Trump Sudah Ancang-ancang Lawan China, Bidik dengan Golden Dome
- Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) alias Pentagon mengakui bahwa saat ini mereka tidak memiliki sistem pertahanan untuk menghadapi senjata hipersonik maupun rudal jelajah canggih.
Untuk mengatasi celah tersebut, Presiden AS Donald Trump mengusulkan proyek pertahanan pertahanan rudal ambisius bernama "Golden Dome".
Proyek ini dirancang khusus untuk menangkal gudang senjata rudal China dan Rusia yang kian berkembang pesat, sebagaimana dilansir SCMP, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Saingi AS, China Bikin Sistem Pertahanan Rudal Mirip Golden Dome Amerika
Trump sendiri menargetkan sistem pencegat rudal berbasis ruang angkasa ini dapat beroperasi sebelum masa jabatan keduanya berakhir pada Januari 2029.
Di sisi lain, proyek tersebut cukup kontroversial karena bakal menelan anggaran jubo dengan nilai mencapai 185 miliar dollar AS atau sekitar Rp 3.188 triliun.
Dalam sidang Senat ada pada Senin (27/4/2026), Marc Berkowitz, Asisten Sekretaris Pertahanan untuk kebijakan pertahanan rudal dan pencegahan, menegaskan urgensi proyek tersebut.
"Golden Dome akan memperkuat daya tangkal dengan menutup kemampuan lawan untuk mencapai tujuan mereka melalui paksaan atau agresi," ujar Berkowitz di hadapan komite Senat.
Baca juga: Jika Kanada Mau Jadi Negara Bagian AS, Trump Janjikan Akses Gratis ke Golden Dome
Saat didesak mengenai urgensi proyek kontroversial ini, Berkowitz memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan mengenai posisi pertahanan AS saat ini.
"Kita tidak memiliki pertahanan terhadap senjata hipersonik atau rudal jelajah saat ini, maupun rudal jelajah canggih," tuturnya.
Dia menambahkan bahwa China merupakan kompetitor utama yang harus ditangkal dari posisi kuat, terutama di sepanjang First Island Chain.
First Island Chain merupakan serangkaian kepulauan strategis di Samudra Pasifik Barat, membentang dari Jepang, Taiwan, Filipina, hingga Indonesia/Malaysia.
Baca juga: Korea Utara Sebut Golden Dome AS Bisa Picu Konflik Nuklir Luar Angkasa
Anggaran fantastis
Awalnya, rencana ini diperkirakan memakan biaya 175 miliar dollar AS hingga tahun 2035.
Namun, Angkatan Antariksa AS menaikkan estimasi tersebut sebesar 10 miliar dollar AS pada bulan lalu, sehingga totalnya menjadi 185 miliar dollar AS.
Dalam perincian anggaran pertahanan tahun fiskal 2027 yang mencatat rekor 1,5 triliun dollar AS, Pentagon berencana meminta 17,9 miliar dollar AS khusus untuk Golden Dome pada tahun fiskal mendatang.
Menariknya, sebesar 17,1 miliar dollar AS dari dana tersebut akan diupayakan melalui paket rekonsiliasi anggaran.
Hal tersebut merupakan sebuah prosedur legislatif yang memungkinkan pengesahan hanya dengan 50 suara di Senat, bukan 60 suara yang biasanya diperlukan untuk alokasi reguler.
Baca juga: Korut Kecam Rencana Golden Dome AS, Sebut Bisa Picu Perlombaan Senjata Nuklir dan Antariksa
Letnan Jenderal Heath Collins, Direktur Badan Pertahanan Rudal (Missile Defence Agency), memberikan gambaran mengenai ancaman yang dihadapi.
Meski jumlah pasti rudal dan drone milik China bersifat rahasia, dia memberikan estimasi kasar.
"Angka-angka itu dirahasiakan, tetapi jumlahnya berkisar, tergantung pada jenis ancamannya, mulai dari beberapa ratus hingga beberapa puluh ribu," ungkap Collins.
Untuk mempercepat realisasi proyek ini, Angkatan Antariksa AS dilaporkan telah memberikan kontrak senilai hingga 3,2 miliar dollar AS kepada 12 perusahaan utama.
Baca juga: Trump Mau Bikin Pertahanan Rudal Golden Dome di Luar Angkasa, Begini Respons Kremlin
Di antara 12 perusahaan tersebut termasuk perusahaan raksasa seperti SpaceX dan Lockheed Martin. Mereka diminta mengembangkan prototipe pencegat berbasis ruang angkasa.
Di satu sisi, rencana besar Washington ini tidak luput dari kecaman internasional.
Beijing tahun lalu telah memperingatkan bahwa langkah AS ini dapat memicu perlombaan senjata dan berisiko membuat luar angkasa menjadi medan perang.
China menilai AS terlalu terobsesi dalam mengejar keamanan mutlak.
Baca juga: AS Akan Bikin Golden Dome, Anti-Rudal Pertama di Luar Angkasa
Tag: #trump #sudah #ancang #ancang #lawan #china #bidik #dengan #golden #dome