AS Klaim Nol Kapal Tembus Blokade Hormuz, Data Maritim Ungkap Sebaliknya
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.(AFP/GIUSEPPE CACACE)
16:18
16 April 2026

AS Klaim Nol Kapal Tembus Blokade Hormuz, Data Maritim Ungkap Sebaliknya

Militer Amerika Serikat (AS) mengeklaim tidak ada satu pun kapal yang berhasil menembus blokade di Selat Hormuz sejak diberlakukan awal pekan ini.

Namun, klaim tersebut berbeda dengan sejumlah laporan pelacakan maritim yang menunjukkan adanya kapal-kapal yang tetap melintas di kawasan strategis tersebut.

Mengutip laporan BBC, Kamis (16/4/2026), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah memutarbalikkan sedikitnya 10 kapal sejak blokade dimulai pada Senin (13/4/2026).

Baca juga: Iran Beri Tawaran ke AS, Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, asalkan...

“Sepuluh kapal telah diputarbalikkan dan nol kapal yang berhasil menembus sejak awal blokade,” demikian pernyataan resmi militer AS.

Dalam kebijakan tersebut, pasukan AS akan mencegat atau memaksa kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran untuk berbalik arah.

Sementara kapal yang tidak terkait dengan Iran disebut masih diperbolehkan melintas di Selat Hormuz.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Presiden AS Donald Trump untuk menekan Iran, antara lain dengan menghentikan pungutan yang diberlakukan Teheran terhadap kapal yang melintas serta membatasi ekspor minyak negara tersebut.

Di sisi lain, Iran mengecam blokade tersebut sebagai bentuk “pembajakan” dan mengancam akan membalas dengan menargetkan jalur pelayaran di Teluk Persia, Teluk Oman, hingga Laut Merah.

Laporan berbeda dari data maritim

Klaim AS tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan laporan lain yang muncul dari data pelacakan kapal.

Menurut kantor berita AFP yang mengutip penyedia data maritim Kpler, setidaknya tiga kapal yang berangkat dari pelabuhan Iran berhasil melintasi Selat Hormuz setelah blokade diberlakukan.

Baca juga: Blokade AS di Selat Hormuz: Lalu Lintas Kapal Turun, Distribusi Energi Terganggu

Kapal-kapal tersebut merupakan bagian dari sedikitnya tujuh kapal terkait Iran yang mencoba melintasi selat tersebut sejak Senin.

Salah satunya adalah kapal pengangkut curah berbendera Liberia, Christianna, yang melintas setelah membongkar sekitar 74.000 ton jagung di Pelabuhan Bandar Imam Khomeini. Kapal itu terdeteksi melewati Pulau Larak di Selat Hormuz pada Senin sore.

Kapal lainnya, tanker berbendera Komoro Elpis, juga dilaporkan melintasi kawasan tersebut setelah memuat sekitar 31.000 ton metanol dari Pelabuhan Bushehr.

Selain itu, kapal Argo Maris turut tercatat melintas, bersama sejumlah kapal lain yang memiliki keterkaitan dengan Iran.

Namun, tidak semua kapal berhasil melanjutkan perjalanan. Beberapa di antaranya dilaporkan berbalik arah setelah keluar dari selat, termasuk kapal tanker China Rich Starry yang sempat menuju Oman sebelum akhirnya kembali ke arah Selat Hormuz.

Kapal Christianna juga dilaporkan berbalik arah di lepas pantai Oman, sementara tujuan akhirnya belum diketahui.

Perbedaan laporan ini juga dipengaruhi kondisi di lapangan. Para analis maritim telah memperingatkan bahwa sinyal pelacakan kapal di kawasan Selat Hormuz kerap terganggu atau dimanipulasi di tengah meningkatnya konflik.

Hal ini membuat pemantauan pergerakan kapal menjadi tidak sepenuhnya akurat.

Baca juga: Krisis Selat Hormuz, FAO Ingatkan Bahaya Inflasi Pangan Global

Latar belakang ketegangan

Situasi di Selat Hormuz memanas setelah Iran sebelumnya menutup jalur tersebut menyusul serangan militer AS dan Israel pada 28 Februari 2026.

Sebagai respons atas kegagalan perundingan damai, AS kemudian mengumumkan blokade terhadap Iran pada Minggu (12/4/2026).

Militer AS menyebut dalam 24 jam pertama penerapan blokade, mereka telah menghentikan enam kapal yang hendak berlayar keluar dari pelabuhan Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital bagi distribusi energi global, sehingga setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memicu dampak luas terhadap ekonomi dunia.

Dengan adanya perbedaan klaim antara pihak militer dan data pelacakan independen, situasi di Selat Hormuz masih menyisakan ketidakpastian di tengah eskalasi konflik yang terus berlangsung.

Tag:  #klaim #kapal #tembus #blokade #hormuz #data #maritim #ungkap #sebaliknya

KOMENTAR