Pembicaraan Nuklir Buntu, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran
- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio meminta seluruh warga Amerika yang masih berada di Iran untuk segera mennggalkan negara tersebut.
Rubio juga meminta warga AS untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran, sebagaimana dilansir RIA Novosti via Antara, Sabtu (28/2/2026).
"Tidak ada warga Amerika yang boleh bepergian ke Iran dengan alasan apa pun. Kami kembali menyerukan agar warga Amerika yang saat ini berada di Iran untuk segera pergi," kata Rubio.
Baca juga: Akhirnya Turun Gunung, Pasukan Kuat Tetangga Iran Ini Akan Bantu Lawan AS
Rubio menambahkan, dirinya menetapkan Iran sebagai Negara Pendukung Penahanan yang Tidak Sah menyusul perintah eksekutif dari Presiden AS Donald Trump.
"Presiden Trump mengeluarkan Perintah Eksekutif untuk Melindungi Warga Negara AS dari Penahanan yang Tidak Sah di Luar Negeri pada musim gugur lalu, serta Kongres telah mengesahkan UU Pemberantasan Penahanan yang Tidak Sah tahun 2025, yang memberi wewenang kepada Departemen untuk menetapkan Iran sebagai Negara Pendukung Penahanan yang Tidak Sah," paparnya
"Jika Iran tidak berhenti, kami terpaksa akan mempertimbangkan langkah-langkah tambahan, termasuk rencana pembatasan perjalanan geografis pada penggunaan paspor AS ke, melalui, atau dari Iran," sambung Rubio.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, negaranya membuka semua opsi dalam pendekatannya terhadap Iran, serta mendesak negara itu untuk bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan.
Baca juga: Keluh Kesah Tentara AS Dinas ke Iran, Ingin Resign Saat Pulang
Berbicara kepada wartawan saat kunjungan ke Colorado, pada Senin (23/2/2026) Hegseth menegaskan kembali bahwa Trump lebih memilih solusi diplomatik.
Akan tetapi, dia menekankan bahwa militer AS telah siap dengan rencana darurat jika Iran menolak mencapai kesepakatan.
"Iran harus membuat kesepakatan. Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan. Itulah hasil yang lebih diinginkan presiden," ucapnya
Hegseth menekankan bahwa pihaknya bertugas untuk menyediakan berbagai opsi, termasuk memiliki opsi bagi Presiden Trump jika Iran memutuskan untuk menolak kesepakatan.
Ketika ditanya apakah serangan militer masih dipertimbangkan, Hegseth menjawab bahwa semuanya masih menjadi opsi.
Baca juga: AS Kosongkan Kedubes di Israel, Geber Persiapan Serang Iran
Pembicaraan buntu
Perundingan antara AS dan Iran terkait masa depan program nuklir Teheran berakhir tanpa kesepakatan pada Kamis (26/2/2026) waktu setempat.
Kebuntuan ini terjadi di tengah pertimbangan Gedung Putih untuk melancarkan operasi militer.
Bila betul terealisasi, serangan di Iran bisa menjadi intervensi terbesar Washington di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.
Meski kedua pihak mengeklaim ada kemajuan, belum terlihat tanda-tanda kompromi atas isu paling mendasar. Situasi tersebut membuat ancaman konflik terbuka semakin menguat.
Baca juga: Milisi Kuat Irak Siaga Perang Panjang Iran-Amerika, Akan Ikut Tempur
Tag: #pembicaraan #nuklir #buntu #minta #warganya #segera #tinggalkan #iran