Trump Klaim Presiden Iran Minta Gencatan Segera, Langsung Dibantah Teheran
- Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa presiden Iran telah meminta adanya gencatan senjata.
Pernyataan yang diunggah melalui Truth Social itu muncul menjelang pidatonya yang disiarkan televisi pukul Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat.
Ini merupakan pidato pertamanya sejak serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari memicu yang perang dan krisis energi global.
"AS akan mempertimbangkan gencatan senjata ketika Selat Hormuz terbuka, bebas, dan bersih. Sampai saat itu, kita akan membombardir Iran hingga musnah atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke Zaman Batu!" tulis Trump di Truth Social, dikutip dari AFP.
Baca juga: Jika Iran Buka Selat Hormuz, Apakah Krisis Energi Dunia Langsung Reda?
Lansung dibantah Iran
Namun, Teheran membantah bahwa Presiden Masoud Pezeshkian telah berupaya melakukan gencatan senjata dengan Washington.
"Pernyataan Trump tentang permintaan Iran untuk gencatan senjata adalah salah dan tidak berdasar," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei.
Teheran menegaskan, tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang.
Baca juga: Macron Balas Sindir Trump soal Perang Iran, Singgung Kerugian yang Dibuat Sekutu
Iran bahkan pada Rabu malam mengumumkan serangkaian serangan rudal dan pesawat tak berawak yang menargetkan Israel dan pangkalan-pangkalan AS di Teluk.
Pezeshkian sebelumnya menuturkan, Iran memiliki kemauan yang diperlukan untuk gencatan senjata, tetapi hanya jika musuh-musuhnya menjamin permusuhan tidak akan berlanjut.
Sebelum pidato Trump, presiden Iran itu bertanya kepada rakyat AS apakah konflik tersebut benar-benar mengutamakan Amerika.
Ia juga menuduh Washington melakukan kejahatan perang dan dipengaruhi oleh Israel.
Baca juga: Gedung Putih Angkat Bicara Usai Paus Leo Sentil Pemimpin Dunia yang Memulai Perang
Warga Iran siap lawan sampai akhir
Warga Iran mengibarkan bendera negara saat menghadiri pemakaman para komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel, di Lapangan Enghelab, Teheran, 11 Maret 2026.
Sementara itu, militer Iran mengatakan, rudal terbarunya menargetkan kota-kota Israel, termasuk Tel Aviv dan Eilat, serta fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Seorang jurnalis AFP melaporkan ledakan besar di Teheran pada Rabu sore dan serangan sebelumnya di dekat bekas kedutaan besar AS.
Di saat bersamaan, ribuan warga Iran berkumpul di Teheran untuk pemakaman komandan angkatan laut Garda Revolusi yang tewas dalam serangan udara Israel.
Mereka bersumpah untuk berjuang sampai akhir meskipun ada retorika keras dari Washington.
Baca juga: AS-Israel Serang Iran, Kompleks Baja di Isfahan Jadi Sasaran
"Perang ini telah berlangsung selama sebulan. Berapa pun lamanya, kami akan terus berjuang," kata Moussa Nowruzi, seorang pensiunan berusia 57 tahun.
"Kami akan melawan sampai akhir," kata Moussa Nowruzi, seorang pelayat berusia 57 tahun.
Mohammad Saleh Momeni, seorang pegawai pemerintah, mengatakan bahwa pernyataan Trump sama sekali tidak masuk akal.
"Dia tidak mampu mewujudkan satu pun kata-katanya dalam praktik, dan kami mendukung pemimpin kami," ujarnya.
Tag: #trump #klaim #presiden #iran #minta #gencatan #segera #langsung #dibantah #teheran