IHSG Dibuka Melemah 0,75 Persen ke 7.322, Tekanan Pasar Berlanjut
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (24/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.08 WIB, IHSG turun 55,65 poin atau 0,75 persen ke level 7.322,96.
IHSG dibuka di level 7.378,07, sedikit di bawah penutupan sebelumnya di 7.378,61. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 7.313,36 sebagai level terendah dan 7.383,40 sebagai level tertinggi.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 5,165 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,647 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 265.500 kali.
Baca juga: Musim Liburan Usai, Saham Sektor Konsumer Masih Layak Koleksi?
Sebanyak 173 saham menguat, 395 saham melemah, dan 391 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp 13.100 triliun.
Sementara itu, indeks-indeks lainnya juga kompak berada di zona merah. LQ45 turun 5,34 poin atau 0,75 persen ke level 710,54, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,58 poin atau 0,12 persen ke 498,35.
Indeks Kompas100 terkoreksi 7,89 poin atau 0,79 persen ke level 996,25. Adapun Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) turun 1,28 poin atau 0,48 persen ke 266,21, IDX30 melemah 3,03 poin atau 0,77 persen ke 390,24, dan JII70 turun 0,80 poin atau 0,42 persen ke 191,71.
Analis memperkirakan IHSG hari ini rawan koreksi, setelah indeks 2,16 persen ke level 7.378,606 pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026).
Baca juga: IHSG Turun 2,16 Persen, Asing Kaburdari Saham Big Caps, Minati Saham Komoditas-Energi
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih dalam fase rawan koreksi lanjutan. Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak dengan level support di 7.351 dan resistance di 7.422.
Menurutnya, pelemahan indeks dipengaruhi oleh tertekannya nilai tukar rupiah dan potensi arus dana asing keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik.
Untuk diketahui, mata uang Rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 105 poin ke posisi Rp 17.286 per dollar AS per Kamis.
“Untuk besok (Jumat) kami memperkirakan posisi IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya dengan support 7.351 dan resist 7.422, dimana kami perkirakan akan dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah dan kecenderungan outflow dari market,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Kamis malam.
Baca juga: Saham dan Obligasi Bisa Turun Bersamaan, Investor Cari Strategi Baru
Senada, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai IHSG berpotensi bergerak dalam rentang support di level 7.245 dan resistance di 7.558.
Indikator MACD menunjukkan tren penurunan yang sejalan dengan RSI yang turut mengalami pelemahan, didukung oleh volume transaksi yang berada di atas rata-rata 20 hari terakhir.
Ia menjelaskan, pergerakan pasar pada perdagangan Jumat akan dipengaruhi oleh dua sentimen utama, yaitu perkembangan komunikasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berjalan lambat, sehingga meningkatkan ketidakpastian global dan mendorong pasar ke arah yang lebih berisiko.
Kedua, tekanan jual investor asing yang masih berlanjut. Kondisi ini diperparah oleh pembaruan indeks global oleh MSCI serta penurunan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif oleh Fitch Ratings.
Tag: #ihsg #dibuka #melemah #persen #7322 #tekanan #pasar #berlanjut