Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz
Kapal Perang Amerika Serikat (Naval)
09:48
24 April 2026

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz

Donald Trump mengambil langkah militer ekstrem dengan menginstruksikan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menghabisi siapa pun yang menyabotase Selat Hormuz.

Keputusan ini menjadi titik didih baru dalam upaya Washington mengamankan jalur distribusi energi global dari ancaman ranjau laut.

Dikutip dari The Hill, Amerika Serikat kini tidak hanya sekadar bertahan melainkan secara aktif melakukan pembersihan ranjau dengan intensitas tiga kali lipat.

Kapal perang Amerika Serikat USS Miguel Keith terdeteksi mondar-mandir di Selat Malaka dekat perairan Indonesia. AS perluas blokade untuk incar tanker minyak Iran di Indo-Pasifik. [Dok. usni.org]Kapal perang Amerika Serikat USS Miguel Keith terdeteksi mondar-mandir di Selat Malaka dekat perairan Indonesia. AS perluas blokade untuk incar tanker minyak Iran di Indo-Pasifik. [Dok. usni.org]

Trump menegaskan posisi tempur ini melalui pernyataan resmi yang menunjukkan tidak adanya toleransi terhadap aktivitas provokasi di perairan tersebut.

“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh kapal apa pun, meskipun itu kapal kecil (Semua kapal angkatan laut mereka, berjumlah 159 kapal, berada di dasar laut!), yang memasang ranjau di perairan Selat Hormuz. Tidak boleh ada keragu-raguan,” tulis Trump.

Perintah tegas ini muncul di tengah ketidakpastian operasional jalur pelayaran yang menjadi urat nadi ekonomi dunia tersebut.

Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)

Gedung Putih bahkan telah memberikan instruksi khusus untuk mempercepat pembersihan sisa-sisa ancaman di bawah air.

“Selain itu, 'penyapu' ranjau kami sedang membersihkan Selat tersebut saat ini. Saya dengan ini memerintahkan aktivitas tersebut untuk dilanjutkan, tetapi dengan level yang ditingkatkan tiga kali lipat!” tambahnya.

Meskipun gencatan senjata dengan Iran telah diperpanjang tanpa batas waktu namun blokade militer tetap dijalankan dengan ketat.

Pentagon memberikan estimasi bahwa proses pembersihan ranjau secara menyeluruh bisa memakan waktu hingga enam bulan ke depan.

Dampak Ekonomi dan Blokade Maritim

Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang dilewati oleh seperlima dari total pasokan minyak dan gas dunia setiap harinya.

Penurunan volume lalu lintas tanki akibat konflik telah memicu lonjakan harga minyak di pasar internasional secara signifikan.

Komando Pusat AS melaporkan telah menghalau puluhan kapal yang mencoba melanggar zona blokade terhadap Iran tersebut.

Tindakan tegas di lapangan ini merupakan bagian dari strategi besar Amerika Serikat untuk memberikan tekanan maksimal pada Teheran.

Trump juga menyoroti adanya gejolak internal di pemerintahan Iran yang dianggapnya sedang kehilangan arah kepemimpinan.

Presiden menggambarkan adanya perpecahan antara faksi garis keras dan moderat di dalam struktur kekuasaan Iran saat ini.

“Mereka tidak tahu! Pertikaian antara 'Garis Keras', yang telah kalah BURUK di medan perang, dan 'Moderat', yang tidak moderat sama sekali (tetapi mendapatkan rasa hormat!), sangat GILA!” tulisnya.

Amerika Serikat mengeklaim telah menutup akses masuk dan keluar kawasan tersebut secara total dari segala aktivitas ilegal.

Blokade ini dipastikan tidak akan melonggar sebelum Iran bersedia duduk di meja perundingan dengan syarat yang ditentukan Washington.

“Kami memiliki kendali total atas Selat Hormuz. Tidak ada kapal yang dapat masuk atau keluar tanpa persetujuan Angkatan Laut Amerika Serikat. Itu 'Disegel Rapat', sampai saat Iran mampu membuat KESEPAKATAN!!!” tegas Trump.

Krisis di Selat Hormuz ini berawal dari meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah perairan strategis.

Blokade dilakukan sebagai respon atas ancaman keamanan maritim yang mengganggu stabilitas suplai energi global melalui jalur laut tersebut.

Hingga saat ini Gedung Putih belum menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk mengajukan proposal perdamaian baru kepada Amerika Serikat.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #donald #trump #perintahkan #tembak #bunuh #jenis #kapal #selat #hormuz

KOMENTAR