IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.217, Analis Ingatkan Risiko Koreksi
Bursa Efek Indonesia (BEI).(Dok. Bursa Efek Indonesia (BEI))
09:32
27 April 2026

IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.217, Analis Ingatkan Risiko Koreksi

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (27/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.19 WIB, IHSG naik 87,53 poin atau 1,23 persen ke level 7.217,02.

IHSG dibuka di level 7.158,51, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.129,49. Sepanjang sesi pagi, indeks bergerak dalam rentang 7.157,87 sebagai level terendah dan 7.230,03 sebagai level tertinggi.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 6,853 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,270 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 419.500 kali.

Baca juga: Analis Sebut Saham BBCA Tertekan Sentimen Makro, Simak Rekomendasinya

Sebanyak 433 saham menguat, 194 saham melemah, dan 332 saham stagnan. Kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp 12.900 triliun.

Sementara itu, indeks-indeks lainnya juga bergerak di zona hijau. LQ45 naik 4,82 poin atau 0,70 persen ke level 695,58, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) menguat 6,25 poin atau 1,30 persen ke 488,69.

Indeks Kompas100 naik 9,70 poin atau 1,00 persen ke level 976,59. Adapun Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) menguat 2,89 poin atau 1,12 persen ke 261,92, IDX30 naik 1,41 poin atau 0,37 persen ke 383,34, dan JII70 menguat 1,95 poin atau 1,04 persen ke 188,66.

Analis menilai IHSG masih dalam fase rawan koreksi seiring tekanan eksternal yang belum mereda. Investor ritel pun diminta untuk tidak agresif dan lebih selektif mengambil posisi di pasar.

Baca juga: LQ45 Dirombak, Saham DEWA, CUAN, HRTA, ESSA Berpotensi Melejit Diburu Dana Asing

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai IHSG awal pekan ini atau Senin (27/4/2026) tengah menguji support di area 7.100-7.125.

Jika level tersebut tidak mampu dipertahankan, potensi pelemahan lanjutan terbuka menuju area psikologis di rentang 6.950-7.000.

Namun secara teknikal, karena penurunan sudah cukup dalam dalam waktu singkat, peluang technical rebound tetap ada, terutama jika muncul sentimen positif seperti penguatan rupiah atau stabilisasi pasar global.

Potensi rebound yang terjadi kemungkinan masih bersifat terbatas atau sekadar technical rebound, dengan resistance awal di 7.150-7.200.

Selama belum ada kembalinya aliran dana asing secara signifikan, pergerakan tersebut belum dapat dikategorikan sebagai pembalikan tren.

Dengan demikian, IHSG masih berada dalam fase volatile downtrend dengan peluang swing jangka pendek.

Baca juga: Lo Kheng Hong Jual Saham SIMP Rp 7,5 Miliar saat Harga Tertekan, Ini Sinyalnya

“Dengan kata lain, market masih berada dalam fase volatile downtrend dengan potensi swing jangka pendek,” ujar Hendra kepada Kompas.com, Minggu (26/4/2026).

Di tengah volatilitas yang tinggi, investor ritel disarankan untuk mengambil sikap lebih defensif. Investor jangka pendek sebaiknya mengurangi agresivitas, fokus pada strategi trading buy saat kondisi oversold, serta disiplin dalam menerapkan cut loss.

“Di tengah volatilitas tinggi seperti ini, sikap investor ritel disarankan lebih defensif dan selektif. Investor jangka pendek disarankan mengurangi agresivitas, fokus pada trading cepat (trading buy saat oversold) dan disiplin cut loss” paparnya.

Sementara itu, bagi investor jangka menengah hingga panjang, peluang akumulasi tetap terbuka namun perlu dilakukan secara bertahap atau average down secara selektif pada saham dengan fundamental kuat.

Baca juga: Emiten Ramai Bagi Dividen, Analis Ungkap Saham Paling Menarik

Menjaga porsi kas tetap tinggi juga dinilai penting sebagai bantalan menghadapi ketidakpastian pasar yang masih didominasi faktor eksternal.

Lebih lanjut, investor perlu mencermati sejumlah sentimen kunci, mulai dari pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, arah kebijakan suku bunga global khususnya dari Federal Reserve (The Fed), hingga dinamika harga komoditas seperti minyak dan logam.

Selain itu, aliran dana asing atau foreign flow menjadi indikator utama untuk membaca arah pasar selanjutnya. Jika tekanan jual asing (net sell) masih besar, maka potensi rebound diperkirakan akan tetap terbatas.

Tag:  #ihsg #dibuka #menguat #level #7217 #analis #ingatkan #risiko #koreksi

KOMENTAR