Mengapa Mediasi Pakistan Bisa Diterima AS dan Iran?
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.(Instagram/govtofpakistan)
14:54
8 April 2026

Mengapa Mediasi Pakistan Bisa Diterima AS dan Iran?

- Pakistan telah muncul sebagai aktor kunci dalam proses gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

Mereka bahkan menjadi tuan rumah negosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah pada Jumat (10/4/2026). 

Pada Rabu (8/4/2026), Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengatakan, AS dan Iran telah sepakat untuk gencatan senjata setelah mediasi oleh pemerintahnya.

Menurutnya, gencatan senjata selama dua pekan selanjutnya akan mengarah pada pembicaraan di ibu kota Pakistan.

Baca juga: AS-Iran Akan Berunding di Pakistan, Bahas Kelanjutan Gencatan Senjata

Apa hubungan Pakistan dengan Iran?

Dikutip dari AFP, Rabu, mantan Duta Besar Pakistan untuk Teheran, Asif Durrani mengeklaim, negaranya menjadi satu-satunya negara di kawasan yang menikmati hubungan baik dengan AS dan Iran.

Pakistan memiliki perbatasan sepanjang 900 kilometer di bagian barat daya dengan Iran, serta menjalin hubungan sejarah, budaya, dan agama yang mendalam.

Pakistan adalah rumah bagi populasi Muslim Syiah terbesar kedua di dunia setelah Iran.

Iran adalah negara pertama yang mengakui Pakistan setelah kemerdekaan pada tahun 1947. Islamabad membalas budi kepada Teheran setelah revolusi tahun 1979.

Pakistan juga mewakili beberapa kepentingan diplomatik Iran di Washington, tempat Teheran tidak memiliki kedutaan besar.

Baca juga: Trump Siap Bantu Pulihkan Arus di Selat Hormuz, Sebut Iran Bisa Panen Cuan

Bagaimana hubungan Pakistan dengan AS?

Panglima militer Pakistan yang berpengaruh, Asim Munir mengaku telah membangun hubungan pribadi yang baik dengan Presiden AS Donald Trump.

Ia bahkan ikut mengunjungi Washington bersama Sharif tahun lalu setelah terjadi peningkatan permusuhan antara Pakistan dan India di Kashmir. 

Sharif memuji intervensi Trump yang berani dan visioner, sementara Munir mengatakan pemimpin AS itu pantas mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian karena menghentikan eskalasi antara negara-negara tetangga yang memiliki senjata nuklir.

Trump juga menilai bahwa Pakistan mengenal Iran lebih baik daripada kebanyakan orang.

Baca juga: Di Balik Layar, China Berperan Bantu Upaya Gencatan Senjata AS-Iran

Hubungan pribadi telah lama membantu meningkatkan hubungan bilateral yang dibentuk oleh kepentingan strategis yang berubah-ubah dan terkadang mengalami ketegangan.

Meskipun sebagai sekutu non-NATO, Pakistan menghadapi klaim AS bahwa negara itu melindungi militan yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan koalisi di seberang perbatasan Afghanistan.

Hubungan semakin tegang ketika pasukan AS membunuh pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden di wilayah Pakistan pada 2011 tanpa memberitahu Islamabad.

Pakistan pun menghadapi tuduhan keterlibatan dalam melindungi buronan tersebut.

Baca juga: Bagaimana Reaksi Dunia soal Gencatan Senjata AS-Iran, Termasuk Indonesia?

Bagaimana hubungan Pakistan dengan negara kawasan?

Warga Pakistan berjalan melewati perbatasan Taftan usai kembali dari Iran menuju Provinsi Balochistan, di tengah serangan Amerika Serikat-Israel pada 9 Maret 2026.AFP/BANARAS KHAN Warga Pakistan berjalan melewati perbatasan Taftan usai kembali dari Iran menuju Provinsi Balochistan, di tengah serangan Amerika Serikat-Israel pada 9 Maret 2026.

Pakistan dan Arab Saudi menandatangani perjanjian pertahanan bersama strategis pada 2025, memperkuat hubungan yang telah lama terjalin tetapi juga membatasi sejauh mana Islamabad dapat mendukung Teheran.

Pakistan juga memiliki hubungan dekat dengan Beijing, yang menurut Trump turut membantu membawa Iran ke meja perundingan.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengadakan pertemuan dengan para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Turkiye, dan Mesir bulan lalu untuk membahas upaya meredakan konflik, kemudian terbang ke Beijing untuk pembicaraan lebih lanjut. 

China, yang merupakan mitra dagang terbesar Iran, kemudian bergabung dengan Pakistan dalam menyerukan rencana untuk mengakhiri pertempuran yang melanda Timur Tengah.

Beijing pun menyatakan dukungannya kepada Pakistan untuk memainkan peran unik dan penting dalam meredakan situasi.

Baca juga: Israel Menyesal Hancurkan Sinagoge di Iran, Klaim Targetkan Pejabat Militer

Apa keuntungannya bagi Pakistan?

Sikap netral masuk akal secara ekonomi bagi Pakistan, yang bergantung pada impor minyak dan gas melalui Selat Hormuz, serta menghindari terseret ke dalam konflik lebih lanjut di perbatasan negaranya.

Gangguan yang berkelanjutan akan memperburuk pasokan bahan bakar, menaikkan harga, dan memaksa pemerintah yang kekurangan dana untuk mengambil langkah-langkah penghematan lebih lanjut.

Mengakhiri perang secara permanen tidak hanya akan meningkatkan stabilitas regional tetapi juga kedudukan internasional Pakistan.

Sebab, Pakistan sedang terlibat konflik bersenjata dengan negara tetangganya, Afghanistan dan India kurang dari satahun lalu.

Baca juga: Kapal Perang Inggris Langsung Masuk Bengkel Usai dari Timur Tengah

Apa peran Pakistan selanjutnya?

Perdana Menteri Pakistan akan menyambut delegasi AS dan Iran ke ibu kota mulai 10 April. 

"Iran akan merasa lebih nyaman di Islamabad, itulah sebabnya mereka menerima mediasi Pakistan," kata Durrani, mantan duta besar tersebut.

Menurutnya, Pakistan dapat membantu kedua belah pihak menyelesaikan perbedaan yang masih ada.

Jika pembicaraan dilakukan secara langsung, maka Pakistan dapat membantu para pihak untuk menengahi jika terjadi kebuntuan.

"Pakistan meraih salah satu kemenangan diplomatik terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir," kata pakar Asia Selatan, Michael Kugelman dalam sebuah unggahan di X. 

"Hal itu juga membuktikan banyak skeptis dan penentang tidak percaya bahwa Pakistan memiliki kemampuan untuk mewujudkan prestasi yang kompleks dan berisiko tinggi seperti itu," sambungnya.

Tag:  #mengapa #mediasi #pakistan #bisa #diterima #iran

KOMENTAR