Dapat Izin Iran, 15 Kapal Lewati Selat Hormuz dalam 24 Jam Terakhir
Ilustrasi Selat Hormuz.(Wikimedia Commons)
08:12
6 April 2026

Dapat Izin Iran, 15 Kapal Lewati Selat Hormuz dalam 24 Jam Terakhir

- Sebanyak 15 kapal berhasil melewati Selat Hormuz selama 24 jam terakhir pada Minggu (5/4/2026).

Kantor berita semi-resmi Fars News Agency melaporkan, kapal-kapal melalui jalur perairan strategis setelah menerima izin dari pihak berwenang Iran.

Namun, tak ada rincian mengenai kapal dari negara mana saja yang diizinkan lewat dalam periode waktu itu.

Kendati demikian, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih 90 persen lebih rendah dibandingkan sebelum perang.

Diketahui, penutupan Selat Hormuz merupakan balasan Iran atas serangan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari lalu.

Baca juga: Mengapa Serangan PLTN Bushehr Iran Bisa Jadi Bencana bagi Negara Teluk?

Selat Hormuz tak akan seperti dulu

Sementara itu, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan, Selat Hormuz tak akan sama seperti sebelum perang.

“Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke keadaan semula, terutama bagi AS dan Israel,” kata IRGC dalam sebuah unggahan di media sosial, dikutip dari Al Jazeera.

IRGC mengeklaim, pihaknya berada pada tahap akhir persiapan operasional untuk "tatanan baru" di Selat Hormuz.

Baca juga: Selamatkan Pilot F-15E, Operasi Navy SEAL AS di Jantung Iran Diklaim Paling Berani

Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah komite parlemen Iran menyetujui rancangan undang-undang untuk memberlakukan biaya transit pada kapal yang melewati jalur perairan utama tersebut.

Menurut laporan media Iran, proposal tersebut mencakup biaya transit yang harus dibayar dalam mata uang nasional Iran.

Selain itu, ada larangan transit untuk AS dan Israel, serta pembatasan terhadap negara-negara yang berpartisipasi dalam sanksi sepihak terhadap Iran.

Rencana tersebut juga mencakup ketentuan terkait kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, kewenangan angkatan bersenjatanya, keamanan maritim, isu lingkungan, dan kerja sama hukum dengan Oman.

Baca juga: Prioritas AS Kini Perang, Dana Militer Melonjak Tertinggi Sejak PD II

Negara Teluk ingin buka Selat Hormuz pakai militer

Perahu motor melaju di lepas pantai Al Jeer, Selat Hormuz, di utara Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab, dengan latar belakang kapal tanker minyak pada 25 Februari 2026.AFP/FADEL SENNA Perahu motor melaju di lepas pantai Al Jeer, Selat Hormuz, di utara Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab, dengan latar belakang kapal tanker minyak pada 25 Februari 2026.

Sebelumnya, negara-negara Teluk berupaya menggunakan kekuatan militer untuk membuka kembali Selat Hormuz melalui Dewan Keamanan PBB.

Rusia, China, dan Perancis secara tegas menggagalkan draf resolusi tersebut dan menyatakan akan menentang bahasa apa pun yang mengizinkan penggunaan kekuatan.

Rusia, China, dan Perancis termasuk di antara lima anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto.

Baca juga: Trump Ancam Rebut Minyak Iran jika Tak Buka Selat Hormuz pada Senin

Poin yang menjadi perdebatan sengit adalah pemberian wewenang bagi negara anggota untuk menggunakan segala cara yang diperlukan demi mengamankan navigasi di Selat Hormuz.

Dalam sidang Dewan Keamanan Kamis (2/4/2026), Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al Zayani mengatakan, niat agresif Teheran sebagai bentuk pengkhianatan terhadap tetangga Arab dan melanggar hukum internasional. 

Menurutnya, Iran telah menargetkan bangunan sipil seperti bandara, stasiun air, pelabuhan, dan hotel.

Tag:  #dapat #izin #iran #kapal #lewati #selat #hormuz #dalam #terakhir

KOMENTAR