Persaingan Memanas, China Kirim Kapal LNG Terbesar
Ilustrasi kapal tanker LNG.(PEXELS/DIEGO F PARRA)
15:42
27 April 2026

Persaingan Memanas, China Kirim Kapal LNG Terbesar

- China mengirim kapal pengangkut gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) terbesar yang pernah dibuat di dalam negerinya pada Minggu (26/4/2026). 

Pencapaian ini mempertegas ambisi "Negeri Panda" dalam menantang dominasi Korea Selatan di sektor pembuatan kapal bernilai tinggi.

Kapal raksasa bernama Celsius Georgetown tersebut merupakan hasil karya China Merchants Heavy Industry (Jiangsu), anak perusahaan dari China Merchants Group.

Baca juga: China Isyaratkan Mau Punya Kapal Induk Nuklir Baru

Kapal ini memiliki kapasitas angkut sebesar 180.000 meter kubik dengan panjang mencapai 298,8 meter, sebagaimana dilansir SCMP.

Penyerahan unit ini menandai tonggak sejarah baru karena kini terdapat lima galangan kapal domestik di China yang mampu merancang dan membangun kapal LNG canggih. 

Celsius Georgetown sendiri merupakan unit pertama dari enam kapal identik yang dipesan oleh perusahaan asal Denmark, Celsius Shipping. 

Unit kedua dijadwalkan akan diserahkan dalam tiga bulan ke depan.

Baca juga: Jerman Turun Tangan Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Siap Kirim Kapal

Pihak perusahaan menyebut penyelesaian kapal ini sebagai terobosan signifikan dalam pembangunan kapal pengangkut energi bersih skala besar. 

Sebagai informasi, kapal LNG sering dianggap sebagai puncak teknologi pembuatan kapal karena kerumitan desain dan tekniknya.

Pasalnya, kapal ini harus mengangkut bahan bakar pada suhu ekstrem serendah minus 163 derajat Celsius.

Dalam upacara penamaan kapal awal bulan ini, Ketua China Merchants Group, Miao Jianmin, menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan titik balik strategis.

Baca juga: Jerman Turun Tangan Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz, Siap Kirim Kapal

"Ini menandai masuknya grup kami secara resmi ke dalam 'kelompok inti global' pembangun kapal LNG skala besar," ujar Miao Jianmin.

Ia juga berkomitmen untuk terus memajukan operasi yang berteknologi tinggi, cerdas, hijau, dan terinternasionalisasi di seluruh sektor pelabuhan, pelayaran, dan pembuatan kapal grup tersebut selama periode rencana lima tahun ke-15.

Persaingan ketat

Langkah agresif China ini memperpanjang daftar pemain besar di industri LNG mereka. 

Sejak Hudong-Zhonghua Shipbuilding menjadi perusahaan China pertama yang memasuki pasar ini pada 2008, industri ini berkembang pesat. 

Empat pemain besar lainnya yakni Jiangnan Shipyard, Dalian Shipbuilding Industry, Yangzijiang Shipbuilding, dan China Merchants Heavy Industry (Jiangsu) telah mulai menerima pesanan pada 2024.

Baca juga: Lagi, Militer AS Serang Kapal di Pasifik Timur, 2 Tewas

Secara volume, China saat ini merupakan pembuat kapal nomor satu di dunia. 

Data industri menunjukkan China memenangkan hampir 70 persen dari seluruh pesanan pengiriman global baru pada 2025, dengan keunggulan kuat pada kapal curah dan kapal kontainer.

Meski demikian, Korea Selatan masih menjadi pesaing tangguh, terutama di segmen bernilai tinggi. 

Laporan The Korea Herald pada Februari menyebutkan bahwa perusahaan "Negeri Ginseng" masih menguasai sekitar 70 persen pasar kapal pengangkut LNG global. 

Baca juga: Misteri Kapal Nelayan Hantu di Laut China Selatan: Tak Mancing, Dibayar Rp 60 Juta

Namun, posisi ini mulai terancam oleh China.

Rhee Shin-hyung, profesor arsitektur angkatan laut dan teknik kelautan di Seoul National University, memperingatkan bahwa kesenjangan teknologi antara kedua negara semakin menipis.

"China telah mengejar di banyak bidang teknologi pembuatan kapal. Dalam teknik pembuatan kapal tradisional, banyak yang mengatakan hanya ada sedikit celah yang tersisa, yang mungkin memungkinkan Korea untuk tetap unggul selama dua atau tiga tahun ke depan saja," kata Rhee.

Menurutnya, tanpa pengembangan teknologi yang benar-benar baru, akan sulit bagi Korea Selatan untuk mempertahankan keunggulan jangka panjang di masa depan.

Baca juga: Tolak Ide Menkeu, Indonesia Tak Akan Pungut Tarif Kapal di Selat Malaka

Tag:  #persaingan #memanas #china #kirim #kapal #terbesar

KOMENTAR