tanda menyerah secara resmi dalam peperangan.

Ia menambahkan, jika situasi ini adalah sebuah pertandingan atau pertarungan fisik yang nyata, wasit atau pihak yang bertikai seharusnya sudah menghentikannya sejak lama karena perbedaan kekuatan yang terlalu mencolok.

Jika ini perkelahian, mereka akan menghentikannya," kata Trump dengan sinis.

Editor: Bernadette Sariyem

Tag:  #donald #trump #ayolah #iran #kibarkan #bendera #putih

KOMENTAR