PBB Ungkap 3 TNI di UNIFIL Gugur Ditembak Tank Israel, Kena Bom Hizbullah
Ilustrasi prajurit TNI yang bertugas menjadi pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.(UNITED NATIONS INTERIM FORCE LEBANON (UNIFIL))
19:12
8 April 2026

PBB Ungkap 3 TNI di UNIFIL Gugur Ditembak Tank Israel, Kena Bom Hizbullah

- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis hasil penyelidikan terkait tiga Tentara Nasional Indonesia (TNI) penjaga perdamaian PBB yang gugur di Lebanon pada Maret 2026, Selasa (7/4/2026).

Menurut penyelidikan tersebut, tiga personel itu kemungkinan gugur akibat tembakan tank Israel dalam satu insiden, dan akibat bom rakitan Hizbullah dalam insiden lainnya.

Baca juga: PBB Rilis Hasil Penyelidikan Awal Penyebab Gugurnya 3 TNI Pasukan UNIFIL di Lebanon


"Kami telah meminta kepada pihak-pihak terkait agar kasus-kasus tersebut diselidiki, dan dituntut oleh otoritas nasional untuk membawa para pelaku ke pengadilan, serta memastikan pertanggungjawaban pidana atas kejahatan terhadap pasukan penjaga perdamaian," kata Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, dilansir AFP, Rabu (8/4/2026).

Pada 29 Maret 2026, seorang anggota penjaga perdamaian Indonesia guugr dan tiga lainnya terluka akibat proyektil yang meledak di dekat pos Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

Keesokan harinya, dua tentara lain dari pasukan yang sama tewas akibat ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka.

Baca juga: Indonesia Tak Terima 3 TNI Lainnya Luka di Lebanon, Desak Perlindungan UNIFIL

Hasil penyelidikan PBB

Dalam kasus pertama, penyelidikan menunjukkan proyektil tersebut adalah peluru meriam utama tank 120 milimeter milik tank Merkava Pasukan Pertahanan Israel dari timur.

Dujarric menambahkan bahwa UNIFIL telah mengkomunikasikan lokasi semua posisi dan instalasinya kepada militer Israel dua kali dalam beberapa hari sebelum insiden tersebut.

Sementara itu, dia menjelaskan, ledakan pada 30 Maret 2026 disebabkan oleh jenis bom IED (Improvised Explosive Device).

"Penyelidikan telah menilai bahwa, mengingat lokasi kejadian, sifat ledakan, dan konteks saat ini, IED kemungkinan besar ditempatkan oleh Hizbullah," katanya.

UNIFIL telah bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian antara Israel dan Lebanon sejak 1978. Kini mereka terjebak dalam baku tembak antara tentara Israel dan Hizbullah.

Baca juga: UNIFIL Diserang Lagi, PBB Konfirmasi 3 Prajurit Indonesia Terluka

Tanggapan Pemerintah Indonesia

Sejumlah prajurit TNI mengusung peti jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) saat upacara pelepasan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). Jenazah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon dilepas melalui upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum diterbangkan ke daerah asal masing-masing. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YUPutra M. Akbar Sejumlah prajurit TNI mengusung peti jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) saat upacara pelepasan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). Jenazah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon dilepas melalui upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum diterbangkan ke daerah asal masing-masing. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan pada Rabu bahwa mereka telah menerima temuan awal dari PBB.

"Pemerintah Indonesia telah mendesak semua pihak terkait untuk menyelidiki dan menuntut para pelaku, dan untuk memastikan pertanggungjawaban atas kejahatan yang dilakukan terhadap personel penjaga perdamaian," kata Plt Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemenlu Veronica Vicka Ancilla Rompis kepada wartawan di Jakarta.

Baca juga: Penghormatan Terakhir 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, UNIFIL: Mereka Tak Terlupakan

Ia mengatakan, operasi militer Israel yang sedang berlangsung di Lebanon selatan akan terus berpotensi membahayakan personel penjaga perdamaian.

"Semua tindakan yang membahayakan personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan berlanjut," tambah Vicka.

Sementara itu, terkait apakah Indonesia mempertimbangkan untuk menghentikan penempatan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon, juru bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengatakan, "Setiap keputusan yang kami buat terkait masalah ini akan melalui pertimbangan yang sangat, sangat cermat."

Tag:  #ungkap #unifil #gugur #ditembak #tank #israel #kena #hizbullah

KOMENTAR