AS Blokade Selat Hormuz Mulai Hari Ini, Tiru Strategi di Venezuela?
Ilustrasi Selat Hormuz.(Wikimedia Commons)
11:48
13 April 2026

AS Blokade Selat Hormuz Mulai Hari Ini, Tiru Strategi di Venezuela?

- Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan akan mulai menerapkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari Iran pada Senin (13/4/2026).

Pengumuman ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan blokade Selat Hormuz usai gagal capai kesepakatan damai dengan Iran.

"Pasukan Komando Pusat AS (Centcom) akan mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada tanggal 13 April pukul 10 pagi (22.00 WIB), sesuai dengan proklamasi Presiden," demikian pernyataan yang diunggah di platform perusahaan media sosial AS, X.

Centcom menegaskan, blokade akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. 

Baca juga: Inggris Tak Akan Ikut AS Blokade Iran di Selat Hormuz

Kapal tujuan pelabuhan non-Iran aman

Pernyataan itu menambahkan, blokade tersebut akan mencakup semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.

"Pasukan Centcom tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan non-Iran," demikian pernyataan tersebut.

Komando tersebut mengatakan akan memberi tahu kapal-kapal komersial sebelum blokade.

Mereka pun menyarankan semua kapal di Teluk Oman dan Selat Hormuz untuk memantau siaran maritim dan menghubungi pasukan angkatan laut AS jika diperlukan.

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja AS Blokade Selat Hormuz?

Tiru blokade Venezuela?

Beberapa pejabat dan analis memuji keputusan Trump untuk memberlakukan blokade angkatan laut di selat tersebut sebagai pilihan terbaik.

Sekitar setengah dari pendapatan pemerintah Iran berasal dari minyak dan gas. 

Blokade akan mencekik ekspor minyak Iran dan menunjukkan kepada sekutu AS dan pasar energi global bahwa Teheran tidak dapat menyandera selat tersebut.

“Kita telah melihat strategi blokade ini pada dasarnya berhasil di Venezuela dan Trump memiliki kesempatan untuk menirunya di sini,” kata Matthew Kroenig, mantan pejabat Pentagon yang sekarang berada di Atlantic Council, dikutip dari Wall Street Journal

“Saya pikir ini adalah cara untuk benar-benar meningkatkan tekanan pada rezim dan memaksa mereka menghadapi beberapa dilema sulit,” sambungnya.

Baca juga: Trump Ngamuk Negosiasi AS-Iran Gagal, Mulai Blokade Selat Hormuz

Negosiasi AS-Iran buntu

Suasana menjelang negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).AFP/POOL/JACQUELYN MARTIN Suasana menjelang negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026).

Sebelumnya, Wakil Presiden AS, JD Vance menuturkan,  pembicaraan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Menurutnya, inti dari perselisihan tersebut adalah tentang senjata nuklir.

"Faktanya, kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya mendapatkan senjata nuklir dan mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat memperoleh senjata nuklir," ujarnya, dikutip dari AFP.

"Apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang, bukan hanya dua tahun dari sekarang, tetapi untuk jangka panjang? Kami belum melihat hal itu. Kami berharap akan melihatnya," sambungnya.

Baca juga: Diberi Rute Khusus, 3 Kapal Ini Berhasil Lewati Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata

Dalam pidato singkatnya di sebuah hotel mewah di Islamabad tempat kedua pihak bertemu, Vance tidak menyoroti perbedaan pendapat mengenai isu penting lainnya, yaitu pembukaan kembali Selat Hormuz.

Dia menegaskan, Presiden Donald Trump telah bersikap akomodatif dalam pembicaraan tersebut.

Sementara, pihak Iran menilai tuntutan AS untuk mengakhiri perang, tak masuk akal.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan mengakui bahwa kesepakatan dengan Amerika Serikat hampir tercapai pada Minggu (12/4/2026).

"Iran terlibat dengan AS dengan itikad baik untuk mengakhiri perang," katanya dalam sebuah unggahan di X.

"Namun, ketika hanya beberapa inci lagi dari kesepakatan di Islamabad, kami menghadapi maksimalisme, perubahan aturan main, dan blokade," tambahnya.

Tag:  #blokade #selat #hormuz #mulai #hari #tiru #strategi #venezuela

KOMENTAR