Iran Balik Ancam AS, Bakal Ratakan Seluruh Pembangkit Listrik Negara Teluk
- Iran mengancam akan menyerang lokasi-lokasi energi dan pembangkit listrik di Negara Teluk, Minggu (22/3/2026).
Ancaman ini merupakan respons langsung atas gertakan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (21/3/2026), yang mengancam akan membombardir pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam waktu 48 jam.
Infrastruktur penting dan fasilitas energi di kawasan ini akan hancur jika pembangkit listrik Iran menjadi sasaran.
“Segera setelah pembangkit listrik dan infrastruktur di negara kita menjadi sasaran, infrastruktur vital serta infrastruktur energi dan minyak di seluruh wilayah akan dianggap sebagai sasaran yang sah dan akan dihancurkan secara permanen,” tulis Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di X, dikutip dari Al Jazeera.
Baca juga: Bos QatarEnergy Sebut Sudah Ingatkan AS Hampir Setiap Hari Sebelum Kilang LNG Terbesar Dunia Hancur
Memperpanjang krisis minyak
Ghalibaf mengatakan, infrastruktur regional akan menjadi target yang sah jika fasilitas Iran diserang.
Menurutnya, pembalasan Teheran akan meningkatkan harga minyak untuk waktu yang lama.
Iran, yang secara efektif memblokade Selat Hormuz sejak AS dan Israel menyerang negara itu pada 28 Februari, menegaskan bahwa jalur air utama tersebut sudah terbuka, kecuali untuk AS dan sekutunya.
Penutupan Selat Hormuz secara efektif telah menyebabkan krisis minyak terburuk sejak tahun 1970-an.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian kemudian mengatakan, jalur air tersebut terbuka untuk semua kecuali mereka yang melanggar wilayah kami.
Baca juga: Israel Jalani Malam yang Sulit: Gagal Cegat 2 Rudal Balistik Iran, 2 Kota Hancur
“Ilusi untuk menghapus Iran dari peta menunjukkan keputusasaan melawan kehendak sebuah bangsa yang sedang menciptakan sejarah. Ancaman dan teror hanya memperkuat persatuan kita,” katanya dalam sebuah unggahan di X.
Sementara, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menegaskan, Selat Hormuz tidak ditutup.
Ia kemudian menuding bahwa AS dan Israel bertanggung jawab atas gangguan baru-baru ini.
“Kapal-kapal ragu-ragu karena perusahaan asuransi takut akan perang pilihan yang Anda picu, bukan Iran,” jelas dia.
“Tidak ada perusahaan asuransi, dan tidak ada orang Iran yang akan terpengaruh oleh ancaman lebih lanjut,” tambahnya.
Baca juga: Iran Ancam Serang Tempat Wisata Musuh, Perang Bisa Meluas ke Luar Timteng
Iran ancam tutup penuh Selat Hormuz
Ilustrasi Selat Hormuz. Daftar Negara yang Diizinkan Iran untuk Melintasi Selat Hormuz dengan Aman
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan, mereka akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika Trump melaksanakan ancamannya untuk menyerang fasilitas energi Iran.
Dalam sebuah pernyataan, IRGC mengatakan, perusahaan-perusahaan dengan saham AS akan dihancurkan sepenuhnya apabila Washington menargetkan fasilitas energi Iran.
Iran juga membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal terhadap Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan beberapa negara Teluk
Serangan ini menurut Teheran menargetkan aset militer AS.
Baca juga: Iran Buka Selat Hormuz, Kapal Afiliasi Musuh Tetap Dilarang Melintas
Perkembangan terbaru mengindikasikan bahwa perang di Timur Tengah, yang kini memasuki minggu keempat, berpotensi bergerak ke arah yang berbahaya, hanya sehari setelah Trump berbicara tentang mengakhiri konflik tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Berbicara dari lokasi serangan Iran di kota Arad, Israel selatan, ia mengklaim bahwa beberapa negara sudah bergerak ke arah itu, dan mendesak keterlibatan internasional yang lebih luas.
Netanyahu menuduh Iran menargetkan warga sipil dan mengklaim bahwa Iran memiliki kemampuan untuk menyerang target jarak jauh di Eropa.
Tag: #iran #balik #ancam #bakal #ratakan #seluruh #pembangkit #listrik #negara #teluk