Komandan Pasukan Quds Iran, Asghar Bagheri, Meninggal dalam Serangan Israel
- Komandan Pasukan Quds Iran, Asghar Bagheri, meninggal dalam serangan Israel di Teheran pada Minggu (5/4/2026).
Bagheri merupakan Komandan Unit Operasi Khusus Pasukan Quds, dikenal sebagai Unit 840.
“Angkatan Udara Israel melakukan serangan di Teheran dan menewaskan Asghar Bagheri, Komandan Unit Operasi Khusus Pasukan Quds (840) sejak 2019,” demikian pernyataan militer Israel (IDF) pada Senin (6/4/2026), dikutip dari AFP.
Baca juga: Komandan Basij Gholamreza Soleimani Dikonfirmasi Meninggal Diserang Israel
Pasukan Quds sendiri merupakan unit elite Garda Revolusi Iran (IRGC) yang bertugas menjalankan operasi luar negeri.
Militer Israel menyebut Bagheri berperan penting dalam berbagai operasi yang menargetkan aset-aset Israel dan Amerika Serikat (AS) di berbagai negara.
Dalam pernyataan lanjutan yang dikutip Voice of Emirates, Israel mengungkap bahwa Bagheri selama ini menggunakan nama samaran “Sardar Bagheri”. Identitas aslinya disebut sebagai Yazdan Mir.
Terkait kematian Bagheri, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut bahwa kini pasukannya mampu menjangkau target strategis hingga ke pusat kekuasaan Iran di Teheran.
Baca juga: Iran Konfirmasi Kepala Dewan Keamanan Ali Larijani Meninggal Diserang Israel
Apa itu Unit 840?
Para anggota Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan Angkatan Laut Iran saat melakukan latihan militer di Teluk untuk memulai rangkaian simulasi militer di Selat Hormuz pada 16 Februari 2026.Unit 840 dikenal sebagai salah satu unit paling rahasia dalam struktur Pasukan Quds Iran.
Militer Israel menggambarkan unit ini sebagai bagian yang berfokus pada operasi luar negeri dengan target spesifik.
Unit ini juga disebut memiliki peran dalam perekrutan agen asing, serta dikaitkan dengan operasi lintas negara.
Oleh karena itu, pimpinan unit ini selalu menjadi target utama bagi badan intelijen Israel dan negara-negara Barat.
Baca juga: Istri Ali Khamenei Meninggal dalam Serangan AS-Israel di Iran
Kepala intel IRGC juga meninggal
Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi wafat dalam serangan AS-Israel, Senin (6/4/2026).Serangan gabungan AS-Israel turut menewaskan kepala intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi, pada Senin (6/4/2026).
Informasi itu disampaikan oleh IRGC dalam unggahan di kanal Telegram mereka.
"Mayor Jenderal Majid Khademi, kepala Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam yang berwibawa dan berpendidikan tinggi, gugur dalam serangan teroris kriminal oleh musuh Amerika-Zionis... pada dini hari ini," kata IRGC dalam keterangannya dilansir AFP.
Sementara itu, serangan rudal Iran yang menargetkan Israel juga semakin intensif. Kali ini, targetnya adalah Israel selatan, menurut laporan Al Jazeera, Senin (6/4/2026).
Serangan rudal dari Iran dalam 24 jam terakhir meningkatkan ketakutan, terutama warga di Haifa, kota yang sangat penting dan strategis di Israel.
Serangan terakhir terjadi Minggu (5/4/2026) sore dan rudal Iran tidak berhasil dicegat.
Namun, menurut media Israel, hulu ledak tidak meledak di banyak area sehingga meminimalkan kerusakan, meski kerusakannya tetap sangat besar.
Selain itu, Iran juga disebut menargetkan wilayah tengah Israel, termasuk Tel Aviv. Wilayah-wilayah ini telah mengalami sejumlah serangan dalam beberapa minggu terakhir.
Baca juga: Kepala Intelijen IRGC Majid Khademi Meninggal dalam Serangan AS-Israel
Tag: #komandan #pasukan #quds #iran #asghar #bagheri #meninggal #dalam #serangan #israel