Gerah Perang Terus, PM Australia Minta Kepastian Trump Kapan Konflik Rampung
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berbicara dalam konferensi pers di Canberra pada 11 Agustus 2025.(AFP/HILARY WARDHAUGH)
17:24
30 Maret 2026

Gerah Perang Terus, PM Australia Minta Kepastian Trump Kapan Konflik Rampung

- Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memberikan kepastian mengenai tujuan dari perang yang tengah berlangsung di Iran.

Albanese menyatakan, dirinya memerlukan gambaran yang lebih jelas mengenai arah konflik tersebut. 

Selain itu, dia menyerukan agar segera dilakukan upaya penurunan ketegangan di kawasan, sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Bagaimana Kapal Minyak Lewati Selat Hormuz dengan Aman di Tengah Perang Iran Vs Amerika-Israel?

"Saya ingin melihat kepastian lebih lanjut mengenai apa tujuan dari perang ini, dan saya ingin melihat adanya deeskalasi," ujar Albanese pada Senin (30/3/2026).

Konflik Timur Tengah bermula dari serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu yang membuat gugur Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. 

Posisi Khamenei kini telah digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.

Sejak saat itu, api peperangan terus meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah. Iran juga menutup Selat Hormuz, jalur penting untuk 20 persen minyak dunia.

Baca juga: Perang Iran Ungkap Kelemahan AL Inggris, Bikin Malu Negara

Dampaknya tidak hanya merenggut ribuan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan gangguan pasokan energi terbesar sepanjang sejarah yang memukul perekonomian global secara signifikan.

Terkait keterlibatan Australia dalam konflik tersebut, Albanese menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah terbatas. 

Australia telah mengerahkan armada pesawat udara untuk membantu pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) setelah adanya permintaan resmi dari negara tersebut.

Kendati demikian, pemerintah Australia tetap pada pendiriannya untuk tidak terlibat lebih jauh di wilayah perairan. 

Baca juga: Houthi Terjun Perang Bantu Iran, Punya 3 Kartu As Sangat Kuat

Albanese secara tegas menolak pengiriman kapal angkatan laut untuk membantu pembukaan kembali Selat Hormuz yang saat ini terdampak konflik.

Diberitakan sebelumnya, Trump memberikan sinyal kuat bahwa perang Iran akan segera menemui titik akhir. 

Hal tersebut disampaikan Trump di sela-sela acara KTT FII Priority di Miami Beach, Jumat (28/3/2026) malam waktu setempat.

"Ini semacam sudah selesai, tapi belum benar-benar selesai. Ini harus diselesaikan," ujar Trump.

Baca juga: Pakistan Gerak Cepat Damaikan Perang Iran, Jamu Saudi-Turkiye-Mesir

Trump mengaku bahwa sejak awal ia telah memprediksi operasi militer ini tidak akan menemui hambatan besar. 

"Kami tahu ini akan berjalan mudah," cetusnya, sebagaimana dilansir Wall Street Journal.

Di satu sisi, Trump secara spesifik menolak penggunaan kata "perang" untuk menggambarkan situasi di Timur Tengah saat ini. Dia menyebutnya sebagai operasi militer.

"Kami menyebutnya operasi militer. Kami tidak menyebutnya perang. Kami menyebutnya operasi militer," tegas Trump.

Baca juga: AS Prediksi Perang Iran Rampung Paling Lama 4 Pekan Lagi

Tag:  #gerah #perang #terus #australia #minta #kepastian #trump #kapan #konflik #rampung

KOMENTAR